Teritori Baru

Ayat bacaan: Yos 3:4
=====================
“hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya–maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.”

Ada sebuah cerita dari masa kecil saya. Pada suatu ketika, saya diajak ikut keluar kota bersama keluarga paman. Pada mulanya saya begitu antusias, karena saya merasa bahwa perjalanan itu akan menyenangkan. Apalagi saya tergolong sangat dekat dengan beberapa sepupu saya. Ditengah perjalanan, saya tiba2 merasa kangen dengan rumah, dan membayangkan kalau saya disana sendirian tanpa kehadiran ibu dan ayah. Saya serta merengek merta minta diantar pulang, padahal perjalanan sudah lumayan jauh.

Dalam hidup ini, terkadang kita merasa gamang dan ragu akan hari esok. Kita tidak yakin menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian, karena kita memang belum sampai kesana. Sebuah masa depan, sebuah hari esok, yang sama sekali baru, yang belum pernah kita jejaki sebelumnya, layaknya memasuki sebuah teritori baru yang belum kita kenal. Meskipun hari2 ini kita merasa berkecukupan, tapi apapun bisa terjadi dikemudian hari. Dan sebagai manusia, yang tidak bisa melihat masa depan, adalah wajar apabila terkadang keraguan timbul di hati kita. Tapi lihatlah Tuhan telah menjanjikan bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita sendirian. Sebagaimana Tuhan menuntun Yosua dan bangsa Israel, seperti itu pula Tuhan akan selalu siap menuntun kita melewati masa depan, siap membawa kita untuk melangkah melintasi lembah dan gunung seperti apapun. Tantangan, rintangan, akan selalu hadir dalam hidup kita, itu biasa, namun kasih setia Tuhan, keikutsertaanNya, campur tanganNya dalam hidup kita, itu luar biasa.

Karenanya kita tidak perlu takut. Hadapi semuanya dengan sukacita, karena kita tidak berjalan sendirian. Letakkan diri anda dalam tangan Tuhan, biarkan Dia menuntun anda. Tetaplah dekat dengan Tuhan, ijinkan Dia hadir senantiasa dalam hidup anda. Seperti layaknya seorang gembala yang baik yang selalu menuntun domba2nya, demikian pula Tuhan menuntun kita anak2Nya.

Tuhan tidak akan pernah membiarkan anak2Nya berjalan sendirian

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply