Tiga Hari Bina Keakraban Antar Para Siswa-siswi Katolik di SMA Negeri Se-KAJ

Persink 16 misaAPA itu PERSINK? PERSINK merupakan singkatan dari Persaudaraan Siswa-siswi Negeri Katolik. Organisasi mencakup perkumpulan saudara seiman ini dinaungi langsung oleh Keuskupan Agung Jakarta. Seiring dengan berjalannya waktu, kini PERSINK tidak hanya mencakup siswa-siswi SMA/SMK Negeri saja, namun kini SMA/SMK Swasta non Katolik dapat bergabung. PERSINK KAJ dari dulu hingga sekarang didampingi oleh romo, bruder, frater […]

Persink 16 misa

APA itu PERSINK?

PERSINK merupakan singkatan dari Persaudaraan Siswa-siswi Negeri Katolik. Organisasi mencakup perkumpulan saudara seiman ini dinaungi langsung oleh Keuskupan Agung Jakarta.

Seiring dengan berjalannya waktu, kini PERSINK tidak hanya mencakup siswa-siswi SMA/SMK Negeri saja, namun kini SMA/SMK Swasta non Katolik dapat bergabung.

PERSINK KAJ dari dulu hingga sekarang didampingi oleh romo, bruder, frater dari Ordo Serikat Yesus (Jesuit).

Setiap tahunnya, PERSINK mengadakan serangkaian kegiatan guna mempererat tali persaudaraan siswa-siswi SMA tersebut. Kegiatan itu antara lain Perayaan Natal & HUT PERSINK, Camping Rohani, Ziarek, Futsalan, Retret Kepemimpinan PERSINK dan lain-lain.

Retret kepemimpinan
Pada tanggal 23-25 Juli 2014, PERSINK telah menyelenggarakan Retret Kepemimpinan PERSINK. Retret dengan tema bertajuk “Live for God, Life for God” ini diharapkan dapat menghasilkan output peserta menjadi pribadi yang menyerahkan diri sepenuhnya hanya untuk melayani Tuhan. Tidak hanya itu, retret tahunan ini juga bertujuan untuk mencari kader-kader pengurus baru PERSINK untuk angkatan selanjutnya.

Persink 17 bersama

Retret yang berjalan selama 3 hari 2 malam ini diikuti oleh lebih dari 100 siswa-siswi dari berbagai SMA tidak hanya dari Jakarta, namun ada juga yang berasal dari Bekasi. Serangkaian acara yang telah disiapkan oleh panitia pun diikuti oleh peserta dengan segala keseruan dan keasyikkannya.

Hari pertama
Pada hari pertama, setelah panitia melakukan pembagian kamar, peserta diperbolehkan untuk merapikan barang-barang dan mandi. Selanjutnya, peserta berkumpul di aula untuk mendapatkan sesi perkenalan dari panitia dan dilanjutkan oleh Fr. Harry Kristanto, SJ.

Setelah sesi perkenalan dan menyantap snack, peserta kembali mendapatkan sesi bertema “Pemimpin yang Melayani” kemudian diselingi ice breaking oleh Fr. Martinus Dam Febrianto, SJ.

Ada yang unik di hari pertama retret ini, yaitu saat makan malam. Panitia mengubah konsep makan malam biasa menjadi menarik. Yap! Makan malam ala warteg. Di sini, peserta secara berkelompok diberi uang kertas mainan dengan jumlah yang sama. Tujuannya, uang mainan lantas digunakan untuk membayar makanan yang telah tersedia. Unik bukan? Makan malam ala warteg ini bertujuan agar peserta lebih menghargai dan mensyukuri makanan yang mereka peroleh.

Persink 4 pertemuan umum 1

Jika harga yang ditentukan cukup tinggi dan uang mainan yang didapat terbatas, bukankah peserta akan menghargai makanan yang dibeli dengan sehemat mungkin dan menghabiskannya? Tentu.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi berikutnya bertema “Mengenali Tipe Kepemimpinan” oleh Fr. Harry Kristanto, SJ.

Ada yang menarik lagi, setelah sesi kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembasuhan kaki. Pertama-tama peserta diajak untuk menyadari kembali dan menyesali segala kesalahan dan dosa yang telah dilakukan serta berdoa untuk mohon pengampunan dari Tuhan. Lalu delapan peserta dengan mata tertutup secara bergantian dituntun oleh panitia untuk dibasuh kakinya.

Tak hanya peserta yg dibasuh dan membasuh, namun panitia juga turut serta. Kemudian peserta yang sudah dibasuh kakinya akan bergantian untuk membasuh dan mencium kaki peserta berikutnya sebagai tanda melayani sesama dengan sungguh. Suasana kesedihan meliputi malam pertama retret, tanda para peserta dan panitia sungguh-sungguh menyesal akan dosa-dosa yg telah diperbuat.

Setelah upacara pembasuhan kaki selesai, peserta diperbolehkan untuk beristirahat.

Hari kedua

Pada hari kedua, setelah sarapan dan mandi, peserta kembali mendapatkan materi sesi bertema “Orang Muda sebagai Pemimpin Bangsa dan Gereja” yang diselingi dengan ice breaking oleh Fr. Agustinus Daryanto, SJ dan Fr. Yulius Suroso, SJ dilanjutkan snack untuk menghilangkan rasa jenuh. Tidak hanya pemberian materi, namun peserta juga diajak untuk diskusi berkelompok untuk menyelesaikan masalah yang diajukan oleh frater. Lalu seusai materi, dilanjutkan dengan makan siang.

 

Setelah makan siang bersama, para kelompok yg mengambil nama dari nama-nama nabi terdiri dari Daniel, Adam, Yunus, Yehezkiel, Yesaya, Amos, Elia membuat yel-yel kelompok dan diperagakan di depan kelompok lain. Lalu dilanjutkan dengan outbond yang terdiri dari beberapa pos. Setiap pos berisi permainan yang akan menuntut kerjasama serta solidaritas antar peserta dalam satu kelompok. Terlihat suasana kegembiraan terpancar dari peserta, panitia, maupun frater-frater yang juga ikut bermain.

Seusai kegiatan outbond, peserta diperbolehkan untuk mandi dan kembali berkumpul di aula untuk mempersiapkan acara malam keakraban. Malam keakraban merupakan acara dimana masing-masing kelompok menampilkan pertunjukkan yang menarik. Peserta sangat antusias untuk mempersiapkan pertunjukkan mereka, dilihat dari begitu banyak ide-ide menarik yg didiskusikan oleh tiap-tiap kelompok.

Candle light dinner

Persiapan malam keakraban dilanjutkan dengan makan malam. Konsep untuk makan malam kali ini pun dirubah oleh panitia. Konsep kali ini adalah Candle Light Dinner. Sebelumnya panitia telah menyediakan 2 buah gelas berisi nomor-nomor. 1 gelas untuk peserta perempuan dan lainnya untuk peserta laki-laki.

Persink 5 pertemuan umum 2

Setelah dipisahkan antara perempuan dan laki-laki, setiap peserta berhak mengambil satu nomor, setelah itu peserta perempuan dan laki-laki yang mendapatkan nomor yang sama, akan menjadi pasangan dalam Candle Light Dinner.

Konsep dari Candle Light Dinner yaitu 1 pasangan akan duduk berdua ditemani oleh lilin yang menyala, kemudian peserta laki-laki akan mengambilkan makanan untuk berdua, namun 1 pasangan hanya diberikan 1 piring, 1 gelas, dan satu pasang sendok-garpu.

Cara makannya pun unik! Antara peserta dalam 1 pasangan harus saling bersuap-suapan. Sungguh makan malam yang indah! Selang pasangan-pasangan menikmati makan malam, panitia memutarkan lagu-lagu romantis untuk mendukung suasana dan kemudian pasangan Candle Light Dinner yang paling romantis mendapatkan hadiah dari panitia.

Kegiatan dilanjutkan dengan puncak malam keakraban. Begitu meriah dan uniknya penampilan-penampilan dari tiap kelompok. Ada yang bernyanyi, melakukan parodi acara tv, drama, dan lain-lain. Malam kedua retret ini benar-benar dipenuhi dengan sukacita dari seluruh peserta, panitia, juga frater.

Persink 12 fun game ok

Memilih pengurus baru

Setelah semua kelompok mempersembahkan penampilannya, frater menutup kegiatan dengan refleksi malam lalu frater mengajak para peserta yang berminat untuk menjadi pengurus inti dan panitia PERSINK untuk berkumpul dan peserta lain diperbolehkan untuk beristirahat.

Saat peserta yang berminat sudah berkumpul, Fr. Harry sebagai pembina PERSINK memberikan beberapa arahan serta beberapa pengurus dan panitia terdahulu memberikan sedikit kesan dan pesan. Setelah itu, Fr. Harry kembali menyaring 5 kandidat calon penerus pengurus yang dipilih berdasarkan vote peserta sehingga muncullah 5 nama serta terbentuknya kepanitiaan sementara untuk acara Natal dan HUT PERSINK.

Persink 14 pengurus baru 2

Lima nama calon pengurus PERSINK baru diberikan arahan oleh Fr. Harry untuk melakukan kampanye pada hari terakhir. Setelah selesai, para peserta yang mengajukan diri untuk kepengurusan dan kepanitiaan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Pada hari ketiga, peserta mengawali kegiatan dengan refleksi pagi yg dipimpin oleh Fr. Harry. Selanjutnya peserta dipersilakan untuk mengemas barang-barang bawaan. Kemudian Fr. Harry memimpin acara untuk para kandidat berkampanye yang dilanjutkan dengan voting.

Persink 13 pengurus 1

Pengurus PERSINK 2014-105

Berikut hasil voting untuk pengurus inti PERSINK periode 2014-2015:
• Alexandra Widuri (SMAN 49) sebagai Koordinator Umum
• Marcellino Juventus (SMAN 72) sebagai Wakil Koordinator Umum
• Renate Septiana (SMAN 107) sebagai Sekretaris
• Baginda Yohanes (SMAN 72) sebagai Bendahara
• Nivia Christy (SMAN 36) sebagai Humas.

Acara dilanjutkan dengan snack. Seusai snack, seluruh peserta, panitia dan frater menuju ke kapel untuk misa syukur penutupan Retret Kepemimpinan PERSINK 2014 yang dipimpin oleh Rm. Anton Rosari, SVD . Dalam misa syukur ini juga termasuk peresmian pengurus inti PERSINK. Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang dan foto bersama.

Semoga acara Retret Kepemimpinan PERSINK 2014 dan terpilihnya pengurus inti PERSINK periode 2014-2015 ini dapat berguna bagi masa depan gereja khususnya kaum muda Katolik sehingga PERSINK KAJ dapat semakin berkembang dan berjaya.

Salam PERSINK.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply