“The Age of Adaline”, Pengalaman Awet Muda yang Merisaukan

Wajah Adaline dari tahun ke tahunDARI abad ke abad, banyak orang mencari cara agar awet muda dan tidak lekas menua. Sebagian orang memilih cara-cara tradisional untuk mewujudkannya, di antaranya melalui ramuan rempah-rempah yang dibuat ekstrak minuman jamu, dipakai sebagai masker atau lulur kulit. Sementara yang lain memilih cara modern, misalnya melalui operasi plastik, suntik hormon dan obat kimiawi. Setidak-tidaknya banyak orang dapat mengalami kulit yang tidak cepat keriput dan wajah yang tetap memesona dari tahun ke tahun, meskipun usia pasti selalu akan bertambah. Dan cara-cara yang ditempuh tersebut menghasilkan perasaan bahagia bagi mereka-mereka yang merasa berhasil mencapai hasil yang diharapkan: “awet muda!” Namun tidak demikian dengan yang dialami oleh Adaline Bowman (Blake Lively) dalam film anyar berjudul The Age of Adaline (2015). Akibat sebuah peristiwa kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya pada tahun 1935, Adaline justru mengalami usia awet muda selama pada tahun-tahun sesudahnya. Suatu pengalaman yang menjadikan Adaline tidak bahagia, namun justru menjadi risau dan selalu mencari cara untuk menjadi “tua” secara normal adanya. Kecelakaan sumber awet muda Apa yang dialami oleh Adaline dalam kisah The Age of Adaline adalah sebuah pengalaman luar biasa yang sulit untuk dijelaskan secara logika. Dalam film garapan sutradara Lee Toland Krieger ini, penonton akan diajak untuk menyelami pengalaman sekaligus perasaan Adaline yang selalu awet muda. Adaline dilahirkan pada tahun 1908. Ia menikah dengan seorang insinyur, dan dikaruniai seorang putri yang cantik bernama Flemming. Kehidupan pernikahan Adaline pada awal abad ke-20 dikisahkan cukup bahagia dengan suami dan anak semata wayangnya. Mendadak sebuah kejadian menyedihkan singgah dalam kehidupan Adaline. Suami yang begitu ia cintai pergi untuk selama-lamanya. Situasi kehidupan Adaline tiba-tiba menjadi terbalik 360 derajat. Rumah tangganya pun hancur dalam sekejab. Di suatu malam, saat hendak pulang ke rumah orang tuanya, Adaline mengalami kecelakaan. Mobil yang dikendarainya keluar dari lintasan jalan raya, lalu terjerembab masuk ke dalam sungai. Pasca kecelakaan, Adaline sempat mengalami kondisi mati suri selama beberapa waktu lamanya. Usai siuman, Adaline menemukan kenyataan bahwa dirinya tak bisa menua. Saat itu Adaline berusia 29 tahun. Menemukan resep menjadi tua sewajarnya Demi menjaga rahasia dirinya, Adaline terpaksa berkali-kali mengganti identitas dan alamat tempat tinggalnya setiap 10 tahun sekali. Tentu situasi dan kondisi demikian akan menciptakan kesulitan tersendiri bagi Adaline. Kehidupan pribadinya serta-merta harus dikorbankan agar keanehan yang dialaminya tidak diketahui oleh orang lain. Adaline selalu menjaga jarak dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Hanya Flemming (putrinya) saja yang benar-benar tahu dan mengenal sosok ibunya itu. Tahun demi tahun berjalan tanpa bisa dihentikan. Di satu sisi, Adaline tetap awet muda, sedangkan di sisi yang lain, Flemming kian menua dan menjadi nenek-nenek. Agar tidak mencurigakan, Adaline selalu menghindar dari jepretan kamera, bahkan Adaline menahan perasaan hatinya agak tidak sampai jatuh cinta kepada seorang pria. Sungguh, pergulatan hidup yang pasti tidak mudah untuk dilakoni di dunia nyata. Dalam film, Adaline dikisahkan sempat menjalin cinta dengan seorang pria. Akan tetapi, Adaline kemudian meninggalkan pria itu begitu saja demi menjaga rahasia dirinya. Hingga pada suatu ketika, Adaline jatuh cinta kembali dengan Ellis Jones (Michiel Huisman). Kali ini Adaline menghadapi situasi pelik, karena tanpa disangka, calon mertua laki-lakinya adalah mantan kekasihnya di masa lalu. Kisah yang dipaparkan secara dramatis dalam The Age of Adaline ini mengajak para penonton untuk berefleksi dan merenung. Meskipun dibuat dalam format drama romantis, tetapi melalui scene-scene yang ditampilkan, banyak ungkapan perasaan dan gejolak hati yang hendak disuarakan oleh tokoh utamanya: Adaline. Seorang wanita yang sekonyong-konyong mengalami situasi “awet muda”, yang dikemudian hari justru menciptakan dilema dan konflik menarik bagi dirinya sendiri. Apalagi dalam perjalanan hidupnya, Adaline harus menyaksikan satu demi satu orang-orang di sekitarnya menjadi tua sewajarnya. Sedangkan ia masih harus menghabiskan waktu, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, untuk menemukan jawaban pertanyaan sekaligus harapan di hatinya, “Adakah resep untuk menjadi tua sewajarnya bagi dirinya?” Film drama romantis berdurasi 112 menit ini juga dibintangi oleh: Ellen Burstyn, Harrison Ford, Kathy Baker, Amanda Crew dan Lynda Boyd. Film produksi Lakeshore Entertainment dan Sidney Kimmel Entertainment ini juga digawangi oleh J. Mills Goodloe dan Salvador Paskowitz sebagai penulis naskahnya.  

Wajah Adaline dari tahun ke tahun

DARI abad ke abad, banyak orang mencari cara agar awet muda dan tidak lekas menua. Sebagian orang memilih cara-cara tradisional untuk mewujudkannya, di antaranya melalui ramuan rempah-rempah yang dibuat ekstrak minuman jamu, dipakai sebagai masker atau lulur kulit. Sementara yang lain memilih cara modern, misalnya melalui operasi plastik, suntik hormon dan obat kimiawi.

Setidak-tidaknya banyak orang dapat mengalami kulit yang tidak cepat keriput dan wajah yang tetap memesona dari tahun ke tahun, meskipun usia pasti selalu akan bertambah. Dan cara-cara yang ditempuh tersebut menghasilkan perasaan bahagia bagi mereka-mereka yang merasa berhasil mencapai hasil yang diharapkan: “awet muda!”

Namun tidak demikian dengan yang dialami oleh Adaline Bowman (Blake Lively) dalam film anyar berjudul The Age of Adaline (2015). Akibat sebuah peristiwa kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya pada tahun 1935, Adaline justru mengalami usia awet muda selama pada tahun-tahun sesudahnya. Suatu pengalaman yang menjadikan Adaline tidak bahagia, namun justru menjadi risau dan selalu mencari cara untuk menjadi “tua” secara normal adanya.Poster-film-Age-of-Adaline-2015

Kecelakaan sumber awet muda

Apa yang dialami oleh Adaline dalam kisah The Age of Adaline adalah sebuah pengalaman luar biasa yang sulit untuk dijelaskan secara logika. Dalam film garapan sutradara Lee Toland Krieger ini, penonton akan diajak untuk menyelami pengalaman sekaligus perasaan Adaline yang selalu awet muda.

Adaline dilahirkan pada tahun 1908. Ia menikah dengan seorang insinyur, dan dikaruniai seorang putri yang cantik bernama Flemming. Kehidupan pernikahan Adaline pada awal abad ke-20 dikisahkan cukup bahagia dengan suami dan anak semata wayangnya.

Mendadak sebuah kejadian menyedihkan singgah dalam kehidupan Adaline. Suami yang begitu ia cintai pergi untuk selama-lamanya. Situasi kehidupan Adaline tiba-tiba menjadi terbalik 360 derajat. Rumah tangganya pun hancur dalam sekejab.

Adaline bersama Ellis Jones (Ist)

Di suatu malam, saat hendak pulang ke rumah orang tuanya, Adaline mengalami kecelakaan. Mobil yang dikendarainya keluar dari lintasan jalan raya, lalu terjerembab masuk ke dalam sungai. Pasca kecelakaan, Adaline sempat mengalami kondisi mati suri selama beberapa waktu lamanya. Usai siuman, Adaline menemukan kenyataan bahwa dirinya tak bisa menua. Saat itu Adaline berusia 29 tahun.

Menemukan resep menjadi tua sewajarnya

Demi menjaga rahasia dirinya, Adaline terpaksa berkali-kali mengganti identitas dan alamat tempat tinggalnya setiap 10 tahun sekali. Tentu situasi dan kondisi demikian akan menciptakan kesulitan tersendiri bagi Adaline. Kehidupan pribadinya serta-merta harus dikorbankan agar keanehan yang dialaminya tidak diketahui oleh orang lain. Adaline selalu menjaga jarak dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Hanya Flemming (putrinya) saja yang benar-benar tahu dan mengenal sosok ibunya itu.

Tahun demi tahun berjalan tanpa bisa dihentikan. Di satu sisi, Adaline tetap awet muda, sedangkan di sisi yang lain, Flemming kian menua dan menjadi nenek-nenek. Agar tidak mencurigakan, Adaline selalu menghindar dari jepretan kamera, bahkan Adaline menahan perasaan hatinya agak tidak sampai jatuh cinta kepada seorang pria. Sungguh, pergulatan hidup yang pasti tidak mudah untuk dilakoni di dunia nyata.

Dalam film, Adaline dikisahkan sempat menjalin cinta dengan seorang pria. Akan tetapi, Adaline kemudian meninggalkan pria itu begitu saja demi menjaga rahasia dirinya. Hingga pada suatu ketika, Adaline jatuh cinta kembali dengan Ellis Jones (Michiel Huisman). Kali ini Adaline menghadapi situasi pelik, karena tanpa disangka, calon mertua laki-lakinya adalah mantan kekasihnya di masa lalu.

Kisah yang dipaparkan secara dramatis dalam The Age of Adaline ini mengajak para penonton untuk berefleksi dan merenung. Meskipun dibuat dalam format drama romantis, tetapi melalui scene-scene yang ditampilkan, banyak ungkapan perasaan dan gejolak hati yang hendak disuarakan oleh tokoh utamanya: Adaline. Seorang wanita yang sekonyong-konyong mengalami situasi “awet muda”, yang dikemudian hari justru menciptakan dilema dan konflik menarik bagi dirinya sendiri.

Apalagi dalam perjalanan hidupnya, Adaline harus menyaksikan satu demi satu orang-orang di sekitarnya menjadi tua sewajarnya. Sedangkan ia masih harus menghabiskan waktu, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, untuk menemukan jawaban pertanyaan sekaligus harapan di hatinya, “Adakah resep untuk menjadi tua sewajarnya bagi dirinya?”

Film drama romantis berdurasi 112 menit ini juga dibintangi oleh: Ellen Burstyn, Harrison Ford, Kathy Baker, Amanda Crew dan Lynda Boyd. Film produksi Lakeshore Entertainment dan Sidney Kimmel Entertainment ini juga digawangi oleh J. Mills Goodloe dan Salvador Paskowitz sebagai penulis naskahnya.

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply