Tetap Melayani

Ayat bacaan: Lukas 14:11
==================
“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

melayani Tuhan

Ketenaran dan kesuksesan sering membuat orang menjadi jauh dari Tuhan. Kita semua ingin berhasil dalam hidup, baik dalam karir, keuangan, rumah tangga dan sebagainya. Kita ingin bisnis dan pekerjaan kita berhasil, penghasilan meningkat, tetapi yang kerap terjadi, ketika semua itu kita peroleh kita pun menjadi lupa diri. Ada banyak orang yang kemudian menganggap mereka tidak lagi punya cukup waktu untuk dipakai berhubungan dengan Tuhan, sesuatu yang mungkin tadinya secara rutin dilakukan sebelum kesuksesan itu datang. Ironis sekali, tapi itulah yang sering terjadi. Karena itulah saya selalu kagum ketika bertemu dengan artis-artis yang sudah populer tetapi mereka masih tetap terhubung dengan Tuhan, bahkan beberapa di antara mereka masih rutin melayani di gerejanya masing-masing meski kesibukan dalam karir begitu menyita waktu. Seorang musisi muda yang terkenal pernah bercerita pada saya bahwa semua kesuksesan yang ia peroleh itu sungguh berasal dari Tuhan. “Saya sering berpikir, rasanya tidak mungkin semua ini bisa datang kalau bukan dari Tuhan. Terlepas dari ketekunan saya latihan dan mati-matian membangun karir, tidak akan ada satupun yang berhasil jika Tuhan tidak turut campur di dalamnya. Dia itu memang luar biasa..” katanya sambil menunjuk ke atas dan tersenyum. Saya mengenalnya sejak belum terkenal dan kini ia sudah menjadi satu nama yang hampir pasti diajak dalam konser-konser berukuran festival di negara kita. Dari dulu sampai sekarang, pribadinya yang ramah dan rendah hati tidak pernah berubah. Oleh karena itulah saya merasa kagum dan menaruh respek besar kepadanya.

Apa yang ia tampilkan benar-benar melawan kecenderungan yang sering terjadi. Sering kita melihat dalam perjalanan hidup para artis dan selebritis ada begitu banyak yang terjatuh pada berbagai macam dosa karena mereka terbuai akan kesuksesan, kemakmuran dan kekayaan mereka. Berkecimpung di dunia selebritis membuat saya sedikit banyak tahu bagaimana lifestyle yang tumbuh di kalangan selebritis seperti mereka. Ketika Tuhan memberkati mereka secara melimpah, banyak di antara mereka bukannya bersyukur dan menjadi lebih mengasihi Tuhan, tapi sebaliknya malah meninggalkan Tuhan dan terus semakin memperlebar jarak dengan bertambah subur dalam dosa. Tapi puji Tuhan, ada beberapa di antara mereka yang ternyata bisa tetap berani tampil beda di dunianya. Dan itu memang yang diinginkan Tuhan pula untuk dilakukan umatNya. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2). Sebagai anak-anak Tuhan kita harus berani bersikap jika pergaulan disekitar kita tidak baik. Bukannya ikut-ikutan tetapi tetap hidup lurus meski dunia sudah bengkok begitu parah. Apa yang harusnya kita lakukan adalah tetap bersikap rendah hati dan setia melayani Tuhan. Dalam keadaan biasa-biasa kita harus setia melayani Tuhan, apalagi ketika kesuksesan ada pada kita, dimana kita akan memiliki lebih banyak sumber daya untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan dan KerajaanNya. Inilah pilihan yang terbaik, apalagi ketika kita mempunyai kesempatan, kemampuan dan talenta untuk melayani dan menyatakan kemuliaan Tuhan dalam berbagai bidang. Ingatlah bahwa apapun yang kita buat bagi Tuhan, betapapun kecilnya, akan sangat berharga di mataNya.

Paulus mengingatkan kita: “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58). Tidak akan pernah sia-sia di mata Tuhan, meski mungkin dunia memandang apa yang kita lakukan itu begitu kecilnya dan tidak berharga. Lihatlah bahwa kepada kita semua sudah diberikan karunia-karunia tersendiri. Itu bukan untuk dipakai sendiri, bukan pula untuk disombongkan, tetapi justru itu semua seharusnya dipergunakan demi kemuliaan Tuhan. “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:9). Melayani orang lain sesuai dengan karunia dari Tuhan, itu harus selalu kita ingat. Ingat pula bahwa kita harus memiliki visi yang sama seperti Tuhan Yesus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. (Matius 20:28). Dan jangan lupa pesan Yesus berikut: “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 14:11).

Jangan tunda apa yang bisa anda lakukan hari ini juga. Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “Don’t wait til tomorrow what you can do today.”  Peribahasa ini tidak hanya berlaku bagi pekerjaan dan kehidupan jasmani kita, tetapi tentu juga berlaku dalam kehidupan rohani. Tidak ada alasan apapun untuk merasa tidak sanggup melayani Tuhan, karena Firman Tuhan jelas berkata bahwa kita semua memiliki kelebihan dan bakat yang berbeda-beda. Miliki komitmen untuk melayani, bukan untuk ketenaran pribadi, tapi untuk kemuliaan Allah yang telah memberikan kita kemampuan untuk itu. “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.” (1 Petrus 4:11) Apa yang dilakukan oleh teman musisi di atas menjadi contoh yang baik bagi saya, dan semoga juga bagi anda semua. Selamat melayani, Tuhan memberkati.

Mari kita nyatakan kemuliaan Allah lewat tindakan, perbuatan dan pelayanan kita pada sesama

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply