There’s Season For Everything

Ayat bacaan: Pengkotbah 3:1
=======================
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.”

segala sesuatu ada masanya

Pernahkah anda merasakan bahwa anda sudah berbuat yang terbaik, namun tidak mendapatkan hasil yang terbaik? Anda sudah mati-matian belajar, tapi hasilnya jelek. Anda sudah mati-matian bekerja, tapi belum mendapatkan imbalan memadai, ada yang malah diberhentikan. Anda tidak melakukan kesalahan, tapi anda dipersalahkan. Anda sedang menikmati zona nyaman dalam hidup anda, tiba-tiba semua seakan-akan diambil dari anda, dijungkirbalikkan, dan dalam sekejap mata anda berada dalam keadaan yang sebaliknya. Hal seperti itu bisa terjadi kapan saja pada siapa saja. That’s how life goes. Terkadang kita akan merasakan berada pada sebuah situasi dan kondisi yang penuh ketidakadilan, kondisi sulit yang rasanya tidak sebanding dengan apa yang telah kita lakukan dengan sebaik-baiknya. Terkadang Tuhan ijinkan itu hadir dalam hidup kita. Bukan untuk menyiksa kita, tapi justru untuk mendatangkan kebaikan. Kebaikan? Ya, kebaikan. Mungkin saat ini anda tidak bisa melihat satupun sisi baik dari masalah yang anda alami, tapi pada suatu hari nanti, percayalah, anda akan tersenyum dan tahu bahwa itu adalah sebuah proses kehidupan yang bisa mendewasakan, menguatkan dan menebalkan iman kita.

Pagi ini saya dibangunkan dengan sebuah lagu lawas karya The Byrds berjudul “Turn Turn Turn” yang terdengar dalam hati saya. “To everything, turn, turn, turn, there is a season, turn, turn, turn, and a time for  every purpose under heaven..”. Dalam lagu itu dikatakan untuk segala sesuatu ada waktunya. A time to be born, a time to die. A time to plant, a time to reap. A time to be luck, a time to break down, dan sebagainya. Lirik lagu ini dikutip dari Pengkotbah. “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.”(Pengkotbah 3:1). There’s a season to everything, and a time for every matter or purpose. “Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.”(ay 2-8). For everything there’s a season. Ada masa dimana kita berada pada situasi tidak menyenangkan. Tapi ingatlah bahwa semua itu akan indah pada waktunya. Jika anda belum melihat apa-apa saat ini dari sisi kebaikan, bersabarlah, karena memang kemampuan kita tidak sanggup untuk mengerti rencana Tuhan buat diri kita jauh ke depan. “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (ay 11).

There are seasons, times and eras in our lives. Kita harus mampu menyikapi setiap masa dalam hidup kita dan mencoba menangkap hal positif dalam masa yang paling kelam sekalipun. Jika belum bisa, percayalah bahwa segala yang diijinkan Tuhan untuk terjadi pada anak-anakNya hanyalah untuk mendatangkan kebaikan. Tidak ada hal buruk dalam rancangan Tuhan. Semua hanyalah rancangan damai sejahtera akan hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11). Tentu saja masa-masa sukar yang penuh ketidakadilan itu menyakitkan untuk dijalani. Tentu saja kita lebih suka tertawa ketimbang menangis, lebih suka menari ketimbang meratap. Itu pasti. Namun masa-masa sukar itu justru seringkali membuat kita jadi mengenal Tuhan jauh lebih dalam. Ketika mengalami masa seperti itu, kita akan belajar bahwa tidak akan pernah cukup untuk mengandalkan kekuatan dan kepandaian manusia saja. Tapi di atas segalanya, ada Tuhan yang selalu menyiapkan rancangan terbaik buat setiap anda dan saya! Kita akan belajar dan mengerti bahwa tidak ada tempat perlindungan lain yang lebih baik selain Allah. “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Mazmur 46:2). Yes, God is our refuge and strength. Percayalah bahwa dalam keadaan sulit sekalipun, dalam masa-masa sukar, in bad times and dark-clouded seasons, Tuhan tetap ada bersama-sama dengan kita. Ketika anda masuk dalam masa seperti ini, tetaplah berpegang pada Tuhan. “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.” (55:24). Kita disiapkan untuk menjadi kepala dan bukan ekor, naik dan bukan turun. (Ulangan 28:13). Jika saat ini anda masih merasa dalam posisi ekor, dan sedang ada di bawah, bertahanlah, bangkitlah dan teruslah berjalan. jangan putus pengharapan. Ingatlah bahwa ada sesuatu yang indah yang direncanakan Tuhan di depan. Anda mungkin belum melihatnya, tapi Tuhan telah menyediakan semua itu di depan. Dan dalam prosesnya, penyertaan Tuhan selalu ada. Dalam masa seperti apapun anda saat ini, itu tetaplah masa yang tepat untuk percaya padaNya. It’s always the right season to put your trust in Him.

Masa sukar boleh hadir, tapi kasih setia Tuhan tetap menopang kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply