“The Double”, Ternyata Tokoh Idolaku ya Musuhku Juga

LAZIMNYA film thriller action dengan setting dunia intelijen, penonton selalu dimanja tidak saja oleh bunyi dar-der-dor tembakan. Tapi juga –dan ini yang paling asyik— diajak berpikir mencari alur cerita film ini. The Double dengan aktor utama bintang super keren Richard Gere menyuguhkan dua kombinasi itu: action, misteri pembunuhan, sekaligus menelisik siapa sesungguhnya pembunuh bayaran dengan code name Cassius itu.

Di dunia intelijen, nama Cassius adalah legenda besar. Selain dikenal licin sebagai agen rahasia yang piawai membantai musuh, Cassius juga selalu menyisakan teka-teki besar. Yakni, mengapa setiap kali melakukan pembunuhan ia sekali memakai teknik sayatan di leher calon korbannya.

Nah, ini yang terasa ganjil di dunia telik sandi dengan satu motif: killed or to be killed. Untuk merespon adagium ini, tentu saja main tembak dengan pistol atau senapan otomatis menjadi jalan tercepat dan efektif untuk membungkam musuhnya sampai merenggang nyawa. Namun, Cassius lebih memilih jalan ganjil: menggorok leher lawannya dengan senar baja yang tersembunyi di sebuah jam tangan.

Cassius misterius

Seorang senator AS menjadi korban pertama kekejaman Cassius, setelah sekian tahun lamanya hilang bak ditelan bumi. Kemunculannya di wilayah AS tentu saja membuat para operator intelijen CIA  di lapangan menjadi siaga merah.  Cassius menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional Amrik lantaran pembunuh berdarah dingin ini merupakan sisa dari jaringan intelijen Russia ketika ketegangan Perang Dingin antara AS-Uni Soviet masih memanas.

Padahal, Markas Besar CIA di Langley sebelumnya meyakini Cassius telah tewas di ujung pelor oleh sergapan seorang agen CIA senior bernama Paul Sheperdson (Richard Gere) saat operasi penyergapan di Eropa Timur. Karena kemunculannya kembali inilah, Direktur Operasi CIA Tom Highland (Martin Sheen) dibuat cemas, karena Cassius jelas menjadi ancaman nasional bagi AS.

Paul Sheperdson sudah lama pensiun dari Langley setidaknya selama 25 tahun terakhir. Meski demikian, dia tak bisa mengelak ketika Tom Highland yang dikenalnya sejak di Paris sedikit memaksa dan  memintanya bisa menyumbang gagasan bagaimana bisa menelisik keberadaan Cassius yang konon kabarnya sudah berada di jantung Ibukota AS.

Ben yang super ambisius  

Awalnya, Paul menolak dengan tegas karena percaya Cassius sudah mati di tangannya 25 tahun silam. Namun, nalurinya sebagai intel lapangan senior menjadi mendidih, ketika seorang agen rahasia muda dengan teramat pedenya mengaku mengenal sosok Cassius ini. Bahkan, Ben Geary (Topher Grace) –nama agen muda lulusan Universitas Harvard—ini mengaku memperoleh gelar master-nya justru karena menguntit sosok Cassius dari A-to-Z.

Paul merasa tertantang sekaligus terintimidasi mendengar ocehan Ben ini. Pada akhirnya kedua agen beda usia ini malah duduk dalam satu tim yakni mengejar Cassius yang misterius.

Paul adalah Cassius dalam arti yang sebenar-benarnya. Karena tersentuh oleh keramahan Ben dan bahkan diundang makan di rumahnya, Paul sekali waktu mendesak agar Ben segera meninggalkan ambisinya menguntit Cassius. “Risikonya terlalu besar. Tidak hanya bagi nyawamu, tapi juga nyawa istri dan kedua anakmu,” kata Paul menasehati Ben.

Baru ketika keduanya dihadapkan pada situasi harus berhadapan dengan mafia Russia penyelundup senjata yang dimotori Brutus (Stephen Moyer), Ben menjadi sadar bahwa Cassius itu ternyata Paul Sheperdson sendiri, mentor yang dia kagumi sekaligus ‘musuh’ yang dia harus bunuh.

Paul identik Cassius

Ya ampun, ujung cerita film ini malah membuat para penonton buyar konsentrasinya.

Paul tidak hanya membuka rahasia pribadinya sebagai Cassius asli yang dijadikan ‘musuh nomor satu’ seluruh jaringan intel AS. Melainkan dia sendiri adalah seorang agen Russia yang berhasil menyusup masuk ke CIA. Dan begitu pula Ben juga sengaja disusupkan Russia bisa masuk Langlely sebagai double agent.

The Double benar tidak saja memanjakan mata penonton dengan bunyi tembakan. Tapi juga memuaskan rasa ingin tahu penonton akan sosok misterius bernama Cassius.  Pemirsa pun dibuat kaget ketika akhirnya mengetahui Paul Sepherdson yang harusnya  memburu Cassius ini, ternyata sang buruan itu tak lain adalah dirinya sendiri.  

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: