Renungan Harian

Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Renungan Harian - Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Tuhan Mengasihi Orang Berdosa

Ayat bacaan: Matius 9:12
=====================
“Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.”

“Saya rasa Tuhan sangat membenci saya.. saya melakukan begitu banyak kesalahan yang sangat bodoh..” kata seorang teman pada suatu kali sambil menangis. Ia memang banyak melakukan hal buruk di masa lalu. Lahir dari keluarga broken home, dia tidak merasakan seperti apa rasanya dikasihi oleh orang tuanya. Ia bercerita betapa iri rasanya melihat anak yang dipeluk dan punya hubungan yang akrab dengan orang tua. Ia pun kemudian terjerumus ke dalam banyak bentuk dosa sebagai pelarian untuk mengatasi luka-luka batinnya. Pada suatu ketika ia merasa bahwa semua itu tidak pernah memberi rasa lega malah membuat perasaannya semakin berat. Tidak saja ia merasa bahwa dunia membencinya, tapi ia pun mengira bahwa Tuhan pun demikian karena dosa-dosa yang ia lakukan menurutnya sudah sedemikian banyak. Apakah benar Tuhan membenci dia, atau orang-orang yang pernah berbuat dosa? Jika seperti itu, kita semua hari ini sudah musnah atas murka Tuhan. Tapi itu pandangan yang sebenarnya keliru. Benar bahwa Tuhan membenci dosa, tapi Tuhan tidak membenci orang berdosa melainkan begitu mengasihinya. Apakah tuhan membenci teman saya itu? Tentu tidak! Tuhan mengasihinya sama seperti Dia mengasihi anda dan saya. Tuhan selalu membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak-anakNya yang bertobat. Dia menyambut dengan penuh sukacita dan memberi pengampunan total bagi siapapun yang bertobat dan kembali kepadaNya.

Alkitab banyak berbicara akan hal ini. Salah satunya yang sangat jelas bisa kita lihat ketika Yesus bertemu dengan Matius. Matius adalah seorang pemungut cukai alias penagih pajak sedang duduk di kantornya. Menyandang status sebagai pemungut cukai otomatis membuat Matius memiliki status buruk, dijauhi oleh masyarakat. Ia dianggap antek-antek Romawi yang memeras bangsa sendiri. Tapi lihat bagaimana reaksi Yesus terhadapnya. Apakah Yesus mencaci dan mengusirnya? Ternyata tidak. Yesus malah mengajak Matius untuk ikut. (Matius 9:9). Bukan itu saja, Yesus lalu duduk makan di rumah Matius bersama pemungut cukai lainnya dan orang-orang yang dianggap buruk oleh masyarakat. (ay 10). Orang Farisi pun kemudian bereaksi keras menentang keputusan Yesus itu. “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (ay 11). Tapi Yesus mendengar hal tersebut dan memberi jawaban yang cerdas. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” (ay 12). Lalu melanjutkan perkataanNya: “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”(ay 13). Ini sebuah keteladanan dari Yesus yang menunjukkan bahwa Dia merangkul semua orang dan ingin orang-orang berdosa itu tetap bisa memperoleh keselamatan seperti halnya orang-orang yang benar. KedatanganNya ke dunia dan kerelaanNya menanggung semua beban dosa kita di atas kayu salib jelas menunjukkan hatiNya yang penuh dengan kasih. Dan Dia datang justru untuk melepaskan kita, orang-orang yang berdosa ini dari jerat dosa. Singkatnya, Yesus menunjukkan bahwa siapapun itu layak untuk menerima diriNya dan diselamatkan.

Ada banyak orang yang sudah begitu lama terjerumus dalam banyak bentuk dosa dan tidak lagi punya kesempatan untuk selamat. Mereka merasa Tuhan pasti benci habis-habisan kepada mereka.  Mereka ragu terhadap keselamatan karena banyaknya pelanggaran yang pernah mereka lakukan. Banyak orang mengira bahwa Yesus membenci orang berdosa, tapi dari apa yang kita lihat hari ini justru menggambarkan sebaliknya. Yesus tidak membenci orang berdosa. Yang Dia benci adalah dosa, bukan orangnya. Kedatangan Yesus ke dunia ini justru untuk menebus dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita dari binasa masuk ke dalam jurang maut. Kasih Allah sungguh tak terhingga buat kita. Begitu besar kasihNya sehingga Yesus pun Dia relakan turun ke dunia untuk menyelamatkan kita. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohanes 3:16-17). Yesus sangat mengasihi manusia yang berlumur dosa. Begitu mengasihi hingga Dia mengatakan rela meninggalkan 99 ekor domba untuk mencari seekor domba yang sesat. (Lukas 15:4). Kehadiran Yesus justru untuk menyelamatkan orang-orang yang sesat, agar tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Dalam kiasan yang mudah dimengerti, Yesus menggambarkannya dengan dibutuhkannya dokter bukan oleh orang sehat, melainkan oleh orang sakit.

Selanjutnya mari kita lihat ayat berikut. “Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yesaya 1:18). Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa dosa yang sudah sangat banyak dan berat dengan warna merah menyala sekalipun bisa menjadi putih kembali seperti salju, atau seputih bulu domba jika kita mau bertobat dan berbalik dari jalan-jalan yang salah untuk kembali kepadaNya. Tuhan adalah Allah yang sangat penuh dengan kasih setia. Dia selalu menyediakan pengampunan bagi orang-orang berdosa yang mengakui dosa-dosanya. Yohanes menyampaikannya demikian: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:19). Pengampunan total dan langsung disediakan Tuhan kepada orang yang mau datang dengan hati yang hancur, menyesali dan mengakui dosa-dosa mereka. Begitu kita melakukan pertobatan sungguh-sungguh, saat itu juga Tuhan memberikan pengampunan. Itulah sebentuk kasih karunia yang dianugrahkan Tuhan kepada kita semata-mata karena Dia teramat sangat mengasihi kita dan tidak menginginkan satupun dari kita untuk binasa.

Jika diantara teman-teman yang saat ini ada yang merasa tidak layak atau ragu bahwa anda masih punya kesempatan untuk diselamatkan, ingatlah bahwa Yesus telah mengorbankan diriNya untuk menyelamatkan kita semua dari ketidaklayakan akibat dosa-dosa itu. Tuhan memberikan kesempatan bagi siapapun untuk bertobat. Berbaliklah dari jalan-jalan sesat dan jadikan Yesus sebagai Juru Selamat pribadi anda. Firman Tuhan berkata: “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” (Yohanes 3:18). Sekali lagi, Tuhan tidak membenci orang berdosa. Yang Dia benci adalah dosanya dan bukan orangnya. Tuhan akan selalu membuka tanganNya lebar-lebar untuk menyambut kembalinya orang berdosa kepadaNya.

Bereskan seluruh dosa lewat pertobatan dalam nama Yesus dan terimalah keselamatan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

0saves
If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*