Tinggalkan Meksiko, Paus Ladeni Wawancara di Pesawat

Pope Francis dons a Mexican charro style sombrero, in Mexico City’s main sqaure, the Zocalo, Saturday, Feb. 13, 2016. Pope Francis kicks off his first trip to Mexico on Saturday with speeches to the country’s political and ecclesial elites. The pontiff’s five-day visit will include a very personal prayer at the Virgin of Guadalupe shrine. (AP Photo/Christian Palma) ORG XMIT: MXCP125

Pengantar Redasksi:

Wawancara ini dilaporkan oleh wartawati Philippa Hitchen dalam kalimat tidak langsung.

Wartawan (W): Mengapa Paus tidak jadi bertemu dengan keluarga dari 43 siswa dan guru yang hilang di Guerrero tahun 2014?

Paus: Menjawab sudah bicara panjang lebar tentang masalah pembunuhan oleh gang kriminal dan pedagang obat bius. Paus berkata ingin bertemu dengan keluarga itu namun ada banyak kelompok yang mewakili desaparecidos (orang hilang) dan ada banyak perdebatan internal di antara mereka.

W: Bagaimana dengan masalah pelecehan seksual anak-anak yang dilakukan oleh Marcial Maciel, Pendiri The Legionaries (saya tidak terjemahkan) yang ditinggalkan di Meksiko?

Paus: Seorang uskup yang dengan tahu dan mau memindahkan seorang imam yang dituduh melakukan pelecehan seksual dari satu paroki ke paroki yang lainnya adalah tidak bertanggungjawab dan harus meninggalkan jabatannya.

 W: Bagaimana dengan masalah imigrasi dan ancaman seorang kandidat presiden Amerika untuk membangun tembok sepanjang perbatasan selatan Amerika Serikat?

 Paus: Berkata bahwa tidak akan berkomentar tentang pemilihan presiden Amerika, tapi menambahkan bahwa “seseorang yang hanya berfikir untuk membangun tembok di mana pun – dan bukannya membangun jembatan – bukan seorang kristiani.

Paus juga bicara panjang lebar tentang pertemuan historik dengan Partriark Ortodoks Rusia Kirill pada hari jumat lalu dan tentang perhatian Paus untuk Gereja Katolik Yunani di Ukraina yang merasa dikhianati dengan pertemuan itu. Paus mengatakan bahwa ia mengerti kecemasan yang diungkapkan oleh Uskup Agung Sviatoslav Schevchuk dari Gereja Katolik Yunani di Ukraina, dan menambahkan Uskup itu tentu memiliki pemahamannya sendiri tentang konflik di Ukraina. Paus mengatakan bahwa penting untuk melihat konteks dari kecemasan Uskup Agung Ukraina itu. Karena Uskup Schevchuk juga melukiskan pertemuan Paus dan Kirill itu sesuatu yang baik dan berharap akan membawa dialog lebih lanjut.

W: Bertanya soal virus Zika yang menyebabkan bayi lahir cacat, khususnya di Amerika Latin.

Paus: Menekankan bahwa abortus adalah kejahatan yang tidak pernah bisa dibenarkan sebagai sarana minus malum (menghindari kerugian lebih besar) dan melanggar Sumpah Hippocrates yang harus ditaati oleh dokter. Paus menambahkan: Menggunakan alat kontrasepsi untuk menghindari kehamilan dapat diterima dalam situasi yang sulit, sambil mengingatkan apa yang dilakukan oleh Paus Paulus VI yang mengizinkan para biarawati di Afrika untuk melakukan hal yang sama setengah abad lalu ketika mereka dalam bahaya diperkosa.

Paus juga bicara tentang Uni Eropa dan mengatakan ia akan segera menerima hadiah prestisius The Charlemagne Prize (Tropi Karel Agung) yang akan Paus persembahkan untuk masa depan benua itu. Paus mendorong adanya refundasi Uni Eropa dan bertanya siapa yang bisa menjadi Founding Fathers Uni Eropa hari ini.

W: Mengapa Gereja lebih mudah mengampuni seorang pendosa dengan dosa pembunuhan dari pada dosa karena cerai dan nikah lagi?

Paus: Dokumen Post Sinodal tentang keluarga akan terbit sebelum Paska dan akan mengeksplorasi secara mendalam masalah tentang perkawinan yang telah bubar dan pentingnya persiapan perkawinan yang lebih baik. Paus mengatakan bahwa banyak pasangan terpaksa harus menikah dengan cepat karena sudah hamil. Dan sebagai Uskup Buenos Aires dulu, Paus memerintahkan kepada para imamnya untuk menunda menikahkan pasangan seperti itu dan menunggu sampai mereka siap dan mengerti apa artinya menikah untuk seumur hidup. Orang katolik yang berpisah dan hidup bersama dengan pasangan baru harus tetap berada di dalam kehidupan menggereja. Paus menambahkan: Ini adalah sebuah perjalanan panjang… tetapi pintu tetap terbuka.

Mengomentari sebuah publikasi pekan ini bahwa Paus Johanes Paulus II memiliki persahabatan yang akrab untuk waktu yang lama dengan seorang wanita Amerika, Paus Fransiskus menjawab bahwa seorang pria yang tidak mampu memiliki persahabatan yang baik dengan seorang wanita seperti itu adalah seseorang yang kehilangan sesuatu di dalam hidupnya (“a man who is missing something” in his life).  Secara pribadi Paus Fransiskus ingin meminta nasehat dari para wanita yang bisa melihat dari sudut pandang lain tentang masalah seperti itu. Paus menambahkan lagi, “Gereja dan para imamnya masih belum sungguh menyadari betapa para wanita itu dapat memberikan nasehat – nasehat, dapat menolong dan dapat menjalin persahabatan yang sehat.

Akhirnya, Paus bicara kerinduannya untuk mengadakan perjalanan ke China dan Paus juga berharap dapat segera bertemu dengan Imam Besar Al-Azhar, Ahmed el-Tayeb. Dan Paus berterimakasih pula kepada Alberto Gasbarri , pengatur perjalanan–perjalanan Paus selama 40 tahun terakhir yang akan pensiun akhir bulan ini.

Sumber: Vatican Radio

Sumber: Sesawi.net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.