“Total Recall”, Saat Sekarang Inilah yang Utama

BANYAK disebut sebagai remake film tahun 1990 dengan peran utama Sang Terminator Arnold Schwarzenegger bersama Sharon Stone yang mengambil  setting Planet Mars, film ini memang diakui pembuatnya sebagai adaptasi atas cerita pendek berjudul We Can Remember It for You Wholesale. Cerpen ini merupakan hasil karya Philip K. Dick dan pertama kali munul di The Magazine of Fantasy & Science Fiction pada April 1966. Cerita pendek tersebut berkisah akan campur aduknya kenyataan dengan ingatan keliru serta ingatan yang benar.

Film ini disutradarai Len Wiseman, sementara skenarionya digarap Mark Bomback, James Vanderbilt dan Kurt Wimmer. Total Recall projek daur ulang ini memasang Colin Farrel yang terkenal  berkat  film Miami Vice, The Recruit, SWAT. Dia beradu gaya dengan Kate Beckinsale, pemeran perawat dalam Pearl Harbour dan kebetulan juga istri sang sutradar. Tokoh lain dalam film dengan alur cerita menukik ini adalah Jessica Biel, Bryan Canston, John Cho, dan Bill Nighy.

Diceritakan pada akhir abad ke-21 bumi dibagi ke dalam dua daerah yaitu United Federasi Britain dan Koloni sebagai akibat Perang Dunia III. Cara transportasi antar dua daerah yang berada di kutub berlawanan itu sangat futuristik dan cemerlang, yaitu dengan menaiki sejenis lift yang menembus bumi.

Implantasi memori

Douglas Quaid (Colin Farrell), buruh pabrik yang tinggal di Koloni dan bekerja di Britain yang lebih makmur, kerap diganggu mimpi buruk dikejar-kejar musuh bagaikan adegan film agen rahasia. Suatu saat akhirnya dia memuaskan kehausannya berfantasi dengan mengunjungi Rekall, perusahaan yang menjual memori buatan.

Mengacu pada mimpi-mimpinya, dia meminta diwujudkan fantasinya bisa menjadi agen rahasia lihai. Nah, syarat utama pemasangan memori palsu itu adalah bahwa memori tersebut benar-benar hanya impian semu. Kalau ada unsur kebenarannya malah akan terjadi kekacauan. Mulailah tukikan pertama film tersebut ketika sang arsitek Rekall (John Cho) memerintahkan proses implitasi memori dihentikan segera karena terjadi malfungsi yang berarti satu: Douglas Quaid adalah seorang agen rahasia.

Belum tuntas Douglas menyangkal tuduhan tersebut, tempat itu diserbu sepasukan tentara bersenjata. Berlanjut dengan daya refleksnya yang mencengangkan sehingga bisa lolos dari maut dan kembali ke rumahnya, hanya untuk menemukan bahwa istrinya yang cantik (Kate Beckinsale) justru ingin membunuhnya.

Demikian ketegangan dan aksi laga sambung menyambung mengisi sepanjang film yang menghabiskan anggaran 125 juta dolar ini. Penonton juga disuguhi kecanggihan futuristik, salah satu yang sangat menarik adalah teknologi chip telepon ditanamkan ke dalam tangan. Maka untuk melakukan video call atau membaca SMS, tangan tinggal ditempelkan ke kaca.

Saat sekarang

Akhirnya terungkap bahwa Douglas Quaid sebenarnya adalah Carl Hauser, agen paling top dari Britain. Plot skenario film ini tidak sesederhana Total Recall hasil besutan l990. Motif dan metode yang digunakan dalam implementasi memori jauh lebih canggih dan rumit. Tetapi hal yang tak kalah menarik adalah sisi humanis yang terkandung di dalamnya.

Carl Hauser sebagai agen hebat dikenal berkarakter jahat dan tega menghabisi semua lawannya. Kemudian pada satu titik dia berubah menjadi baik berkat perkenalannya dengan Melina (Jessica Biel) salah satu pejuang Koloni di bawah pimpinan Matthias. Ketika tertangkap oleh tentara, dia diubah menjadi Douglas Quaid. Memori fotografisnya merekam kode untuk mematikan mesin penghancur Britain, dan hanya Matthias yang memiliki kemampuan untuk mengembalikan memori tersebut. Lagi, penonton dikejutkan dengan tukikan plot ceritanya karena ternyata data tersebut asbun alias dipalsukan supaya lokasi para pejuang bisa diketahui.

Moral cerita bukan pada laganya, tetapi pada saat dialog singkat antara Matthias dengan Carl Hauser mengenai memori masa lalunya yang tidak diingatnya. Matthias mengatakan bahwa saat terpenting adalah sekarang; keputusan apa yang diambil saat ini itulah yang menentukan siapa seseorang. Bukan masa lalu yang telah lewat. Carl Hauser yang dulunya jahat bisa berubah karena memilih tindakan yang membela keadilan saat sekarang.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: