Tiada Yang Tersembunyi

Ayat bacaan: Yesaya 29:15
====================
“Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: “Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?”

Ada pepatah yang mengatakan, dunia hanya selebar daun kelor. Pepatah ini semakin lama semakin terbukti. Lewat teknologi modern kita dapat melihat kejadian-kejadian di berbagai belahan bumi manapun. Ada satelit yang berputar-putar di atas sana yang bisa menghubungkan berbagai sisi dunia secara langsung. Saat ini rasanya sudah sangat sulit mencari tempat yang benar-benar bebas dari pengamatan, perhatian atau penglihatan orang. Pembicaraan lewat telepon pun tidak lagi aman. Skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang baru-baru ini heboh bisa terbongkar lewat penyadapan telepon. Dengan penyadapan itu kita bisa mendengar percakapan mereka ketika merencanakan penipuan. Pada suatu kali teman saya sambil tertawa berkata, “dinding pun bisa mendengar.. tidak ada lagi privasi di dunia ini.” Bagaimana di dunia maya? Sebuah gambar humor lucu ini bisa menggambarkan jawabannya.

Tuhan tahu segalanya

Google dianggap banyak orang melanggar hak-hak privasi lewat fasilitas-fasilitas yang mereka sediakan. Humor satire yang ditampilkan pada gambar diatas dengan sinis menggambarkan bahwa kelak pada tahun 2084 google bisa mengetahui semua data kehidupan manusia. Berlebihan atau tidak, dari semua ilustrasi diatas kita bisa mendapat satu kesimpulan, bahwa untuk menyembunyikan sesuatu akan terus semakin sulit.

Jika dunia saja sudah sanggup mengetahui segala sesuatu yang kita kerjakan, apalagi Sang Pencipta kita. Dia yang menciptakan kita, dia tahu semua tentang kita; apa yang kita kerjakan, apa yang kita pikirkan, apa yang kita sembunyikan, semuanya Dia tahu. Jika manusia diibaratkan sebagai tanah liat yang dibentuk oleh tukang periuk, dapatkah tanah liat berkata bahwa tukang periuk tidak tahu apa-apa mengenai tanah liat yang dibentuknya? (Yesaya 29:16). Ketika manusia dengan sedaya upaya mencoba menyembunyikan berbagai rahasia, mungkin dunia bisa tertipu buat sementara waktu, tetapi tidak akan pernah bisa menipu Tuhan. Berbagai dosa, penipuan dan kejahatan yang kita sembunyikan, walau serapi apapun tetap terlihat jelas oleh Tuhan.

Pada Mazmur 10:4-11 tertulis bahwa orang fasik selalu berpikir bahwa mereka bisa menyembunyikan kejahatannya dari Tuhan. Mereka ini akan sibuk menyembunyikan segala sesuatu yang mereka lakukan, berdalih dengan seribu satu alasan, menyangkal segala kejahatannya, menutupi dengan berbagai cara lewat penyuapan dan lain-lain. “Ia berkata dalam hatinya: “Allah melupakannya; Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya.” (Mazmur 10:11). Mereka lupa bahwa ada Tuhan yang melihat segalanya dan tidak akan pernah bisa disuap. Dalam Yehezkiel 8:12 kita bisa lihat bahwa pikiran bahwa Tuhan tidak melihat kejahatan manusia tidak hanya menimpa para koruptor dan pelaku kejahatan, tapi bisa pula menimpa tua-tua Israel, orang-orang yang seharusnya menjadi panutan.

Kita semua telah ditebus dengan sangat mahal oleh darah Kristus. Oleh karenanya kita harus menjaga diri kita agar tidak terpeleset pada dosa lagi. Segala dosa bisa diketahui oleh Tuhan dan tidak akan pernah bisa kita tutupi. Dan ingatlah bahwa ada konsekuensi yang harus kita tanggung dalam setiap dosa yang kita lakukan. Jangan sampai apa yang telah dilakukan Kristus bagi kita menjadi sia-sia karena berbagai perbuatan kita yang menyimpang.

Dalam sudut yang paling tersembunyi pun Tuhan tahu apa yang kita perbuat

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply