Terbiasa Dalam Dosa

Ayat bacaan: 1 Yohanes 1:6
==========================
“Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.”

say no to sin, terbiasa dalam dosa, terbiasa dalam kegelapan

Beberapa kali saya pernah datang terlambat ke gedung bioskop dan film sudah dimulai. Dari terang di luar ke dalam ruangan bioskop yang gelap, rasanya sulit sekali melihat dan melangkah menuju tempat duduk pun harus berhati-hati supaya tidak tersandung. Tapi setelah beberapa waktu, mata akan menyesuaikan diri dengan kegelapan dan secara perlahan kita akan bisa melihat sekitar kita. Mata beradaptasi dengan kegelapan, terbiasa dengan situasi gelap itu dan kemudian kita bisa melihat dalam gelap. Kalau terjadi pemadaman listrik tiba-tiba pun demikian. Kita akan sangat kesulitan mencari lilin atau senter, meraba-raba kesana kemari, namun setelah dibiarkan untuk beberapa saat, mata akan mulai beradaptasi dan kita mulai mampu melihat dalam gelap.

Hal yang sama pun bisa terjadi dalam kehidupan kerohanian kita. Ketika kita mulai mentolerir dosa-dosa “kecil”, ketika kita mulai menganggap bahwa sebuah dosa itu hanyalah bagian dari hal yang sifatnya manusiawi, wajar, maka lambat laun kita akan menjadi terbiasa berbuat dosa. Dan akhirnya kita pun hidup dalam kegelapan, dimana kita tidak akan mampu bersekutu dengan Tuhan. Hal inilah yang diingatkan Yohanes melalui ayat bacaan hari ini. Lebih lanjut, Yesus pun mengingatkan kita agar berhati-hati menjaga diri kita agar tidak terperangkap dalam kegelapan. “Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.” (Matius 12:35). Paulus berpesan pada jemaat Efesus mengenai hal ini dengan rinci. Pada perikop Hidup Sebagai Anak Terang (Efesus 5:1-21), kita diingatkan agar selalu hidup dalam kasih (ay 1), jangan sampai diri kita dimasuki oleh rupa-rupa kecemaran, keserakahan, percabulan, perkataan kotor dan kosong dan lain-lain (ay 3), dan kita harus tetap waspada agar jangan sampai disesatkan (ay 6). Kenapa Paulus mengingatkan hal ini? Karena dengan menerima Kristus, kita adalah anak-anak terang. “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12). Karena itu pula, bagi kita yang mengikut Yesus, kita pun diminta untuk menjadi terang dunia. (Lukas 5:14). Kita tidak akan bisa menjadi terang dunia jika kegelapan masih memiliki kuasa atas diri kita. Karenanya, Paulus pun mengingatkan kita agar senantiasa hidup sebagai anak-anak terang. “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang” (Efesus 5:9).

Say no to sin, no matter how small it is. Dosa sekecil apapun bisa menjadi pintu masuk iblis untuk menyesatkan kita lebih jauh. Jangan pernah beri toleransi, jangan beri kesempatan, jangan buka peluang. Jangan sampai tanpa sadar kita menjadi terbiasa dalam kegelapan, tebiasa berbuat dosa dan kehilangan segala yang baik dari Tuhan. Tetaplah hidup sesuai firman Tuhan, dan hiduplah kudus sehingga Roh Kudus menerangi hidup kita. Tidak akan ada gelap yang mampu melawan terang kecuali kita sendiri yang menyingkirkan terang dan mengijinkan gelap memasuki hidup kita. Pastikan kita tetap memiliki terang Kristus dan bercahaya di depan orang dan dengan demikian kita memuliakan Bapa. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16).

Say no to sin, no matter how small it is

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply