Terikat Kuasa Kemiskinan (4) : Omong Kosong

Ayat bacaan: Amsal 14:23
====================
“Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.”

dalam tiap jerih payah ada keuntungan

Dalam sebuah mata kuliah enterpreneurship yang pernah saya ikuti, sang dosen meminta kami semua untuk membawa selembar koran. Di kelas siswa diminta untuk mencari peluang usaha dari selembar koran yang kami bawa, dan ternyata dari selembar koran saja, peluang bisa mencapai puluhan. Ada beberapa yang membutuhkan modal besar, tapi tidak sedikit yang ternyata hanya butuh modal kecil. Ada peluang yang tepat bagi orang-orang tertentu dengan keahlian dan pengetahuan yang mereka miliki, artinya bermacam-macam talenta berbeda yang dikaruniakan Tuhan pada manusia membuat mereka setidaknya bisa bertahan hidup. Jika peluang yang ada kita tindak lanjuti, ditunjang dengan usaha yang giat, keuntungan akan bisa diperoleh. Tapi bayangkan jika peluang itu berakhir pada pemikiran dan perkataan semata tanpa realisasi, kita tidak akan menghasilkan apapun.

Salah satu konsekuensi dari pelanggaran yang dilakukan Adam dan Hawa ketika mereka memakan buah dari pohon pengetahuan adalah keharusan manusia untuk bersusah payah mencari rejeki seumur hidupnya (Kejadian 3:17). Banyak yang salah kaprah berpikir bahwa jika Tuhan memberi berkat, maka berkat itu datangnya pasti instan tanpa memerlukan usaha apapun dari kita. Banyak yang lupa bahwa apa yang kita miliki saat ini, sepasang tangan, otak, hati nurani, kaki, mulut, atau talenta, keterampilan dan lainnya, atau detak jantung dan nafas yang masih berlangsung pada diri kita juga merupakan berkat yang luar biasa. Banyak orang yang hanya berpikir sempit, hanya mau melakukan pekerjaan tertentu saja, dan ketika mereka sulit untuk memulainya karena berbagai keterbatasan, mereka pun menyalahkan Tuhan. Padahal ada ratusan bahkan ribuan alternatif, dimana mungkin puluhan diantaranya bisa dilakukan dengan segera. Sebaliknya, ada orang yang punya banyak ide, tapi tidak satupun direalisasikan dan berakhir hanya sebatas angan-angan. Seorang anak yang punya cita-cita menjadi dokter, tentu harus tekun belajar untuk mengejar cita-citanya, maka ia pun akan mencapainya. Jika cita-cita itu hanya diucapkan, tanpa adanya usaha untuk itu, semua tentulah sia-sia. Ayat hari ini dalam versi New American Standard Bible tertulis “In all labor there is profit, But mere talk leads only to poverty.” Kata-kata belaka akan mengarah pada kemiskinan.

Ketika kita berdoa, meminta hikmat dan berkat dari Tuhan, Tuhan akan menurunkan berkatnya, memberkati pekerjaan dan usaha kita. Tapi itu semua tidaklah berarti apabila kita tidak bekerja sungguh-sungguh dengan segenap kemampuan yang kita miliki, yang telah Dia sediakan bagi kita. Jika orang yang belum mengenal Yesus pun bisa mendapat keuntungan dari jerih payahnya, seharusnya kita bisa lebih baik, karena kita punya Kristus yang selalu menyertai kita dan tidak akan meninggalkan kita dalam kesusahan sendirian. Intinya, tekun bekerja dan tetap dukung dalam doa, minta penyertaan Roh Kudus untuk selalu beserta kita, maka berkat-berkat Tuhan akan tercurah tanpa halangan.

Ide atau rencana tanpa realisasi adalah omong kosong. Diperlukan usaha serius dan sungguh-sungguh untuk meraih kesuksesan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply