Tetap Setia Melayani Tuhan

Ayat bacaan:Lukas 14:11
=======================
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

setia melayani Tuhan

Dalam sebuah wawancara saya dengan seorang vokalis dari sebuah band ternama saya mendapat cerita menarik tentang awal karirnya. Semuanya dimulai ketika ia tengah melayani pada satu kebaktian di gereja. Pada saat itu ia bermain drum, dan kebetulan setelah kebaktian bakal ada sebuah konser musik jazz. Permainan drumnya menurut si vokalis tidaklah istimewa. Tapi entah kenapa ia menarik perhatian seorang pianis terkenal di negara kita yang sedang menunggu kebaktian selesai. Dia diundang untuk datang ke rumah sang pianis, kemudian disuruh berhenti bermain drum, dan beralih kepada olah vokal. Ia lalu mengikuti sebuah acara TV yang mencari penyanyi berbakat dan berhasil keluar sebagai salah satu pemenang. Bakatnya kemudian mengantarkan dirinya untuk menjadi vokalis dari sebuah band anak muda yang sedang naik daun.Kesuksesan pun menghampiri dirinya. Apakah semua itu merubah dirinya? ternyata tidak. Dia masih aktif melayani hingga saat ini di gereja. Menurutnya, semua yang ia raih adalah berkat dari Tuhan. Dulu dia sungguh-sungguh melayani, kini pun komitmennya tidak berubah sedikitpun. “kita tahu berapa banyak anak-anak Tuhan yang meninggalkan Tuhan setelah meraih sukses, dan lihat apa yang terjadi pada mereka.. gue tidak mau seperti itu, gue mau setia. Lagipula semua yang gue capai berasal dari Tuhan..” katanya. Luar biasa bukan? Kisah yang sama saya jumpai dalam pagelaran Java Jazz 2008 di hari ketiga yang jatuh pada hari Minggu. Ada beberapa musisi internasional yang ikut tampil pada kebaktian pagi yang diadakan di Jakarta Convention Center. Mereka memang musisi-musisi bertaraf internasional dan terkenal, tapi ketika ada di panggung untuk memuliakan Tuhan, mereka adalah hamba-hamba Tuhan yang sedang melayani. “All for the glory of Jesus!” teriak salah seorang vokalis Incognito.

Sang vokalis tidak salah. Kita melihat dalam perjalanan hidup selebritis begitu banyak yang terjatuh pada berbagai macam dosa karena mereka terbuai akan kesuksesan, kemakmuran dan kekayaan mereka. Ketika Tuhan memberkati mereka secara melimpah, mereka bukannya bersyukur dan menjadi lebih mencintai Tuhan, tapi sebaliknya malah meninggalkan Tuhan dan terus tenggelam dalam dosa. Bersikap tetap rendah hati dan setia melayani Tuhan adalah sebuah pilihan terbaik, apalagi ketika kita mempunyai kesempatan, kemampuan dan talenta untuk melayani dan menyatakan kemuliaan Tuhan dalam berbagai bidang. Apapun yang kita buat bagi Tuhan, betapapun kecilnya, akan sangat berharga di mata Tuhan. Paulus pun mengingatkan kita akan hal tersebut.“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58). Kita harus memiliki visi yang sama seperti Tuhan Yesus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. (Matius 20:28).

“Don’t wait till tomorrow what you can do today”. Peribahasa ini juga berlaku dalam kehidupan rohani kita. Tidak ada alasan apapun untuk bisa melayani Tuhan, karena kita semua memiliki kelebihan dan bakat yang berbeda-beda. Miliki komitmen untuk melayani, bukan untuk ketenaran pribadi, tapi untuk kemuliaan Allah yang telah memberikan kita kemampuan untuk itu. “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.” (1 Petrus 4:11)

Nyatakanlah kemuliaan Allah lewat tindakan, perbuatan dan pelayanan kita pada sesama

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply