Terbebas dari Tuli dan Bisu Rohani


SEORANG yang tuli dan gagap diajak Yesus untuk memisahkan diri dari orang banyak. Kemudian dengan sentuhan dan kuasa sabdaNya, Yesus menyembuhkannya sehingga ia dapat mendengar dan berbicara dengan baik.


Lewat kisah pada hari ini, Yesus mengundang kita untuk selalu menyediakan waktu pribadi denganNya, di tengah kesibukan kita dalam bekerja dan berkarya, agar kita tidak kehilangan arah dan tujuan hidup kita. Di dalam keheningan, kita akan merasakan kehadiranNya dan mendengar suaraNya. Kesetiaan kita dalam menjalin relasi yang akrab denganNya, akan mengasah kepekaan kita sehingga kita dimampukan untuk mengenali suaraNya dan memahami pesanNya yang disampaikanNya lewat berbagai macam cara. Mungkin melalui bacaan Kitab Suci, peristiwa yang kita alami atau juga lewat orang di sekitar kita.


Jalinan relasi yang erat denganNya juga memampukan kita untuk dapat melihat dan merasakan penyertaanNya di sepanjang hidup kita. Pengalaman dikasihi olehNya akan mendorong kita untuk melambungkan syukur dan terima kasih kepadaNya dan menggerakkan kita untuk membagikannya kepada banyak orang sehingga mereka pun mendapat peneguhan.


Mari senantiasa dekat denganNya dan bersandar kepadaNya agar kita dibebaskan dari ketulian dan kebisuan rohani. Tanggapi panggilanNya dengan menjadi saksiNya untuk mewartakan kebaikan dan kasihNya ke tengah dunia.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply