Tuhan Lipatgandakan Berkat bagi yang Percaya Kepada-Nya

grace of God

Kamis 24 Juli 2014
Hari Biasa Pekan XVI
Yeremia 2:1-3.7-8.12-13; Mzm 36:6-11; Matius 13:10-17

“Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” (Matius 13:12)

Apa yang dimaksudkan ayat ini? Bagaimana ayat ini bisa diterapkan dalam hidup kita?

  • Pertama-tama, ayat ini berada dalam konteks perikop perumpamaan tentang penabur benih, tanah penerima benih dan buah atas benih yang tumbuh di tanah yang baik. Maka, “mempunyai” dalam ayat ini terutama dimaksudkan “mempunyai iman, harapan dan kasih”. Maka, dalam arti ini, teks bisa dirumuskan, “Karena siapa yang mempunyai ‘iman, harapan dan kasih’, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai ‘iman, harapan dan kasih’, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” “Yang dipunyai” pertama-tama adalah hal-hal yang bersifat “rohani”.

 

  • Kedua, bisakah ayat ini juga dihubungkan dengan arti yang bersifat “manusiawi” dan “duniawi”? Bisa saja, tetapi dengan makna begini. Barang siapa mempunyai harta kekayaan dan dia bersikap murah hati, maka Tuhan akan melipatgandakan rahmat itu. Kian kita murah hati, kemurahan dan berkat Tuhan akan berlipat-lipat. Semakin pelit, kita juga semakin terlilit. Ibaratnya seperti lagu dangdut, “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin!” Makin kaya bukan dengan dan karena korupsi dan berlaku tidak adil, melainkan karena kemurahan hati yang berlimpah. Semakin kita selalu merasa kurang (miskin) ya kita akan terus kurang puas dengan keadaan kita.
  • Ketiga, ayat firman Tuhan ini mengajak kita untuk selalu bersyukur karena nikmat dan berkat yang dicurahkan kepada kita. Seraya bersyukur atas nikmat dan rahmat-Nya, kita juga diundang untuk selalu berbagi berkat bagi sesama umat dan masyarakat. Tanpa rasa syukur, kita berada dalam bahaya untuk tidak pernah merasa puas dan karenanya orang jadi serakah dan rakus (nggragas).


Adorasi Ekaristi Abadi merupakan rahmat yang memperkaya hidup rohani kita dalam hal iman, harapan dan kasih kepada Tuhan dan sesama. Santo Johannes Paulus II menegaskan, semakin kita tekun dalam gerakan Adorasi Ekaristi Abadi, semakin kita menerima berkat berlipat-lipat! Kemurahan hati Tuhan tidak akan bisa tertandingi oleh upaya kita untuk menyembah-Nya dengan taat dan setia.

Janganlah hemat waktu untuk datang dan menyembah-Nya dalam Adorasi Ekaristi Abadi! Itulah sebabnya, saat menjadi Paus, Santo Johannes Paulus II menyerukan agar di semua paroki di seluruh dunia diselenggarakan Adorasi Ekaristi Abadi, agar semakin banyak umat mengalami kemurahan hati Tuhan berlipat-lipat.

Tuhan Yesus Kristus, tambahkanlah iman, harapan dan kasih kami kepada-Mu agar kami dapat semakin menjadi berkat untuk umat dan masyarakat, sesama dan semesta, kini dan selamanya. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: