“Terminator Genisys”, Kembali ke Masa Lalu untuk Ubah Masa Depan

poster TERMINATOR

SAAT kita mengetikkan kata ‘terminator’ pada kamus online, dalam sekejab akan muncul kata ‘exterminator’ yang bermakna pembasmi atau mesin pembasmi (kata benda). Demikian juga dengan The Terminator, sebuah robot T-800 yang lekat dengan sosok aktor Arnold Schwarzenegger sejak kemunculan perdananya di tahun 1984 silam.

Kesuksesan film The Terminator arahan sutradara James Cameron tersebut kemudian dilanjutkan dengan kesuksesan sekuelnya Terminator 2: Judgment Day yang rilis 1991. Sebagai sebuah film box office ternama, The Terminator dan film-film penerusnya akhirnya menjadi sebuah francise yang tidak hanya ditunggu-tunggu kemunculannya, namun juga sangat menjanjikan dari segi penjualan tiketnya.

Skynet, musuh dalam selimut
Bagi para penggemar film The Terminator dan sekuelnya, tentu istilah Skynet tak asing lagi ditelinga. Yah, Skynet adalah jaringan komputer canggih yang pada awalnya diciptakan oleh manusia, namun di kemudian hari justru berkembang sedemikian rupa dan menjadi ‘dalang kejahatan’ terhadap kehancuran umat manusia di muka bumi.

Berkat kecanggihannya, Skynet kemudian menciptakan robot-robot super kuat dan mematikan. Diantara berbagai jenis terminator itu terdapat T-800 yang pada awalnya bertugas membunuh Sarah Connor, seorang pelayan restoran yang kelak menjadi ibu kandung John Connor.

Sarah Connor hidup di tahun 1984 di Los Angeles. Sementara itu, Arnold Schwarzenegger (The Terminator) adalah robot yang dikirim dari masa depan (2029) ke tahun 1984. Alasan dikirimkannya T-800 adalah untuk membinasakan Sarah Connor.

Dengan terbunuhnya Sarah, Skynet berasumsi dapat mencegah kelahiran John Connor, yang di masa depan menjadi pemimpin kelompok Resistance. Kelompok ini merupakan musuh utama Skynet. Perang antara umat manusia dengan Skynet meletus pada tahun 2018 dan bisa kita saksikan dalam Terminator Salvation (2009).

Dalam The Terminator, Arnold Schwarzenegger berperan sebagai tokoh antagonis berhadapan dengan Kyle Reese, yang dikirim dari masa depan oleh kaum Resistance. Tetapi pada sekuel lanjutannya: Terminator 2: Judgment Day dan Terminator 3: Rise of the Machines (2003), Arnold Schwarzenegger justru menjadi bodyguard (pelindung) tokoh Sarah dan John Connor. Di film kedua dan ketiga, Arnold Schwarzenegger berperang habis-habisan dengan robot T-1000 (robot berkostum polisi) dan TX (robot wanita).

Ide ubah masa lalu
Setelah menonton Terminator Genisys (2015), pemahaman kita akan kisah peperangan yang terjadi antara Skynet (dengan pasukan mesin/robot) dan umat manusia kian lengkap. Meski disutradarai oleh Alan Taylor yang sebelumnya sukses membawa Thor: The Dark World ke jajaran film box office dunia, film terbaru yang masih dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger ini tetap memikat dan mengundang decak kagum para penggemarnya.

Sebagai musuh utama The Terminator, didapuk Lee Byung Hun (aktor Korea) untuk memerankan T-1000, sosok robot berseragam polisi yang pernah muncul di film kedua (kala itu diperankan oleh Robert Patrick). T-1000 adalah robot yang terbuat dari logam yang dapat utuh kembali meski dihujani tembakan di sekujur tubuhnya. T-1000 pun dapat mencair dan kembali ke bentuk asalnya dengan sempurna. Jenis robot yang satu ini juga mempunyai kemampuan mengubah tangannya menjadi senjata tajam hingga bom.

Secara alur waktu, francise The Terminator mengambil setting antara 1984 hingga 2029. Jika dilihat dari alur cerita yang dipaparkan di setiap filmnya, mungkin tidak serta merta kita akan mudah memahaminya. Karena notabene, dari film satu ke film berikutnya, kita akan diajak untuk menjelajah waktu dari masa depan ke masa lalu. Tujuannya sederhana sekali, yaitu mencegah hal yang tidak diinginkan di masa depan, dengan jalan meniadakan penyebabnya di masa lalu. Meski begitu, adegan pertempuran dan kejar-kejaran berbalut efek visual yang fantastis, terasa sangat menghibur dan memanjakan mata.

Dalam Terminator Genisys, dikisahkan sepak terjang Skynet di tahun 2029 makin merajalela. John Connor (Jason Clarke) sebagai pemimpin kelompok Resistance mempunyai rencana untuk menghancurkannya. Perang antara pihak manusia dengan pasukan robot pun terjadi dan berhasil dimenangkan oleh kubu John Connor. Awalnya John Connor bermaksud menghancurkan sebuah hanggar, dimana di bawahnya terletak senjata yang bisa dipergunakan oleh Skynet untuk ‘bangkit’ dari kekalahannya.

Niat John Connor pun urung dijalankan, karena ternyata senjata dimaksud telah lebih dulu dicuri oleh Skynet dari tempatnya. Melihat situasi yang berantakan tersebut, John Connor berinisiatif untuk kembali ke masa lalu di tahun 1984. Tujuannya satu, yaitu mencegah kelahiran Skynet. Maka dikirimkanlah Kyle Reese (Jai Courtney) ke masa lalu, dengan tugas ganda melindungi Sarah Connor (Emilia Clarke) yang masih belia.

Jika kita pernah menyaksikan 4 sekuel film The Terminator terdahulu, maka kita akan mengetahui bahwa figur Kyle Reese sebenarnya adalah ayah kandung John Connor. Mungkin sampai di sini alur ceritanya akan terasa unik untuk dipahami. Dalam Terminator Genisys ini kita pun dapat menyaksikan pertarungan sengit antara T-800 versi tua dengan versi mudanya. Film yang diproduksi dengan anggaran kurang lebih 200 juta dolar AS ini juga dibintangi: J.K. Simmons dan Courtney B. Vance.

Kabarnya, Terminator Genisys akan berlanjut dengan 2 sekuel berikutnya yang akan diluncurkan pihak Paramount Pictures dan Skydance Productions pada Mei 2017 dan Juni 2018. Sementara itu di lain pihak, sutradara James Cameron juga mempunyai rencana untuk me-remake 3 film Terminator sebelumnya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply