Monday, 24 November 2014

Tuhan itu Baik

Ayat bacaan: Mazmur 145:9
====================
“TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.”

Tuhan baikBaikkah Tuhan itu? Jawaban bisa beragam. Bisa tergantung situasi yang sedang kita alami, bisa tergantung pengalaman kita, dan jawaban bisa pula berbeda antara yang diucapkan dengan yang dirasakan. Menjalani hidup memang tidak mudah. Kita akan sering berhadapan dengan berbagai kendala yang akan segera merampas sukacita kita dan menggantikannya dengan kesedihan, kekesalan atau bahkan kekecewaan. Di saat seperti itu kita akan melupakan segala kebaikan Tuhan yang sebenarnya nyata dalam hidup kita. Mereka mengira bahwa jika Tuhan itu baik maka itu artinya hidup mereka seharusnya seratus persen tanpa masalah. Padahal seharusnya bukan demikian. Ada kalanya Tuhan menginginkan kita untuk mengalami kesulitan hidup, bahkan untuk berjalan dalam kegelapan, dan itu supaya kita memiliki mental dan iman yang terlatih kuat dan tentu saja agar kita belajar untuk mengandalkan Tuhan sepenuhnya.

Ketika Tuhan menciptakan segalanya pada awal penciptaan, Tuhan memberi sebuah kesimpulan bahwa semua ciptaannya itu bukan hanya baik, tetapi dikatakan “sungguh amat baik.” (Kejadian 1:31). Tidak satupun yang Dia ciptakan asal-asalan atau tanpa rencana. Jika terhadap alam semesta dan segala tumbuhan, hewan yang ada di muka bumi ini saja Dia rencanakan dengan matang, hingga hasilnya “sungguh amat baik”, apalagi terhadap kita, manusia ciptaanNya yang dibuat sesuai gambar dan rupaNya sendiri (Kejadian 1:26), dibuat hampir sama dengan Allah dan diberikan kemuliaan dan hormat. (Mazmur 8:5). Kebaikan Tuhan juga nyata di dalam perbuatan-perbuatan baikNya bagi manusia.

Dengan tegas Daud mengatakan “TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.” (Mazmur 145:9). Sepanjang pasal 145 Daud berbicara mengenai pujian akan kemurahan atau kebaikan Tuhan bukan hanya terhadap dirinya tetapi terhadap semua manusia, bahkan terhadap segala ciptaanNya. Lihatlah beberapa poin tentang kebaikan Tuhan yang ditulis oleh Daud berikut.
- “TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.”(ay 14)
- “..Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya” (ay 15)
- “Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.” (ay 16)
- “TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.” (ay 17)
- “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” (ay 18)
- “Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” (ay 19)
Ini baru beberapa contoh saja, karena sesungguhnya Alkitab berbicara sangat banyak mengenai kebaikan Tuhan dari halaman pertama hingga akhir.

Semua itu menggambarkan kebaikan Tuhan bagi kita. Fakta menarik mengenai kebaikan Tuhan dengan kasih tanpa batas (the unconditional love) bisa pula kita lihat dari apa yang dikatakan Yesus sendiri. Tuhan adalah Allah “..yang menerbitkan  matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Matius 5:45). Orang yang jahat dan tidak benar pun masih Dia perhatikan. Bukankah itu bukti nyata bagaimana baiknya Allah? Dia tetap memelihara dan merindukan orang-orang seperti ini untuk bertobat. Tuhan tetap menempatkan orang-orang jahat dan tidak benar itu dalam perhatianNya dan terus memberi kesempatan untuk bertobat. Dia bisa saja langsung menghanguskan orang jahat dalam seketika untuk hancur menjadi debu dan segera dilemparkan ke api dan belerang menyala-nyala di neraka, kita tahu pasti bahwa Tuhan lebih dari sanggup dan berhak untuk itu, namun kebaikan dan kasih Tuhan membuatNya untuk terus memberi kesempatan bagi orang-orang jahat untuk segera bertobat dan kembali ke dalam pangkuanNya. Jika kita masih hidup dan punya kesempatan untuk bertobat hari ini, bukankah itu pun merupakan bukti betapa baiknya Tuhan?

Dalam menghadapi hidup seringkali kita melupakan kebaikan Tuhan dan malah terjerumus ke dalam berbagai keputusan-keputusan atau memilih alternatif-alternatif yang salah. Dalam Kisah Para Rasul 14 kita melihat pula bagaimana kecewanya Paulus dan Barnabas ketika mereka ketika melihat rakyat Likaonia malah menyembah dewa saat mukjizat Tuhan dinyatakan atas orang yang sakit. “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.” (ay 15) Demikian mereka berseru menegur orang-orang sesat di sana. Lalu mereka melanjutkan: “Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan. (ay 16-17). Mereka tidak menyadari bagaimana kebaikan Tuhan yang sudah hadir selama ini dari generasi ke generasi, malah melupakan itu semua dan pergi menyembah dewa-dewa. Mungkin kita tidak menyembah dewa, tetapi apakah kita ingat akan semua kebaikan Tuhan baik dalam suka maupun duka, baik dalam keadaan baik maupun buruk? Sudahkah kita benar-benar menaruh pengharapan dalam kesetiaan kita akan Tuhan sepenuhnya, walau apapun yang terjadi atau kita akan pergi kepada alternatif-alternatif sesat yang seolah-olah mampu memberi solusi atas persoalan kita? Apakah kita masih terus mengandalkan harta, orang lain atau terjebak paham okultisme ketimbang menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan Tuhan? Kita akan sulit untuk bisa setia dengan iman kuat kepada Tuhan dan tetap hidup dalam pengharapan apabila kita tidak menyadari betapa baiknya Tuhan selama ini kepada kita.

Daud berseru: “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:9). Seruan Daud ini mengingatkan kita agar tidak melupakan betapa baiknya Tuhan kepada kita. Tidak saja kita diminta agar mau terus melihat kebaikan Tuhan, tetapi Daud pun mengingatkan kita untuk merasakan sendiri pengalaman demi pengalaman mengenai hal ini. Kesulitan boleh hadir, tetapi itu bukan berarti karena Tuhan kejam atau jahat membiarkan kita menderita. Ada begitu banyak kebaikan Tuhan yang mungkin luput dari perhatian kita saat ini, padahal Dia sudah memberikan begitu banyak termasuk kehidupan yang masih diberikan kepada kita saat ini. Ketika kita masih berdosa pun kasih Tuhan tidak lekang dari kita. Mari hari ini kita sama-sama merenungkan segala kebaikan Tuhan dalam hidup kita, dan marilah kita putuskan hari ini juga untuk tidak menyia-nyiakan kebaikanNya.

He’s so good to you and me

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Incoming search terms:

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "Tuhan itu Baik"

Response on "Tuhan itu Baik"