Tuhan Atau Harta


TIDAK dapat dipungkiri bahwa hidup di dunia memerlukan uang, namun bukan berarti bahwa uang adalah segalanya. Kita harus senantiasa mengutamakan Tuhan dan mengabdi kepadaNya secara total, bukan hanya setengah-setengah. Tidak mungkin seseorang dapat mengabdi kepada dua tuan, karena dengan memprioritaskan yang satu, maka yang lain akan terabaikan.


Tuhan tidak melarang kita untuk mencari dan memiliki harta kekayaan, namun hendaknya kita menyikapinya dengan cara yang tepat. Jadikan harta sebagai sarana, bukan tujuan hidup. Karena ketika kita memilih untuk menjadikan harta sebagai tujuan hidup, maka saat itu juga kita jatuh di dalam genggaman kekuasaannya. Kita menjadi hambanya yang siap melakukan tindakan apa saja demi memperolehnya.


Mari selalu andalkan Tuhan dan jadikan harta sebagai sarana untuk berbagi, menyalurkan berkat dan kebaikan bagi sesama. Lakukan dengan tulus dan berlandaskan kasih, tanpa ditunggangi oleh motivasi yang mengarah kepada kepentingan pribadi atau kelompok.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply