Tuan Atau Hamba


BILA diberikan pilihan untuk menjadi tuan atau hamba, maka setiap orang memiliki kecenderungan memilih menjadi tuan. Karena sebagai tuan, pastinya memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk memerintah, dihormati dan dilayani oleh hambanya.


Namun lewat perumpamaan pada hari ini, Yesus justru mengajak kita semua untuk hidup sebagai hamba, yang taat kepada tuannya, bersedia melepaskan kenyamanan diri untuk menyenangkan hati tuannya.


Sungguh sebuah ajakan yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Namun kita harus menyadari bahwa Yesus telah membebaskan kita dari belenggu kekuasaan dosa dan maut. Ia menebus kita dengan darahNya yang kudus. Bahkan selama hidupNya yang singkat di dunia, Ia selalu melayani setiap mereka yang membutuhkan, dengan penuh kasih. Jadi sudah selayaknya kita meneladan sikap hidupNya, untuk mengabdi kepadaNya dengan segenap jiwa raga dan sepenuh hati.


Mari ungkapkan rasa syukur dan terima kasih kita kepadaNya, dengan menghormati Dia, mengasihi Dia, mentaati seluruh perintahNya dengan sungguh-sungguh dan melayani Dia dan sesama, lewat profesi kita masing-masing, dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply