Ternyata Pelakunya Penonjokan Itu Terganggu Jiwanya (2)

< ![endif]-->

DAN umat katolik Gereja Paroki Santo Yusuf Bintaran dibuat jadi mahfum. Terutama setelah diketahui secara pasti bahwa Sapta ternyata diketahui mengidap penyakit gangguan jiwa. Pelaku menggunakan kekuatan sabetan tangannya dan kemudian menggaplok  Romo Bagya Pr di punggungnya, saat Romo Bagya Pr tengah membagikan komuni pada waktu misa Sabtu (9/11) petang di Gereja Paroki Santo Yusuf Bintaran, Yogyakarta.

Menurut penuturan Romo Aloysius Budi Purnama yang menjadi Ketua Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang dan segera melakukan kontak dengan Romo Bagya Pr, pelaku insiden ‘pelecehan agama’ itu pernah dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di Yogyakarta.

“Pernah dua kali dirawat  di sebuah rumah sakit jiwa di kawasan Pakem,” kata Romo Budipurnomo Pr  menjawab Sesawi.Net hari Minggu (10/11) malam.

Keprihatinan mendalam
Berbagai ungkapan keprihatinan muncul dalam media sosial Keuskupan Agung Semarang  (KAS) mencermati kejadian yang berlangsung di Gereja St. Yusup Bintaran Yogyakarta ini. Intinya, mereka menyesalkan hal seperti itu bisa terjadi.

Sejumlah orang mengusulkan, agar petugas tata-tertib Gereja hendaknya semakin jeli melihat berbagai keganjilan di tengah ‘kesibukan’ romo, prodiakon yang tengah membagikan komuni. “Semua gerak-gerik yang mencurigakan yang terjadi di panti imam, dalam gereja dan sekitar altar harus dicermati dengan waspada,” tulis seorang umat di milis sosial KAS.

Peristiwa pemukulan terhadap Romo Bagya Pr itu terjadi di Gereja Santo Yusup Bintaran Yogyakarta, saat misa Sabtu (10/11) petang pukul 17.30.

hosti3

Romo Subagya Pr –atau biasa dipanggil akrab Bagya Pr– adalah alumnus Seminari Mertoyudan KPA tahun 1981/82.

Sebelum masuk seminari, Romo Bagya sudah banyak makan garam di dunia kerja. Beliau masuk seminari, ketika usianya sudah di atas ‘rata-rata’ kebanyakan para seminaris angkatannya yang waktu di tahun 1981/82 baru berumur 17-18 tahun.

Menurut catatan Redaksi Sesawi.Net, waktu masuk Seminari Mertoyudan kelas KPA (Kursus Persiapan Atas) umur Romo Bagya Pr sudah di atas 27 tahun.

Selama beberapa tahun lamanya, Romo Bagya Pr berkarya sebagai pastur kepala Paroki Santa Perawan Maria Bunda Kristus di Wedi, Klaten.

Sejak muda, Romo Bagya Pr suka berolahraga badminton.

Photo credit: Romo Subagya Pr berbagi cerita kepada para kolega romo di Kevikepan Yogyakarta (Romo Willem Pau Pr) 

Tautan: 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: