Terus Belajar

Ayat bacaan: Titus 3:14
==================
“Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.”

terus belajar

Adakah waktu bagi kita untuk berhenti belajar? Dalam mengikuti jenjang pendidikan mungkin saja ada masanya kita selesai dari tahapan formal. Tetapi dalam kehidupan tidak ada alasan sama sekali untuk berhenti belajar. Sejak bayi kita sudah belajar banyak hal. Belajar berjalan, belajar berbicara, lalu mungkin mulai belajar di sekolah dasar, mulai belajar naik sepeda, dan seterusnya. Kita terus belajar untuk menjadi orang yang lebih baik lagi baik dari orang tua, guru, dari keteladanan orang-orang lain, buku dan sebagainya. Sebagai seorang dosen sekalipun saya harus terus belajar, terutama dalam mengikuti perkembangan ilmu yang saya ajarkan. Tanpa terus melakukan update terhadap hal-hal yang baru maka yang saya ajarkan cepat atau lambat akan menjadi usang dan tidak lagi aplikatif terhadap kondisi terbaru saat ini. Saya tidak perlu jauh-jauh untuk mencari model mengenai semangat tidak pernah berhenti belajar ini, karena ayah saya sendiri masih mengambil kuliah tambahan di bidang berbeda di usianya yang sudah lebih setengah abad lebih satu dasawarsa yang lalu. Ia sudah berprofesi sebagai dokter sejak awal tahun 70 an, tetapi masih juga mengambil pendidikan di bidang hukum di usia tuanya untuk menunjang apa yang sudah ia geluti sejak awal. Semangat untuk tidak pernah berhenti belajar adalah cerminan dari orang yang dinamis, yang selalu ingin menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari.

Alkitab berulang kali pula memberi anjuran agar kita jangan pernah berhenti belajar, baik dalam menjalani kehidupan di dunia maupun dalam hal rohani. Titus berpesan “Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.” (Titus 3:14). Untuk bisa lebih baik lagi melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik pun kita harus senantiasa belajar. Dan Titus mengatakan itu akan menghasilkan buah-buah yang manis dalam kehidupan kita. Berhenti belajar artinya berhenti berbuah. Jika diibaratkan sebuah pohon, apa yang akan dilakukan ketika pohon tidak lagi berbuah? Mungkin awalnya diberi pupuk dan sebagainya, tetapi jika tidak juga kunjung menghasilkan, maka pohon akan ditebang dan dibuang. Seperti itu pula kita. Dalam segala hal, kita harus senantiasa berusaha menjadi lebih baik, dan itu tidak akan bisa kita peroleh jika kita berhenti belajar.

Tidak ada alasan sama sekali bagi kita untuk berhenti belajar apalagi dengan keuntungan dilahirkan di jaman modern dimana ada banyak sekali sarana yang akan menunjang kemudahan untuk belajar. Dahulu saya sempat harus pergi ke perpustakaan terlebih dahulu untuk belajar tetapi sekarang dengan duduk di rumah kita bisa memanfaatkan internet untuk belajar mengenai apapun. Untuk merenungkan firman Tuhan siang dan malam pun demikian. Jika dahulu kita harus membeli sebuah Alkitab terlebih dahulu, sekarang berbagai aplikasi tersedia dengan sangat mudah dan gratis. Lewat internet kita bisa memperolehnya dengan cepat, bahkan tersedia pula banyak aplikasi untuk handphone jenis apapun. Jadi alangkah sayangnya jika kita yang hidup di jaman modern ini justru bermalas-malasan untuk belajar.

Salomo seorang yang sangat dipenuhi hikmat berkata baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.” (Amsal 1:5) Seseorang dikatakan bijak salah satunya bisa diukur dari kerinduan mereka untuk tidak menutup telinga melainkan rajin mendengar dan keseriusan mereka untuk terus menambah ilmu. Awal yang sangat baik untuk memulainya adalah dengan menerapkan takut akan Tuhan dalam kehidupan kita. “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. (ay 7). Hanya orang bodohlah yang menghina hikmat dan didikan, sebaliknya orang bijak akan selalu menghargainya dan terus mau mendengar serta terus belajar.

Dalam keadaan ditimpa masalah sekalipun kita seharusnya tidak berhenti belajar. Malah seringkali dalam masalah itu kita justru bisa belajar banyak. Memperoleh pelajaran berharga dan belajar secara langsung bagaimana kita harus menyikapi atau mengatasinya. Kita justru bisa menjadi lebih matang, lebih dewasa atau lebih bijaksana setelah mengalami masa-masa sulit. Dan itu sudah saya alami sendiri berkali-kali. Pemazmur berkata “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” (Mazmur 119:71). Keadaan sulit biasanya akan mampu membuat kita untuk tersadar kembali setelah melenceng sekian jauh dari jalan Tuhan. Ada banyak masa-masa sulit yang pernah saya alami, baik yang ringan maupun yang berat. Ketika mengalaminya tentu sakit, tetapi hari ini saya bersyukur bisa mengalami itu semua, dan bersyukur pula karena pada saat itu saya memilih untuk belajar dari keadaan sulit dan tidak membiarkan diri saya dipenuhi keluh kesah atau berputus asa meratapi hidup.

Belajar adalah sebuah proses yang sangat penting yang tidak boleh berhenti dalam keadaan apapun. Alkitab selalu dan akan terus mendorong kita untuk belajar lebih giat lagi, baik dalam kehidupan di dunia terlebih untuk lebih mengenal Tuhan dan mengetahui kehendak-kehendakNya dalam kehidupan kita. Terus belajar untuk berbuat baik, seperti yang dikatakan oleh Titus dalam ayat bacaan hari ini akan membuat kita bisa belajar lebih banyak lagi mengenai hukum kasih yang menjadi inti dasar Kekristenan. Baik dalam hal intelektual maupun spiritual, kita harus selalu bersedia membuka diri untuk belajar. Belajarlah dari segala hal, bahkan dari anak kecil sekalipun seperti apa yang dikatakan Yesus dalam Matius 18:1-5. Jika ada di antara teman-teman yang merasa lelah untuk belajar dan memutuskan untuk tidak lagi melakukannya, ubahlah segera, karena sesungguhnya hidup akan berhenti jika kita memutuskan untuk berhenti belajar.

Tidak ada batas untuk belajar selama kesempatan masih ada

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply