Tergesa-gesa Mengambil Keputusan

Ayat bacaan: Amsal 21:5===================”Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.”Hanya karena terlalu cepat mengambil keputusan, orang bisa mengalami kerugian b…

Ayat bacaan: Amsal 21:5
===================
“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.”

Hanya karena terlalu cepat mengambil keputusan, orang bisa mengalami kerugian besar yang mungkin bisa sulit dipulihkan dalam waktu singkat. Ini terjadi pada seorang teman saya. Ceritanya begini. Pada suatu kali ia ditawari rekannya untuk berinvestasi pada sesuatu. Karena tergiur oleh janji keuntungan, ia buru-buru mengiyakan, meski istri dan anak-anaknya sudah mencoba mengingatkannya untuk berpikir baik-baik terlebih dahulu mengingat uang yang harus diinvestasikan tidaklah sedikit. Ironisnya belakangan ia mengaku kepada saya bahwa sebenarnya hatinya juga kurang sreg setiap kali berdoa tentang investasi ini. Tapi itu tadi, karena keuntungan yang dijanjikan tampaknya besar, ia takut tawaran keburu diambil orang lain dan mengambil keputusan untuk melakukan itu. Ia menjual tanah, mobil dan menggadaikan beberapa benda berharga bahkan sempat berhutang demi melunasi sesuai kesepakatan. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menyadari bahwa ia melakukan kesalahan besar. Investasi gagal dan uangnya dibawa lari. Ia pun sadar sudah ditipu, tetapi penyesalan datang terlambat. Hingga saat ini ia masih berjuang menutupi hutangnya dan harus rela kehilangan begitu banyak harta, belum lagi rasa bersalah yang harus ia pikul di depan istri dan anaknya yang harus pula ikut menanggung dan menderita akibat kecerobohan yang ia lakukan.

Ada seorang lagi yang saya kenal terus gagal dalam bisnis. Selama setidaknya 10 tahun terakhir, ia terus mencoba membangun usaha tapi terus bangkrut. Kerugian yang ia alami sudah sangat banyak, bahkan rekan dan saudaranya pun sudah ikut menjadi korban karena berinvestasi bersamanya. Selidik punya selidik, ternyata ia merupakan tipe orang yang tidak hati-hati. Ia tidak suka berpikir dan merencanakan matang-matang terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu, tidak mau repot dan terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Dan sebagai akibatnya, ia terus berganti-ganti usaha dan terus jatuh. Meski ia bukan tipe yang mudah menyerah, tapi kerugian baik waktu, uang, tenaga dan sebagainya sudah begitu besar.

Sebuah sikap tergesa-gesa selalu tidak membawa kebaikan atau keuntungan, tapi kerugian dan kemalanganlah yang seringkali menjadi akibatnya. Mengenai kerugian dari orang-orang yang suka tergesa-gesa atau terburu-buru mengambil keputusan, Salomo sudah mengingatkan sejak ribuan tahun yang lalu. “Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.” (Amsal 21:5). Orang yang tergesa-gesa dalam mengambil keputusan atau melakukan sesuatu tidak akan pernah memperoleh hasil baik, melainkan hanya akan mengalami kerugian. Seperti itulah orang-orang yang tidak memperhatikan pentingnya perhitungan yang matang sebelum melangkah. Mereka cenderung tergesa-gesa, bertindak serampangan tanpa hikmat, tanpa pertimbangan, tidak cermat dan sebagainya. Dan akibatnya kerugian atau kejatuhanlah yang menjadi hasilnya. Untuk menutupi kerugian yang timbul bisa jadi jauh lebih mahal ketimbang apabila itu dikerjakan sejak awal dengan pertimbangan matang dan cermat. Bahkan tidak menutup kemungkinan pula bahwa konsekuensinya akhirnya harus ditanggung sepanjang sisa hidup dan tidak bisa lagi diperbaiki. Salomo mengatakan bahwa rancangan orang rajinlah yang mendatangkan kelimpahan, bukan orang yang tergesa-gesa. Ada kata rancangan disana yang berarti perencanaan, pertimbangan yang matang dan cermat, lalu ada kata ‘rajin’ disana. Rajin dalam hal apa? Dalam banyak hal, seperti rajin berpikir, rajin memperhitungkan dengan baik, rajin menimbang, rajin belajar, rajin bekerja, rajin mendengar nasihat atau masukan dari orang lain dan sebagainya, termasuk tentu saja rajin berdoa.

Firman Tuhan juga berkata: “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif…Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” (Efesus 5:15,17). Kita harus arif, penuh hikmat dan tidak bebal atau bodoh dalam memahami kehendak Tuhan atas diri kita, karena itulah yang terbaik. Kita harus ingat bahwa “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.” (Mazmur 37:23). Ini janji Tuhan yang sudah disampaikan pada kita jauh-jauh hari. Kepekaan kita terhadap suara Tuhan akan membuat kita mampu menjaga setiap langkah agar rencana Tuhan tergenapi dalam sekuens demi sekuens hidup kita. Ini tepat seperti yang dilakukan oleh Pemazmur: “Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.” (119:49). Lebih jauh lagi dalam Amsal dikatakan, “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” (Amsal 19:21). Itu artinya penting bagi kita untuk menyelaraskan setiap langkah sesuai rencana Tuhan agar kita tidak membuang-buang waktu secara sia-sia dan terus menerus mengalami kerugian. Kita harus mau mendengar dulu baik-baik apa sebetulnya rencana Tuhan bagi hidup kita, lalu melakukannya tepat seperti itu dengan pertimbangan yang matang dalam setiap langkah perencanaannya. Dan Salomo pun berkata: “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.” (Amsal 16:3).

Hindarilah bertindak ceroboh dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, baik yang berhubungan dengan pekerjaan, investasi, keluarga dan sebagainya. Apakah anda seorang pemimpin di pekerjaan, di lingkungan, di organisasi, lembaga atau cuma dalam keluarga, anda perlu kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat. Keragu-raguan dalam mengambil pertimbangan, bingung dalam menghadapi banyak opsi atau seperti yang menjadi tema kita hari ini, tergesa-gesa atau terburu-buru dalam memutuskan sesuatu hanya akan membawa kerugian, penyesalan dan penderitaan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sebelum anda mengambil sebuah keputusan, lakukan pertimbangan menyeluruh terlebih dahulu dengan memikirkan berbagai aspek yang terkait termasuk orang-orang baik yang terlibat secara langsung maupun yang tidak langsung. Pikirkan masak-masak, jangan tergesa-gesa. Ambil waktu untuk tenang dan diam, sabar dan berdoalah. Tanyakan pada Tuhan mengenai langkah yang akan anda ambil, dengarkan baik-baik dan pastikan agar jangan ada keinginan-keinginan pribadi yang menghalangi suara Tuhan untuk bisa anda dengar. Meski anda rajin dan gigih dalam memperjuangkan sesuatu, tanpa pertimbangan matang, sebuah keputusan yang tergesa-gesa bisa membuat anda salah langkah dan akibatnya menderita kerugian yang tidak sedikit. “Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.” (Amsal 19:2). Jangan jadi orang yang ceroboh, tetapi jadilah orang bijak, berhikmat yang akan selalu berpikir matang dan berhati-hati dalam melangkah dan patuh menuruti kehendak Tuhan. Kecerobohan akibat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan bisa menjadi awal dari datangnya banyak masalah dan bencana. Perhatikan baik-baik setiap langkah, selaraskan dengan rencana Tuhan dan tetap berpegang pada ketetapan-ketetapanNya. Menunda-nunda pengambilan keputusan memang bukan hal yang baik, tetapi tergesa-gesa pun bisa membawa konsekuensi berat untuk kita pikul. Terutama untuk sebuah keputusan besar, jangan buru-buru. Ambillah waktu untuk mempertimbangkan dan menyerahkan kepada Tuhan sebelum anda ambil.

Tergesa-gesa mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang baik bisa membawa kerugian besar

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply