Tidak Mengenal Allah

Ayat bacaan: Hosea 4:6a===================”Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah”Seberapa dekat anda mengenal keluarga terdekat anda? Kata kenal biasanya tidak sebatas luar saja tapi minimal tahu sifat dan tabiatnya. Kenal itu biasanya berjalan du…

Ayat bacaan: Hosea 4:6a
===================
“Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah”

Seberapa dekat anda mengenal keluarga terdekat anda? Kata kenal biasanya tidak sebatas luar saja tapi minimal tahu sifat dan tabiatnya. Kenal itu biasanya berjalan dua arah, kedua pihak sama-sama saling kenal, tahu apa yang disukai dan apa yang tidak. Kenyataannya ada banyak keluarga yang biarpun saling tahu tetapi tidak cukup kenal satu sama lain. Ada seorang teman saya yang bahkan tidak tahu tanggal ulang tahun saudaranya sendiri, dan keluarganya pun tidak pernah mengingat tanggal lahirnya. Apa hobi saudaranya, apa kerjanya, dia tidak tahu, padahal tinggalnya serumah. Dalam kondisi keluarga seperti ini biasanya masalah mudah muncul. Saya bertemu dengan banyak keluarga seperti ini. Mereka punya banyak masalah, dingin, renggang dan kerap berselisih, dan setelah ditelaah ternyata masalahnya hanya karena mereka tidak mengenal satu sama lain secara dekat dan mendalam.

Kalau antar manusia saja saling mengenal itu penting, apalagi dalam hubungan kita dengan Sang Pencipta. Alangkah bahayanya jika kita tidak mengenal Allah. Dan itu bukan mengenai rajin ke gereja dan berdoa semata. Mungkin kita mengira bahwa dengan rajin ke gereja, rajin berdoa itu secara otomatis membuat kita kenal dengan pribadi Allah. Benar, itu adalah sarana yang sangat baik untuk mengenal Dia, tetapi kenyataannya ada banyak orang yang melakukan itu semua bukanlah atas dasar kerinduan untuk mengenal Allah secara mendalam melainkan sekadar menjalankan rutinitas, karena disuruh orang tua, karena kebiasaan dan tradisi, hanya karena takut masuk neraka atau takut mengalami kesusahan dalam hidup dan alasan lainnya. Hal-hal seperti ini jika tidak dicermati akan membuat kita tidak kunjung mengenal Allah, dan itu bisa berakibat sangat buruk dan fatal bagi kita.

Dalam kitab Hosea kita bisa melihat mengapa Israel jadi binasa. Kelakuan mereka yang buruk pada akhirnya mendatangkan murka Tuhan. Dari mana akar permasalahannya? Alasannya jelas dikemukakan disana. “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah” (Hosea 4:6a).

Tidak mengenal bagaimana? Kalau kita lihat Hosea pasal 4, perikopnya berjudul “Menentang imam dan bangsa yang tidak setia”. Pasal ini dimulai dengan: “Dengarlah firman TUHAN, hai orang Israel, sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini.” (ay 1). Tiga alasan penting yang membuat Tuhan marah diberikan Tuhan disini yaitu: tidak setia, tidak ada kasih dan tidak mengenal Allah. Apa yang dilakukan orang Israel pada masa itu sungguh keterlaluan, “hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah.” (ay 2). Dalam ayat 6 dijelaskan juga bahwa para imam yang seharusnya jadi tulang punggung justru melupakan ajaran Tuhan. Kegagalan para imam tidak hanya berbicara mengenai para pendeta, pelayan Tuhan, tapi lebih luas lagi berbicara mengenai semua anak-anak Tuhan seperti yang tertulis dalam kitab Wahyu berikut ini. “dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya–dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, –bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.” (Wahyu 1:5-6). Semua ini membuat Israel akhirnya harus menanggung konsekuensinya.

Mengacu dari apa yang dialami bangsa Israel yang tegar tengkuk, kita bisa melihat bahwa menolak pengenalan akan Tuhan bisa mendatangkan bahaya besar. Ada banyak orang yang hanya mengandalkan pendeta atau pelayan Tuhan saja tanpa keinginan untuk mengenal Allah lebih jauh dalam hidupnya. Ada banyak yang menunda-nunda karena masih mau “menikmati” hidup, ada yang menganggap bahwa urusan kerohanian hanya urusan orang yang tua saja. Ada yang hanya menjalankan liturgi saja tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalamnya. Apa  yang dialami bangsa Israel pada masa itu secara jelas menunjukkan konsekuensi berat yang harus dialami akibat kesalahan mereka sendiri yang tidak menganggap penting pengenalan yang benar akan Tuhan. Itu bisa mendatangkan masalah besar dalam hidup kita.

Hanya mengandalkan tata cara peribadatan dan tradisi serta kebiasaan dan rutinitas dalam menjalankan ibadah belumlah mencerminkan usaha kita yang benar untuk mengenal Allah. Yesus menyinggung hal ini dengan keras. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21). Hanya rajin berseru tapi tidak mencerminkan terang dalam hidup itu artinya tidak mengenal Tuhan. “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” (ay 22). Bahkan jika kita berpikir bahwa kita sudah melakukan banyak pekerjaan Tuhan, tapi hati kita sebenarnya tidak tulus melakukan itu dan bukan berbuat itu demi kemuliaan Tuhan, jika kita rajin beribadah namun sebatas dibibir saja tanpa aplikasi nyata dalam hidup, maka kita pun akan kehilangan kesempatan untuk beroleh keselamatan. “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (ay 23).

Pengenalan akan Tuhan bisa kita dapati dengan mengenal diriNya melalui firman-firman Tuhan yang terdapat di dalam Alkitab. Alkitab bukanlah buku usang yang ketinggalan jaman dan membosankan untuk dibaca. Ada banyak tuntunan hidup dan rahasia-rahasia keselamatan di dalamnya yang mampu membuat kita semakin dekat mengenal pribadi Tuhan. Jangan berhenti hanya sampai membaca, tapi renungkan dan perbuatlah apa yang telah kita baca itu dalam kehidupan nyata. “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.”(Yakobus 1:25) Lantas ingat pula bahwa kita bisa mengenal Bapa lewat Yesus. “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yohanes 14:7). Tanpa mengenal Kristus, kita tidak akan pernah bisa mengenal Tuhan, dan dengan demikian kita tidak akan pernah bisa datang menghampiriNya dan menerima janji-janjiNya. Yesus berkata : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (ay 6).

Mari renungkan, sudahkah kita serius untuk lebih mengenal Allah? Teruslah kenali pribadiNya baik lewat Alkitab, kotbah, bacaan-bacaan rohani dan sumber lainnya, dan tentu saja, miliki pengenalan yang benar tentang Kristus. Jangan berhenti disana, tapi kemudian aplikasikanlah semua yang telah kita baca, dengar dan tahu itu ke dalam hidup kita sehari-hari. Kenali Dia, kenali suara hatiNya, keinginanNya dan kerinduanNya.

Mengenal Allah akan membuat kita hidup bahagia dan penuh sukacita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply