Total Mengasihi Allah dan Sesama

4 Juni R IKamis, 04 Juni 2015 Pekan Biasa IX Tb 6:10-11;7:1,6,8-13;8:1,5-9; Mzm 128:1-2,3,4-5; Mrk 12:28b-34 Yesus bersabda, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. … Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri…” Dengan sabda ini, Yesus Kristus mengajarkan kepada kita yang dikehendaki Allah dari kita semua. Ia menghendaki kita hanya mengasihi seperti Dia mengasihi. Itulah sebabnya Yesus Kristus bersabda, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. … Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri…” Allah adalah kasih dan segala yang dilakukan-Nya mengalir dari kasih-Nya kepada kita semua. Allah telah lebih dahulu mengasihi kita. Kita pun mengasihi-Nya sebagai jawaban atas rahmat dan kebaikan yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita. Menurut Yesus Kristus, kasih Allah adalah yang utama dan kasih itu menjadi dasar kasih kita kepada sesama. Semakin kita mengenal kasih Allah dan kebenarannya, semakin pula kita mengasihi seperti Allah mengasihi kita. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita menyembah Yesus Kristus, kita memohon iman kepada Allah dan berharap pada janji-janji-Nya yang menguatkan kita dalam kasih Allah. Kian kita mengenal Allah, kian pula kita mengasihi-Nya dan kian besar juga iman dan harapan kita kepada-Nya dan janji-janji-Nya. Tuhan Yesus Kristus, melalui anugerah Roh Kudus, berilah kami kebebasan baru untuk mengasihi sebagaimana Dikau mengasihi. Semoga kami mengasihi Allah dengan segenap hati dan jiwa dan akal budi dan kekuatan kami. Semoga kami juga mengasihi sesama seperti diri kami sendiri dengan segala kemurahan hati kini dan selamanya. Amin. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

4 Juni R I

Kamis, 04 Juni 2015
Pekan Biasa IX
Tb 6:10-11;7:1,6,8-13;8:1,5-9; Mzm 128:1-2,3,4-5; Mrk 12:28b-34

Yesus bersabda, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. … Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri…”

Dengan sabda ini, Yesus Kristus mengajarkan kepada kita yang dikehendaki Allah dari kita semua. Ia menghendaki kita hanya mengasihi seperti Dia mengasihi. Itulah sebabnya Yesus Kristus bersabda, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. … Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri…”

Allah adalah kasih dan segala yang dilakukan-Nya mengalir dari kasih-Nya kepada kita semua. Allah telah lebih dahulu mengasihi kita. Kita pun mengasihi-Nya sebagai jawaban atas rahmat dan kebaikan yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita.

Menurut Yesus Kristus, kasih Allah adalah yang utama dan kasih itu menjadi dasar kasih kita kepada sesama. Semakin kita mengenal kasih Allah dan kebenarannya, semakin pula kita mengasihi seperti Allah mengasihi kita.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita menyembah Yesus Kristus, kita memohon iman kepada Allah dan berharap pada janji-janji-Nya yang menguatkan kita dalam kasih Allah. Kian kita mengenal Allah, kian pula kita mengasihi-Nya dan kian besar juga iman dan harapan kita kepada-Nya dan janji-janji-Nya.

Tuhan Yesus Kristus, melalui anugerah Roh Kudus, berilah kami kebebasan baru untuk mengasihi sebagaimana Dikau mengasihi. Semoga kami mengasihi Allah dengan segenap hati dan jiwa dan akal budi dan kekuatan kami. Semoga kami juga mengasihi sesama seperti diri kami sendiri dengan segala kemurahan hati kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply