Terikat Kuasa Kemiskinan (6) : Ceroboh

Ayat bacaan: Amsal 21:5
====================
“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.”

tergesa-gesa, ceroboh

Mungkinkah seorang arsitek langsung membangun rumah tanpa terlebih dahulu membuat rancangannya? Bayangkan jika rumah langsung dibangun tanpa perencanaan matang, tanpa pondasi yang kokoh, rumah bisa rubuh sewaktu-waktu. Begitu pula yang terjadi dalam membangun kehidupan. Hidup yang penuh dengan pengambilan keputusan tergesa-gesa bisa mendatangkan kerugian demi kerugian yang akhirnya menguras habis seluruh harta milik kita. Ada seorang bapak yang saya kenal suka menanamkan investasi dan membuka usaha baru. Seringkali semua itu ia lakukan tanpa perencanaan matang. Akibatnya kebanyakan usahanya merugi, dan uang yang telah ia pakai sebagai modal tidak kembali.

Memang kita harus merealisasikan sebuah ide atau sebuah peluang, karena tanpa direalisasikan, semua hanya berakhir pada sebatas angan-angan atau omong kosong. Tapi adalah penting pula untuk terlebih dahulu berpikir matang, menghitung seluruh untung rugi, melihat kelayakan usaha, lokasi dan sebagainya, kalau perlu melakukan riset kecil agar kita tidak terpeleset akibat tergesa-gesa. Dan yang lebih penting lagi, dengarkan apa kata Tuhan. Banyak orang berdoa hanya untuk berkeluh kesah, minta ini itu, tapi lupa mendengar apa jawaban, nasihat dan perkataan-perkataan Tuhan bagi kita. Ketika kita percaya pada Allah saja, seharusnya kita akan hidup sesuai dengan ketetapan, jalan dan peraturanNya, juga mendengarkan suaraNya. “Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya.”(Ulangan 26:17). Hingga kini Allah tetap berbicara pada kita. Kita akan bisa mendengarkannya, bahkan Allah akan memberitahukan banyak hal mengenai perjanjianNya jika kita mau merendahkan hati kita dan terus membangun hidup takut akan Tuhan serta terus taat dan mengasihiNya. “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. (Mzm 25:14). Disamping itu, di dalam setiap orang percaya ada Roh Kudus yang akan selalu memimpin kita, memberitahukan segala sesuatu yang Ia dengar dari Tuhan. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”(Yohanes 16:13). Kesemuanya itu bisa menjadi persiapan bagi kita ketika kita hendak memutuskan atau melakukan sesuatu.

Ada sebuah perkataan Tuhan Yesus, “Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?” (Lukas 14:28). Hiduplah penuh perencanaan. Tetapkan tujuan-tujuan ke depan dengan hati-hati dan jangan buru-buru. “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.” (Amsal 15:22) Semua tujuan harusnya mengacu pada sikap tunduk dan taat pada Tuhan, karena semua berkat yang kita miliki sebenarnya berasal dariNya. Berdoalah, dengarkan suara Tuhan. Hanya Dia yang tahu apa yang terbaik untuk kita lakukan.

Sikap tergesa-gesa tanpa pikir panjang membuat berkat menjauhi kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply