Terburu-buru menarik Kesimpulan

Ayat bacaan: Yohanes 1:46
=========================
“Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”

mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?

Terkadang saya bingung dengan pendapat orang di luar sana tentang Indonesia. Himbauan untuk tidak datang ke Indonesia sudah begitu sering kita dengar. Indonesia dianggap bukan tempat yang aman bagi turis, ada banyak artis luar negeri yang ragu untuk menggelar konser disini, bahkan ada yang dengan ekstrim menganggap Indonesia sebagai sarang teroris. Sebagian lagi yang sudah pernah berkunjung ke Indonesia menganggap Indonesia adalah negara yang penduduknya ramah. Beberapa artis luar yang pernah saya tanya selalu mengutarakan hal yang sama, terkesan dengan keramahan masyarakat disini. Ada salah seorang pemain saxophone dari Oregon mengatakan bahwa travel warning yang selalu didengung-dengungkan di luar sana terlalu berlebihan, karena ketika mereka berada disini ternyata situasi tidak seperti yang mereka bayangkan dari berbagai pemberitaan yang mereka dapati di negaranya.

Itulah kecenderungan manusia, seringkali terlalu cepat menarik kesimpulan terhadap sesuatu. Ketika kita berada dalam satu lingkungan kecil yang kebetulan terdapat beberapa orang yang tidak sopan, kita bisa dengan cepat berkata “kota ini benar-benar kasar!” Padahal beberapa orang itu tidaklah representatif untuk mewakili sebuah kota dengan penduduk ribuan.Ketika ada seorang anak yang bandel, orang bisa berkata: “orang tuanya nggak benar..” atau “memang sudah turunan..”. Ketika ada satu orang yang kita temui sedang dalam keadaan marah, kita bisa menganggap bahwa ia pemarah. Ketika kita berpapasan dengan orang yang tidak tersenyum, kita langsung menganggap bahwa orang itu sombong. Dan ada banyak contoh lain dari kecenderungan manusia untuk menilai terlalu cepat hanya berdasarkan pandangan sesaat.

Ketika Yesus mengumpulkan murid-murid pertamaNya, Natanael pun pernah menarik kesimpulan terlalu terburu-buru. Ketika mendengar perkataan Filipus bahwa mereka telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret, Natanael langsung berkata “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Nazaret hanya kota yang kecil, sekitar 80 mil dari Yerusalem. Sebagai kota yang terletak pada jalur perdagangan dari Damaskus ke Galilea, mungkin Natanael mendengar banyak kekacauan dan kejahatan disana, sehingga langsung menyimpulkan bahwa adalah tidak mungkin jika seorang Mesias akan datang dari kota seperti Nazaret. Saya tidak tahu bagaimana pastinya pandangan orang di masa itu tentang kota Nazaret, mungkin kota itu tidak ada baiknya seperti kata Natanael, namun lihatlah fakta bahwa Yesus “orang Nazaret” melakukan banyak mukjizat. “Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.” (Kisah Rasul 10:38). “Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Matius 11:5), bahkan lebih dari itu, Dia menebus dosa-dosa kita dengan nyawaNya sendiri. Dan ini semua dilakukan oleh “Seorang” yang tumbuh dan dibesarkan di Nazaret. Jika kita mundur ke belakang melihat Yesaya 53:3, disana dinubuatkan bahwa Mesias akan merupakan orang yang hina, dan dengan berasalnya Yesus dari Nazaret, nubuatan ini pun dipenuhi.

“Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kita harus belajar untuk menjawab “ya, sesuatu yang baik bisa datang dari Nazaret.” Janganlah terlalu cepat menggeneralisir sesuatu. Kita harus menjaga diri agar tidak terperosok pada kecenderungan mengambil kesimpulan negatif terlalu cepat. Seperti jawaban Filipus pada Natanael, “Mari dan lihatlah!”, kita harus membuka mata lebar-lebar dan melihat sesuatu dengan objektif sebelum menilai terlalu cepat.

Hindari kecenderungan untuk terburu-buru menarik kesimpulan karena hal demikian tidaklah baik

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: