The Way to Live is To Die

Ayat Bacaan: Yoh 12:24
===================

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Gandum adalah tanaman jenis rumput yang menghasilkan biji2an ketika siap panen, dan sudah dikenal sejak jaman purbakala,penting sebagai sumber makanan manusia. Gandum ini pada perkembangannya dipakai untuk membuat roti, karena lebih baik dibandingkan biji2an lain. Malah sampai sekarang orang masih mengkonsumsi gandum, terutama bagi mereka yang sedang diet dan memerlukan makanan berserat yang baik untuk pencernaan.

Begitu uniknya biji gandum, dari sisi sifat tanamannya. Sebuah biji gandum dapat memberikan banyak biji2 gandum baru, justru ketika si biji gandum asalnya mati. Dan ini dijadikan Yesus Kristus untuk menunjukkan betapa pentingnya mati untuk dapat hidup subur penuh buah berkat yang manis.

Ya, tentu kita semua tahu bahwa perumpamaan ini dipakai Yesus untuk memberitakan kematianNya, menjawab Andreas dan Filipus. Yesus wafat, mengorbankan dirinya sendiri untuk menebus dosa2 kita. Tapi perumpamaan Kristus tentang biji gandum juga tepat untuk ditujukan ke kita, murid2Nya. Jadi, apakah kita juga harus mati di kayu salib agar bisa berbuah?

Tidak, Tuhan tidak menginginkan kita semua untuk disalibkan. Yang harus mati adalah nafsu kedagingan agar roh kerohanian kita dapat bertumbuh subur. Seringkali roh kita kalah dikuasai oleh kedagingan kita. Betapa sering kita merasa terlalu lelah, hingga kita melewatkan saat2 teduh, saat2 intim bersama Bapa. Betapa sering kita merasa berat untuk berpisah dari kasur dan bantal di pagi hari, untuk kemudian bertemu dan menyembah Dia. Betapa sering kita lebih memilih untuk membeli tabloid gosip ketimbang mempersiapkan renungan harian untuk bulan depan. Kedagingan kita jika masih hidup, tidak akan bisa memberikan apa2. Untuk mengalahkan kedagingan itu, saya akui, bukanlah hal yang mudah. Begitu banyak godaan duniawi yang bisa membuat kita terseret arus dengan cepatnya. Tapi yakinlah, jika kita tekun dan selalu tumbuh dalam doa, pujian dan penyembahan, kedagingan akan segera dikalahkan oleh kerohanian kita. Dan hasilnya? buah2 yang banyak dan manis pun akan kita dapatkan. Gandum, ketika baru tumbuh, tidak berbeda jauh dari rerumputan biasa. Tapi ketika siap panen, bulir2nya akan dapat dengan mudah dibedakan. Ya, kita pun demikian. Mungkin kita pada awalnya akan terlihat sama dengan saudara2 kita yang lain, tetapi yakinlah, jika kita selalu setia dan memuliakan Dia, mengikuti firman Tuhan dan tetap melatih diri kita untuk tekun sebagai murid Yesus dan anak Allah yang benar, kita akan terlihat berbeda dari sekeliling kita. Semoga kita semua tumbuh subur dan berbuah.. amin.

Jadilah biji gandum, tumbuhlah subur dan panenlah banyak buah yang manis

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply