LEWAT Injil pada hari ini, Yesus mengajak kita untuk menjadi pribadi yang memiliki keterbukaan dan menunjukkan sikap toleransi terhadap golongan yang berbeda. Kita dituntut untuk tidak memandang rendah dan menaruh prasangka buruk atas perbuatan baik yang dilakukan oleh kelompok lain yang tidak sealiran dengan kita.

Kita harus menyadari bahwa Tuhan memanggil setiap umat manusia untuk melakukan kebaikan. Dengan demikian, perbuatan baik bukanlah monopoli dari para pengikut Yesus saja. Daripada kita bertikai satu sama lain, alangkah baiknya bila kita menggalang persatuan dan bekerja sama untuk menebarkan kebaikan sehingga tercipta kehidupan yang rukun, aman, tenteram dan damai di antara umat beragama.

Ubahlah sikap kita yang picik, tanggalkan sikap diskriminatif dan dengan rendah hati bersedia untuk belajar saling menghormati dan menghargai keberagaman yang ada. Mari bersandar kepadaNya agar kita dimampukan untuk bertumbuh dalam kasihNya, karena hanya dengan kasih kita dapat menjembatani perbedaan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.