Traveling Mendebarkan: Mencari Kepastian di Lyons dan Marseilles (3)

cannes_station

PEMANDANGAN panorama yang indah di sekitaran Cannes sekilas mengusir kegusaran dalam hati untuk bisa mendapatkan tiket KA dari Cannes menuju Lyons dan seterusnya ke Marseilles. Jalan-jalan santai di sekitaran Le Palais des Festival –ajang diselenggarakan pesta tahunan Festival Film Cannes—membuat kegusaran di hati sedikit mereda. Belum lagi, panorama Riviera di jalur Perancis Selatan ini memang indah, sejenak melepas gusar setiap kali harus melongok ke stasiun KA Cannes yang jauhnya hanya selemparan batu dari Le Palais des Festival. (Baca juga: Traveling Mendebarkan: Tiga Hari Sebelum Berangkat, Baru Tahu Visa Ditolak (1)

Ini untuk keduanya kalinya saya mampir ke Cannes dalam perjalanan panjang menuju Lourdes. Tahun 1999 saya datang langsung dari Nice dan kemudian naik taksi ke Cannes dengan penerbangan langsung dari Jakarta. Kini, saya tiba dari Cannes melalui jalur darat usai menempuh perjalanan ‘menegangkan’ dari Roma-Ventimiglia-Nice dan akhirnya sampailah kami mendarat di Cannes yang indah.

Jelang petang hari usai makan siang seadanya di tepian pantai Cannes, kami berjalan gontai menuju Stasiun KA di Cannes. Waktu setempat waktu itu menunjukkan pukul 14.30, ketika kami berempat akhirnya mendapatkan tiket kelas ‘embek’ untuk trayek Cannes-Lyons.

Semestinya, kami ingin mendapatkan tiket ‘terusan’ menuju Marseille, namun petugas loket mengatakan tidak ada reservasi tempat duduk tersisa untuk pemegang Eurail Pass tiket kelas satu. Jadi, kami terpaksa mengikuti arahan dia: naik KA kelas komuter dari Cannes menuju Lyons untuk selanjutnya ganti menuju Marseilles.

Aroma liburan

Tiga hari menjelang Paskah di Perancis sudah beraroma libur. Maka dari itu, di penghujung bulan Maret yang masih sangat sejuk lantaran hempasan angin laut Medditeranea yang super dingin kawasan wisata bahari di Cannes terlihat sepi. Sesekali hanya nampak turis-turis Asia, terutama Jepang, melintas di kawasan Le Palais des Festival untuk berfoto selfie.

Selebihnya sepi nyenyet. Termasuk lorong-lorong kecil di Cannes menuju Stasiun Kota. Di situ tak banyak orang antre, namun begitu berhasil memasuki kompartemen KA komuter dari Nice menuju Lyons, kami hanya bisa termangu panjang: semua tempat duduk sudah terisi. (Baca juga:  Traveling Mendebarkan: Dinihari Terdampar di Ventimiglia di Kerumunan Maghrébins (2)

Tidak ada pilihan lain kecuali berdiri di bordes (ruang kecil antara dua gerbong) atau kadang ngejogrok di lantai koridor kompartemen. Untunglah, para penumpang lokal di trayek Nice-Lyons melalui Cannes ini lumayan ramah untuk kaum wisatawan asing dari Asia.

Marseille-France-Train-Station
Stasiun kereta api St. Charles di Marseilles. (Ist)

Dengan sedikit menyapa mereka dengan bahasa Perancis, maka senyum lebar tersungging di ujung bibir mereka. Inilah rasa harga diri orang Perancis yang kadang merasa lebih nyaman bicara dalam bahasa ibu mereka dengan orang asing, walau sebenarnya mereka juga bisa berbahasa Inggris.

Kami tiba di Toulouse dan kemudian antre tiket KA lagi mencari reservasi kursi untuk trayek menuju Marseilles. Waktu di Lyons sudah menujukkan petang hari dan syukurlah tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan empat tiket berserta reservasi tempat duduk menuju Marseille dari Stasiun KA Lyons.

Kereta kami  sampailah dengan selamat di Marseille sudah lepas petang hari. Karena lapar, kami jajan makan malam di peron Stasiun Marseilles apa adanya. Lidah kami lebih cocok makan sphagetti daripada menu makanan lainnya.

Usai makan malam, barulah kami fokus mencari tiket KA lagi untuk tujuan Lourdes melalui Toulouse.

Namun apa daya, lagi-lagi atmosfir Liburan Paskah membuat kami antre lagi di konter pemesanan karcis. Kali ini, empat loker dibuka dengan antrean tidak terlalu panjang. Saya dan rekan lain antre di dua konter berbeda untuk mencari peluang bisa mendapatkan karcis tiket KA dari Marseille menuju Toulouse.

Saya ada di barisan paling belakang dan ternyata hanya tersedia empat tiket untuk Marseilles. Itu pun dengan catatan tidak ada rute KA lanjutan dari Marseille menuju Lourdes, destinasi terakhir perjalanan kami. Mereka menawarkan dua opsi: you take it or leave it!

Mau naik KA hanya sampai Toulouse dan kemudian diantar naik bus malam menuju Lourdes atau tinggal di Toulouse di peron KA sembari menunggu waktu datangnya KA pagi hari menuju Lourdes.

Kami pilih opsi kedua. Akhirnya, naiklah kami ke kereta bagus dari Marseille sekitar pukul 19.00 menuju Toulouse.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply