Traveling Mendebarkan: Tiga Hari Sebelum Berangkat, Baru Tahu Visa Ditolak (1)

schengen-visa-24623347

DI musim liburan panjang ini, sudah menjadi hal lazim bagi masyarakat Indonesia yang cukup mapan secara ekonomi lalu merancang hari-harinya untuk traveling. Salah satunya adalah menyasar wisata ke Eropa. Namun, untuk bisa pergi ke Eropa tentu saja dibutuhkan visa (izin boleh memasuki kawasan negara di Eropa).

Visa menjadi hal krusial. Hanya dengan berbekal punya visalah, wisatawan Indonesia bisa datang memasuki negara-negara Eropa tersebut. Tapi, tidak mudah juga mendapatkan Visa Schengen karena prosedur dan persyaratannya benar-benar harus dipenuhi. Kalau salah satu persyaratan gagal dipenuhi oleh pengaju visa, maka jangan heran kalau permohonan pengajuan visa bisa ditolak oleh kedutaan negara Eropa yang menjadi ‘pintu masuk’ pertama wisata Anda menuju kawasan Eropa.

Saldo kurang, visa tak keluar
Sebut saja namanya Nia, seorang ibu muda dengan karir gemilang di sebuah perusahaan swasta. Meksi mengantongi saldo tabungan pada angka di kisaran Rp 40.000.000,00 selama kurun tiga bulan terakhir ini, namun malang juga: permohonan pengajuan visanya ke sebuah negara di Eropa Barat ditolak.

Padahal semua persyaratan administratif dan prosedur pengajuan visa sudah dia penuhi. Itu antara lain mengisi formulir pengajuan visa Schengen, pas foto ukuran paspor dengan fokus wajah 70-80% dengan latar belakang putih, surat keterangan kerja, surat tanda bukti kepemilikan tabungan dari bank yang menyatakan si pemilik punya saldo sebesar sekian, tanda bukti slip gaji selama tiga bulan terakhir, fotokopi KTP/Kartu KK, surat nikah, dan masih banyak lagi lainnnya.

Namun, tetap saja visanya tidak keluar alias permohonan pengajuan visa Nia ditolak oleh Bagian Konsuler salah satu negara di Eropa ini. Alasannya, pihak konsuler kedubes salah satu negara di Eropa ini menganggap saldo tabungan Nia sebesar Rp 40.000.000,00 tidak mencukupi untuk melakukan traveling di Eropa Barat selama 10 hari.

Pengalaman ini tentu saja membuat panik Nia. Maklum dalam tiga hari ke depan, bersama rombongan keluarganya dia mestinya sudah bisa meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta menuju salah satu kota besar di Eropa Barat. Dengan kasus visanya ditolak ini, maka tidak bisa tidak Nia hanya bisa ‘gigit jari’ sembari berharap akan ada ‘mukjizat’ terjadi dalam tiga hari ke depan.

Sudah kurang apa coba? Semua persyaratan dipenuhi dan protokol pengajuan visa juga sudah diurus oleh biro travel papan atas di Jakarta. Tapi kenyataannya, semua itu ternyata juga tidak menjamin hingga akhirnya Kamis pekan lalu diberitahu: visanya ditolak.

Yang terjadi, Nia hanya bisa berharap-harap cemas  semoga bisa ada keajaiban datang, ketika dia memutuskan nekad mengajukan permohonan pengajuan visa lagi.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: