“The Avengers”, Jangan Bawa Logika Melihat Aksi Super Heroes

UNTUK urusan cipta-mencipta tokoh rekaan, Hollywood memang jagonya. Termasuk kemampuan mereka bisa menciptakan mahkluk-mahkluk extra-terrestrial (ET) dengan kekuatan menakjubkan hingga manusia dibuat takluk kepada ET ini. Karena itu, kalau menonton Marvel’s The Avengers jangan membawa modal logika untuk mencerna keindahan film yang jadi box office dimana-mana ini.

Menonton Marvel’s the Avenngers serasa menjadi orang dungu yang harus  terkagum-kagum lantaran hebatnya aksi para tokoh rekaan Marvel.  Letak menariknya justru bagaimana Marvel bisa mencipta yakni  membuat yang tidak ada tapi sekarang menjadi ada. Tentu saja logika kita harus menempatkan itu tetap dalam sebuah koridor bernama layar lebar, karena di dunia riil semua mahkluk rekaan itu juga tidak ada.

Empat super heroes

Di tangan Marvel, maka lahirlah Iron Man (Robert Downey Jr), lalu Captain America (Chris Evans), juga Thor (Christ Hemsworth ), dan tak kalah menariknya si Muka Garang nan Perkasa Hulk (Mark Ruffalo). Di bawah kendali komandan organisasi kontra spionase Shield dengan tokohnya yang eksentrik bernama Nick Fury (Samuel L. Jackson), keempat jagoan super itu didaulat harus merebut benda penghasil energi tak terbatas bernama Tesseract.

Untuk menggapai mimpi bisa merebut benda berharga itu, keempat tokoh rekaan itu harus bertempur mati-matian menaklukan Loki (Tom Hiddleston)  –manusia setengah dewa—yang ambisius memiliki Tesseract untuk menguasai manusia dan planet bumi. Sementara, barisan Shield diperkuat oleh intel perempuan digdaya bernama sandi Black Widow alias Natasha Romanoff (Scarlett Johansson).

Sekali lagi, hanya perlu duduk nonton aneka adegan gedebag-gedebug antara Loki dan keempat makluk super hero itu dalam kisah perebutan menguasai Tesseract. Kalau datang dengan harapan mendapatkan sebuah logika film ini, tentu harapannya akan kandas seketika. Penonton memang harus  puas terhadap  sound effect yang prima. Juga, menyaksikan animasi dahsyatnya mahkluk-mahkluk antah berantah yang menjadi  cecunguk suruhan Loki  memporak-porandakan bumi dan segenap makluknya.

Selebihnya, untuk sementara waktu logika manusia terpaksa istirahat sepanjang film berdurasi lebih dari 2 jam  ini.

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. ###############################
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: