The Greatest Gift of All

Ayat bacaan: 2 Korintus 9:15=======================”Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!”Ketika masih kecil saya selalu senang menjelang hari Natal karena itu artinya saya sebentar lagi akan mendapatkan hadiah dari Sinterklas…

Ayat bacaan: 2 Korintus 9:15
=======================
“Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!”

Ketika masih kecil saya selalu senang menjelang hari Natal karena itu artinya saya sebentar lagi akan mendapatkan hadiah dari Sinterklas yang biasanya sesuai dengan keinginan saya. Baru belakangan saya tahu bahwa yang namanya Sinterklas, datang mengendarai kereta dengan rusa terbang itu hanyalah dongeng. Kado sebenarnya berasal dari ibu saya yang membeli dengan berdasarkan daftar yang sebelumnya saya buat sendiri. Tidak heran kalau kadonya tepat seperti yang saya inginkan. Bagi yang sudah lebih dewasa biasanya merayakan dengan tukar menukar hadiah, makan malam bersama keluarga besar, ada yang berlibur ke tempat wisata dan sebagainya. Meski bagi sebagian orang yang bekerja libur Natal ini hanya dijatah sehari saja kecuali bisa mengambil cuti, hari Natal tetaplah merupakan momen membahagiakan apalagi datangnya menjelang tutup tahun.

Kalau saya tanya kepada anak-anak kecil yang bersekolah minggu, hari Natal sangat menyenangkan karena selain mereka libur, kebanyakan dari mereka dilimpahi hadiah dari orang tua, kakek-nenek atau om dan tantenya masing-masing. Anak kecil mana yang tidak senang dengan hadiah? Kita yang sudah dewasa saja masih senang saat menerima bingkisan. Itu tentu wajar. Tapi jangan lupa bahwa hadiah yang sebenarnya jauh lebih penting dan akan sangat menentukan seperti apa masa depan kita kelak. Natal adalah saat dimana kita memperingati kedatangan Kristus ke dunia sebagai wujud kasih Allah yang begitu besar kepada kita, seperti yang dinyatakan dalam Yohanes 3:16. That’s the greatest gift of all from God to us all. There’s no greater love than this. Sayangnya banyak dari kita yang malah lupa akan hal yang paling mendasar dari Natal ini lalu kemudian merayakannya hanya dengan pesta dan bertukar hadiah dalam bentuk fisik di dunia ini saja. Hadiah terbesar ini seharusnya bukan saja penting untuk kita renungkan terutama ketika di bulan Desember ini, tetapi alangkah baik pula jika kita menyampaikannya sebagai hadiah yang indah pula kepada anak-anak kita, keluarga terdekat, teman dan kerabat, bahkan apabila bisa menjangkau lebih banyak lagi orang diluar sana yang belum mengenalNya.

Apa yang dikatakan Paulus dalam ayat bacaan hari ini seharusnya bisa mengingatkan kita akan hal itu. Dalam suratnya kepada Jemaat Korintus ia menuliskan: “Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (2 Korintus 9:15). Yesus Kristus, itulah hadiah terindah dari Tuhan kepada kita sebagai sebuah anugerah yang tidak terkatakan besar dan indahnya. It’s His indescribable, inexpressible, beyond telling Gift. Dikatakan anugerah karena itu diberikan Tuhan dan kita terima bukan atas hasil usaha atau jasa kita, tapi kita yang seharusnya tidak layak mendapatkannya tetap bisa memperolehnya. Itulah yang disebut dengan anugerah. Dan anugerah keselamatan yang diberikan Tuhan dengan mengorbankan AnakNya yang tunggal Yesus Kristus jelas merupakan anugerah terbesar yang pernah ada. Jangan sampai kita lupa untuk mensyukuri apa yang dikaruniakan Tuhan ini, karena tanpa itu kita tahu bahwa hidup yang kita jalani hanya akan berakhir sia-sia tanpa jaminan apapun.

Disamping membanjiri anak dengan hadiah Natal, akan sangat baik apabila kita bisa menanamkan pengertian ini kepada mereka sejak dini agar mereka mampu menjalani hidup dengan benar. Seperti apa mereka kelak itu tergantung dari seperti apa kita mengarahkan mereka. Firman Tuhan berkata “Seperti anak-anak panah di tangan  pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” (Mazmur 127:4). Artinya, jika kita mendidik mereka sejak kecil mengenai kedisplinan, budi pekerti dan terutama pengenalan yang baik akan Yesus Kristus, maka merekapun akan tumbuh menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan, yang suatu ketika akan membuat kita bahagia melihat kesuksesan mereka. Sebaliknya apabila kita mengabaikan dan membiarkan waktu terbuang tanpa menanamkan kebenaran sampai mereka keburu dewasa, maka pada suatu ketika kita akan menyesal.

Apabila teman-teman sudah berkeluarga dan dikaruniai anak, mengapa tidak memanfaatkan waktu-waktu liburan menjelang Natal ini untuk membekali mereka dengan pengenalan yang indah akan Yesus? Ceritakanlah tentang hidup yang kekal dalam Kristus Yesus sebagai karunia Allah yang terindah, yang melepaskan kita dari maut akibat dosa (Roma 6:23). Anda bisa menceritakan bahwa Allah memberi kuasa kepada siapapun yang menerimaNya untuk menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Dan ini termasuk mereka, anak-anak kita. Dan banyak lagi hal-hal yang bisa anda bagikan kepada mereka sebagai bukti kasih Allah. Ini saatnya untuk mengingatkan mereka akan betapa besarnya kasih Allah kepada mereka. Allah memberikan hadiahnya yang terindah dan terbesar, yang tidak terkatakan itu, menjanjikan mereka sebuah hidup yang berkemenangan dengan jaminan kehidupan kekal dalam Kristus.

Berbagai kado boleh saja terasa menyenangkan dalam merayakan hari Natal Tetapi jangan lupakan untuk memberikan hadiah yang akan mampu menyertai hidup kita untuk selamanya, terlebih kepada anak-anak kita yang akan sanggup membekali mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang takut akan Tuhan kelak di kemudian hari. Jika tidak sekarang, kapan lagi? Bulan Desember adalah bulan yang hendaknya kita pakai untuk memperbaharui komitmen dan kasih kita kepada Tuhan disertai rasa syukur, menyadari dengan sebenar-benarnya akan kasih Kristus sebagai karunia terbesar Allah yang memberi keselamatan, dan jangan lupa pula untuk membagikannya kepada anak-anak kita. God has given us the greatest Gift of all, now it’s time for us to hand that Gift to our children.

Hadiah terindah Tuhan adalah keselamatan dalam Yesus Kristus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply