Try Everything

Ilustrasi (Ist)

AKHIR-akhir ini saya gelisah sekali.

Penyebabnya karena saya bergabung dengan komunitas penulis di Facebook. Awalnya iseng saja, ikut-ikutan sok pede masuk ke grup pengarang yang rata-rata jam terbangnya sudah tinggi dan sudah punya buku semua.

Padahal apalah saya? Punya buku saja belum. Perasaan jadi keder di tengah orang-orang hebat itu.

Alhasil saya di sana jadi silent reader saja. Saya lebih banyak kasih like ke postingan orang. Sesekali saya posting juga di grup sekedar menjajal tulisan saya layak gak, sih?

Terus berikutnya saya juga iseng nawarin diri ke penerbit untuk meresensi sebuah novel. Tak disangka tawaran saya direspon lalu saya dikirimi buku untuk dibedah. Syaratnya cuma satu: resensi itu dikirim ke media massa.

Saya, lagi-lagi, mengiyakan.

Gila, kan? Memang saya sudah yakin resensi buku saya bakal diterima di koran? Memang saya bisa nulis resensi yang baik seperti keinginan penerbit?

Saya baru satu kali ikut lomba resensi buku dan kebetulan menang. Itupun juga mungkin karena pesertanya tidak banyak maka saya menang.

Terus-terang rasa gelisah saya makin jadi. Gelisahnya begini: rasanya ada sesuatu yang menggelitik dalam batin saya yang pingin segera dikeluarkan.

You know lah. Saya tipe orang yang suka dengan tantangan dan hal baru. Dan saya kira semua orang juga begitu. Siapa,sih yang gak suka dengan sesuatu yang baru? Hal yang baru itu bisa bikin hidup kita tambah semangat.

Saya masih inget tahun 1990, saat saya lulus SMAN 1 Tangerang. Esok harinya saya langsung minta pamit sama ortu mau kuliah di Yogya. Padahal gerombolan alias genk saya di SMA semua kuliah di Jakarta.

Entah “setan” apa yang ada di pikiran saya waktu itu, hehehe…

Sambil kuliah saya diam-diam sempet ikutan kursus piano, kursus bahasa Perancis, kursus Bahasa Inggris, kursus Kitab Suci, kursus jurnalistik sampai ikutan kursus menjahit.

Kalau dulu alunan suara Shakira dengan lagu Try Everything sudah hit, mungkin sayalah orang yang pertama-tama hafal lirik lagu itu.

Lagu yang menurut saya keren banget karena mengajarkan optimisme, berani mencoba sesuatu yang baru, tidak takut gagal, terus mencoba dan bangkit jika jatuh.

Birds don’t just fly, they fall down and get up

Nobody learns without getting it wrong

I won’t give up, no I won’t give in

Till I reach the end and then I’ll start again

No I won’t leave I wanna try everything

I wanna try even though I could fail

Kembali ke grup penulis tadi,  rasanya saya tidak sabar lagi ingin mencoba debut saya di bidang tulis menulis secara serius. Bukan mau lupa diri dengan pekerjaan yang ada sekarang. Pengembangan diri itu perlu sebab saya yakin diri kita yang ada sekarang belumlah 100% berkembang maksimal. Kita bisa mencapai lebih dari apa yang ada sekarang.

Potensi, bakat dan kemampuan kita belum tereksplor secara penuh. Kapan lagi mencoba kalau bukan sekarang? Jangan tunggu nanti dan kemudian menyesali waktu yang telah berlalu.

Nah, niat sudah dipancangkan, action sudah dilakukan dan sebelah kaki sudah kadung nyemplung. Kata orang, niat tidak berarti apa-apa jika cuma keinginan dalam hati maka supaya berhasil niat harus dibarengi tindakan.

Mulai dari sekarang. Setuju?

Berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah nasional plus di Tangerang; belajar bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma dan studi lanjut bidang psikologi pendidikan di Jakarta.

Sumber: Sesawi.net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply