Tinggalkan KAS, Mgr. Pius Riana Prabdi Pr Bertolak Menuju Diosis Ketapang (1)

PERKENANKAN saya berbagi cerita tentang perjalanan keberangkatan  Mgr.Pius Riana Prabdi Pr menuju tempat tugasnya yang baru: Diosis Ketapang di Provinsi Kalbar.

Rabu pagi, acara perpisahan menuju tempat tugas baru diawali dengan misa pagi pukul 06.00  di Kapel St. Ignatius Wisma Uskup KAS.

Mgr. Pius Riana Prabdi sendiri yang  memimpin perayaan ekaristi. Ada 7 orang ikut perayaan ini. Selain saya, juga ada Romo Vikjen KAS yang baru Romo Sukendar Pr, Romo Sekretaris KAS. Romo Vikep Surakarta, 2 anggota keluarga Monsinyur.

Selesai misa, kami masih menunggu matangnya nasi untuk sarapan pagi.

Pukul 07.15 kami bertujuh selesai sarapan dan segera mengemasi barang-barang dan menatanya secara rapi.  Tongkat gembala dengan formasi  tanduk kami kemas dengan  kardus yang kuat dan rencananya kami masukkan dalam perut pesawat.

Tapi, kami juga tidak terlalu yakin, apakah kardus ini akan kuat?

Opsi lainnya, membawa kardus itu masuk kabin pesawat. Romo Joko Pr sudah wanti-wanti, sebaiknya masuk saja di perut pesawat. Maka, kardus itu pun kami bongkar lagi. Tongkat gembala lalu kami ‘potong’ sesuai partisi bagiannya.  Bagian tanduk (atas) dimasukkan tas koper Monsinyur yang  sudah sangat tua.

Sementara kami mengemasi barang-barang tersebut,  Monsinyur bertegur sapa dengan beberapa tamu yang hadir di antaranya para karyawan keuskupan. Setelah semuanya selesai, Monsinyur  dan semua anggota rombongan lalu berfoto bersama: meninggalkan Keuskupan Agung Semarang menuju tempat tugasnya yang baru di Diosis Ketapang di Provinsi Kalimantan Barat.

Lambaian tangan umat menyertai perjalanan rombongan kecil ini menuju Ketapang.

Sekarang ini, kami sudah masuk di ruang tunggu di Bandara Semarang.  Sembari menunggu waktu boarding menuju Ketapang, kami memanjatkan doa mohon doa restu semoga perjalanan selamat dan lancer untuk menyongsong peristiwa tahbisa Uskup Ketapang, nanti tanggal 9 September 2012 di Ketapang.

Bapak Agustinus Lamidi, staf Kantor Keuskupan Agung Semarang, menambahkan informasi penting mengapa Mgr. Pius Riana Prabdi Pr sampai juga menyempatkan diri (seperti tampak dalam foto utama) berpamitan dengan bapak penjual koran yang ngenger berjualan di regol/trotoar Kantor Keuskupan? Itu rupanya penting, karena justru bapak ini yang selama ini ikut “menjaga” Kantor Keuskupan selama 24 jam.

Bahkan kalau para romo pulang larut malam, bapak ini pula yang membukakan pintu gerbang dan kemudian menutupkannya.

Mgr. Ignatius Suharyo Pr –sebelum meninggalkan KAS menuju Diosis Jakarta sebagai tempat tugasnya yang baru– juga melakukan hal sama: berpamitan kepada bapak tukang koran ini. Bahkan malah berpesan, sekali waktu bisa dibuatkan ‘papan selayaknya’ agar tidak kepanasan atau kehujanan saat berjualan.

Photo credit: Romo Agoeng Noegroho Pr (Komisi Komsos KAS)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: