Terikat Kuasa Kemiskinan (8) : Mengejar Harta

Ayat bacaan: Amsal 28:22
====================
“Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan.”

okultisme,dukun,mengejar harta

Sepertinya sudah menjadi trend bahwa setiap pemimpin yang habis masa jabatannya akan terlilit masalah korupsi. Baru-baru ini giliran mantan gubernur Jawa Barat yang tersandung kasus serupa. Besar atau kecilnya tuduhan korupsi beragam, tapi celah untuk tuduhan itu bisa muncul karena ada hal-hal yang sedikit banyak mengarah kesana. Di sisi lain, banyak orang menempuh cara lewat okultisme atau kuasa gelap. Sebuah contoh nyata pernah saya saksikan sendiri. Ada juga tetangga teman saya yang pergi ke dukun untuk memuluskan usaha sarang waletnya. Dalam beberapa bulan dia kaya mendadak, saya melihat sebuah mobil langsung hadir di pekarangannya, namun tidak sampai setahun dia menderita sakit parah, dan seluruh uangnya habis untuk biaya. Ketika ia meninggal karena sakitnya, tidak saja uang yang ia peroleh lewat kuasa gelap yang habis, tapi juga rumah tempat tinggalnya disita dan istrinya terlilit hutang yang tidak sedikit. Bayangkan semua itu bagaikan roller coaster, terjadi hanya dalam hitungan kurang dari setahun. Padahal tadinya dia sehat-sehat saja.

Banyak orang jatuh miskin instan karena mereka ingin mendapatkan kekayaan secara kilat. Mereka terjerumus dalam perjudian, dan menggadaikan seluruh hartanya, mengira bahwa semua itu akan kembali ketika mereka memenangkan perjudian, tapi akhirnya semuanya sia-sia. Bukannya mendapatkan kekayaan, tapi malah seluruh harta milik pun ludes. Ada juga orang yang memilih korupsi sebagai jalan pintas untuk persediaan masa depan, namun ketika mereka ditangkap, semuanya akan jadi sia-sia. Menempuh jalan lewat praktek perdukunan, kuasa gelap atau okultisme? Lihatlah konsekuensinya yang mengerikan.

Terkadang tawaran-tawaran menggiurkan yang menjanjikan pengembalian investasi puluhan kali lipat datang menggoda kita dalam berbagai bentuk. Memang kelihatan indah jika kita bisa meraihnya, tapi orang sering lupa bahwa dibalik itu semua resiko kerugian mengintip kita. Salah satu teman saya dulu pernah tergiur dengan arisan berantai. Dia tidak pernah mendapatkan apapun selain hutang yang bertumpuk akibatnya.

Sebuah berkat tidak harus langsung berbentuk puluhan juta rupiah atau sebuah mobil mewah, tapi bisa berawal dari usaha kecil yang mungkin sepele buat kita. Seringkali Tuhan memberkati kita bukan dengan ikan, tapi dengan kail. Jika kerajinan kita disertai iman, kita tidak akan pasif dan hanya menunggu,tapi aktif membuka diri menyambut apapun pekerjaan yang diberikan Tuhan. Setiap hari pekerjaan didukung dalam doa, sambil mengerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Maka Tuhan pun akan membuat kita selalu berhasil. Berkat sesungguhnya bukanlah berasal dari kekuatan dan hebatnya kita, tapi berasal dari Tuhan. Jika Tuhan memberkati usaha kita, walau dimulai dari sekecil apapun, cepat atau lambat kita akan menuai hasil yang luar biasa. Jangan tergiur dengan iming-iming meraih kekayaan instan, jangan tergesa-gesa dalam melakukan investasi atau berbisnis, tapi serahkanlah semua pada Tuhan dan giatlah bekerja.

Mengejar harta dengan tergesa-gesa hanya akan mendatangkan kerugian. Berpeganglah pada Tuhan dalam setiap usaha dan lakukan dengan tekun

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment