Tuhan Maha Besar

Ayat bacaan: Mazmur 96:4
====================
“Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.”

Tuhan maha besar, julukan Tuhan

Diantara sesama teman dekat biasanya kita memiliki julukan atau panggilan akrab tersendiri. Panggilan akrab itu biasanya akan mengacu kepada sesuatu yang menggambarkan siapa mereka dalam satu kata atau dari nama yang dipelesetkan untuk tujuan bercanda yang menunjukkan kedekatan. Sebuah julukan juga biasanya mengacu kepada pengenalan kita akan diri seseorang, atau pengenalan seseorang akan diri kita. Apa yang menonjol, bagaimana sifat, karakter dan keistimewaan dari seseorang. Dalam dunia olah raga seperti kesebelasan sepak bola atau petinju misalnya, mereka akan memiliki julukan-julukan tersendiri. The Real Deal disematkan buat Evander Holyfield, Iron Mike, The Baddest Man on the Planet atau di Indonesia julukan Si Leher Beton diberikan buat Mike Tyson. Tim Setan Merah atau Red Devil buat Manchester United, Los Blancos buat Real Madrid, The Busby Babes diberikan untuk tim Manchester United dibawah kepemimpinan pelatih Matt Busby di tahun 50an dan sebagainya. Dalam dunia musik pun juga seringkali demikian. Dan kerap kali dari julukan ini mereka justru lebih dikenal. Dari nama julukan ini kita bisa mengetahui sifat seseorang, karakternya, “warna”nya, apa yang istimewa dari mereka atau dari mana mereka berasal.

Pernahkah kita berpikir sebesar apa Tuhan itu sebenarnya? Apa saja sebutan atau julukan yang bisa kita utarakan untuk menggambarkan kebesaran, keagungan dan kemuliaanNya? Pemazmur tampak jelas memiliki kedekatan, hubungan yang sangat erat dengan Tuhan, sehingga dari kedekatan itu ia bisa memberi begitu banyak sebutan yang menggambarkan atau mendeskripsikan kehebatan Tuhan dalam kitab Mazmur. Jika anda membaca sepertiga Mazmur saja anda sudah menemukan begitu banyak gambaran kedahsyatan atau kebesaran Tuhan dalam berbagai sebutan atau julukan. Mari kita lihat apa saja sebutan yang menggambarkan berbagai sifat Tuhan beserta kehebatannya yang tercatat sepanjang Mazmur 1 sampai 48.

Tuhan adalah perisai yang melindungi aku, kemuliaan yang mengangkat kepalaku (a shield for me, my glory and the lifter of my heart) (3:4), yang membiarkan aku diam dengan aman (the source of safety) (4:98), Rajaku dan Allahku (my King and my God) (5:3), Hakim (the Judge) (7:9. 9-9), Yang Maha Tinggi (The Most High) (7:18), tempat perlindungan (our refuge and high tower, a stronghold) (9:10), penolong anak yatim (the helper of the fatherless) (10:14), Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya (King forever and ever) (10:16), adil (righteous) (11:7). Tuhan adalah bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku (my Rock, my Fortress and my Deliverer) (18:3, 31:3-4), sandaranku (my stay and support) (18:19), Penebusku (my Redeemer) (19:15). Tuhan adalah gembalaku (sheperd) (23:1), Raja Kemuliaan (the King of Glory) (24:7), Maha Kuasa (the Lord of hosts) (24:10), Penyelamat (25:5), terangku dan keselamatanku (my salvation) (27:1), gunung batuku (my Rock) (28:1), kekuatanku dan perisaiku (my Strength and my Shield) (28:7), benteng keselamatan bagi yang diurapi (the Stronghold of salvation) (28:8). Tuhan adalah Allah yang mulia (Lord of Glory) (29:3), Allah yang setia (God of truth and faithfulness) (31:6), Allah yang hidup (the living god) (42:3), penolong dalam kesesakan (very present and well-proved help in trouble) (46:2), Mahatinggi dan dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi  (the Most High, a great King all over the earth) (47:3).

Semua itu barulah daftar julukan yang tertulis dalam sepertiga Mazmur saja. Dalam Yesaya kita bisa melihat pula julukan Kristus yang sudah dinubuatkan sebelum Yesus turun ke dunia untuk menebus kita. “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Wonderful Counselor, Mighty God, Everlasting Father [of Eternity], Prince of Peace.) (Yesaya 9:5).

“Besarlah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita!” “Great is the Lord and highly to be praised in the city of our God.” begitulah yang disebutkan dalam Mazmur 48:1. Dalam kitab 1 Tawarikh kita bisa membaca seruan Daud berikut: “Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah.” (1 Tawarikh 16:25) yang juga terdapat dalam Mazmur 96:4. Ada begitu banyak kebesaran dan kemuliaan Tuhan yang menggambarkan pribadi Allah kita yang dahsyatnya luar biasa. Tidak akan ada habisnya untuk kita renungkan, tidak akan ada habisnya untuk kita syukuri dan puji.

Mengacu kepada “sedikit” dari sekian banyak gambaran Allah yang tercatat kekal di dalam alkitab di atas, sudahkah kita memakai waktu kita secara khusus untuk memuji dan menyembahNya? Sudahkah kita bersyukur dengan memiliki Tuhan yang berkuasa di atas segalanya? Lihatlah ada begitu banyak dasar atau alasan bagi kita untuk memuji Tuhan dan mengucap syukur kepadaNya. Karena itu mari kita sama-sama menghampiri Tuhan hari ini untuk mengucap syukur atas segala kebaikanNya kepada kita. Great is the Lord, and most worthy of praise!

Tidak akan pernah ada kata yang cukup untuk memuji kebesaran Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: