“Thor: The Dark World”, Loki Berburu Kekuasaan

< ![endif]-->

LOKI yang ambisius, Loki yang culas, dan sekali lagi Loki yang piawai bermain kata-kata. Saya kira, apiknya film anyar hasil besutan sutradara Kenneth Branagh dengan judul Thor: The Dark World menjadi menarik lantaran dua hal.

Loki yang ‘menawan’ dengan segudang akal bulus dan perangainya yang ambisius dan bermain watak. Lainnya adalah sound-effect yang mengundang decak kagum, karena tiba-tiba jalanan beraspal di Greenwich di UK bisa terangkat dan ‘terkelupas’ menggulung semua benda yang berada di atasnya.

Loki, sosok anak raja yang sangat ambisius dengan segudang akal bulus, dengan sangat apik dimainkan oleh Tom Hindleton. Loki ini benar-benar memuakkan, kalau kita bicara tentang nafsu manusia –seperti kata Friedrich Nietszche—yang begitu liar yakni the will to power.

Loki menjadi menawan, manakala dia bisa bermain muka. Kadang membiarkan wajahnya merona memerah oleh bunga-bunga kekuasaan. Namun, sejenak  kemudian dia lungkrah, menjadi lesu dan tak berdaya karena hidup di balik penjara karena dihukum oleh ayahnya Raja Odin dari Kerajaan Asgard (Anthony Hopkins).

thor-villain-loki-to-get-his-own-movie

Loki jelas berbeda dengan Thor (Chris Hemsworth) yang selalu tampil macho dengan gada jumbonya.

Penampilan aktris cantik Natalie Portman yang memerankan diri sebagai Dr. Jane Foster memang menambah semarak film action super hero ini. Selebihnya ya biasa-biasa saja, karena ceritanya tidak membuat saya terkesan lantaran terlalu artifisial enggak karuan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: