Terburu-buru Menyimpulkan

Ayat bacaan: Yohanes 1:46=========================”Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”Ada beberapa kota besar di Indonesia yang punya sejarah cukup baik dalam menghasilkan musisi-musisi jazz hebat. Geliat jazz d…

Ayat bacaan: Yohanes 1:46
=========================
“Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”

terburu-buru

Ada beberapa kota besar di Indonesia yang punya sejarah cukup baik dalam menghasilkan musisi-musisi jazz hebat. Geliat jazz di kota-kota ini memang cukup besar sejak dahulu. Sebut saja Jakarta, Surabaya atau Bandung, ada segudang artis besar yang memulai karirnya dari sana. Tapi jika anda berpikir bahwa cuma kota-kota ini yang mampu menetaskan bakat-bakat hebat tersebut, nanti dulu. Sekarang ada banyak diantara mereka yang justru berasal dari kota-kota kecil yang secara umum tidak punya kaitan historis dengan jazz misalnya dari Kalimantan, Belitung, Medan atau bahkan Aceh. Ada sebuah kelompok berisi anak-anak muda yang sedang giat merintis karirnya yang ternyata berasal dari Palembang. Mereka bisa bermain apik, tidak kalah dari para musisi yang lahir, tumbuh dan menjalani karirnya di kota metropolitan. Ketika saya bercerita kepada salah seorang teman mengenai hal ini, ia langsung menanggapi seperti ini: “ah salah ‘kali.. mana mungkin ada artis yang datang dari kota itu?” Ia terlalu terburu-buru menilai sesuatu. Jika kota itu relatif kecil dibandingkan kota-kota besar di Indonesia, maka pikirannya akan menganggap bahwa tidak akan mungkin sesuatu yang baik keluar dari sana. Padahal mengapa tidak? Apakah bakat-bakat luar biasa harus selalu hadir dari kota modern yang sudah maju saja? Dari pedesaan, pinggiran kota atau dusun pun mungkin saja lahir seorang musisi berbakat, dan itu bahkan sudah berulang kali terbukti. Begitu cepatnya teman saya itu menarik kesimpulan dan menganggap remeh kota yang dia anggap jauh dari hingar bingar musik. 

Sudah menjadi seperti sifat manusia untuk cenderung terlalu cepat menarik kesimpulan terhadap sesuatu. Ambil contoh apabila kita tengah berada dalam satu lingkungan kecil di sebuah kota dimana kebetulan kita bertemu dengan beberapa orang yang tidak sopan, kita bisa dengan cepat berkata “kota ini benar-benar kasar!” Padahal beberapa orang itu tidaklah cukup representatif untuk mewakili keseluruhan penduduk di kota itu yang bisa mencapai ratusan ribu orang. Atau ketika ada seorang anak yang bandel, orang terbiasa dengan cepat berkata: “orang tuanya nggak benar..” atau “tidak heran, memang sudah turunan..” Ketika ada satu orang yang kita temui sedang marah, kita bisa dengan cepat beranggapan bahwa ia pemarah. Ketika kita berpapasan dengan orang yang tidak tersenyum, kita langsung menganggap bahwa orang itu sombong. Dan ada banyak contoh lain dari kecenderungan manusia untuk menilai terlalu cepat hanya berdasarkan pandangan sesaat yang terlalu singkat untuk bisa kita ambil kesimpulannya. Sikap seperti ini pun pernah terjadi bahkan mengenai sosok Yesus sendiri.

Mari kita lihat kisah ketika Yesus tengah mengumpulkan murid-murid pertamaNya yang tertulis dalam Yohanes 1:35-51. Ketika Filipus bertemu dengan Natanael, ia berkata: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” (ay 45). Pada saat itu Natanael belum bertemu langsung dengan Kristus. Tapi meski demikian, ia ternyata sanggup terburu-buru mengambil kesimpulan. Beginilah reaksinya. “Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (ay 46). Sebagai informasi, Nazaret memang hanyalah kota yang kecil yang terletak sekitar 80 mil dari Yerusalem. Melihat letak geografisnya sebagai kota yang terletak pada jalur perdagangan dari Damaskus ke Galilea, mungkin Natanael mendengar banyak kekacauan dan kejahatan disana, sehingga langsung menyimpulkan bahwa adalah tidak mungkin jika seorang Mesias akan datang dari kota kecil yang kacau seperti Nazaret. Saya tidak tahu bagaimana pastinya pandangan orang di masa itu tentang kota Nazaret. Mungkin ada banyak orang yang berpendapat sama, bahwa kota itu tidak ada baiknya seperti kata Natanael, tetapi faktanya adalah jelas. Yesus “orang Nazaret” melakukan banyak mukjizat dan menunjukkan penggenapan nubuat-nubuat sebelumnya lewat banyak nabi dalam Perjanjian Lama seperti yang disebutkan Filipus. Dalam Kisah Para Rasul pun disebutkan: “Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.” (Kisah Rasul 10:38). Berbuat baik dan menyembuhkan ini juga tertulis dalam Injil Matius. “Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Matius 11:5). Lebih dari mukjizat kesembuhan dan pelepasan, Yesus juga menebus dosa-dosa kita dengan nyawaNya sendiri dan melayakkan kita untuk menerima janji keselamatan. Ini semua dilakukan oleh “Seorang” yang tumbuh dan dibesarkan di Nazaret. Jika kita mundur ke belakang melihat Yesaya 53:3, disana dinubuatkan bahwa Mesias akan merupakan orang yang hina, dan dengan berasalnya Yesus dari Nazaret, nubuatan ini pun dipenuhi.

Seandainya pertanyaan Natanael ditujukan kepada kita, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”, kita harus belajar untuk menjawab “ya, sesuatu yang baik tentu bisa datang dari Nazaret, atau tempat-tempat lainnya tanpa terkecuali” Janganlah terlalu cepat menggeneralisir sesuatu, jangan terburu-buru menilai dan terlalu gampang menganggap remeh sesuatu. Kita harus menjaga diri agar tidak terperosok pada kecenderungan mengambil kesimpulan negatif terlalu cepat. Kita bisa belajar dari reaksi Filipus terhadap reaksi negatif Natanael yang prematur itu. Ia merespon dengan: “Mari dan lihatlah!”. Mungkin akan ada banyak pertanyaan mengenai Yesus yang ditujukan kepada kita oleh orang-orang yang belum percaya, dan kita pun harus mampu mengatakan hal yang sama. Satu hal yang pasti, kita tidak akan bisa menjawab demikian apabila kita tidak mencerminkan terang Kristus sama sekali sehingga tidak ada apapun yang bisa dilihat orang lewat diri kita mengenai Kristus. Jadi, mungkinkah ada sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Jawabannya, tentu saja, Sang Penebus, Tuhan Yesus Kristus datang dari sana.

Jangan terburu-buru menarik kesimpulan dan menghakimi sebelum anda mengetahui dengan apa-apa dengan pasti

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply