Tenggat Waktu

Ayat bacaan: Yohanes 4:34
===================
“Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

tenggat waktu

Ada kalanya ketika dikejar-kejar deadline atau batas/tenggat waktu saya berharap bisa menghentikan sejenak putaran jarum jam. Betapa enaknya apabila kita bisa menghentikan waktu sejenak agar kita bisa menyelesaikan tugas demi tugas tepat pada waktunya dan kemudian bisa memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat. Hari ini pinggang dan punggung saya rasanya pegal sekali. Beberapa hari terakhir sibuknya bukan main. Selain mengajar di dua tempat, ada banyak deadline yang harus dinaikkan pula di media saya. Bagai air bah semuanya datang melimpah di saat bersamaan. Esok ada setumpuk lagi yang harus segera diselesaikan tepat waktu, lusa pun demikian. Saya merasa lelah, penat, bagai mainan yang baterainya sudah mulai habis. Tapi tugas tetaplah tugas. And time definitely waits for nobody. Mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus mengerjakan semua tanggung jawab itu sebaik-baiknya dengan sepenuh hati. Itu jika saya tidak mau melanggar batas waktu atau menghasilkan sesuatu yang acak-acakan. Jika kita bekerja, maka deadline merupakan bagian dari keseharian kita. Kita bisa menundanya, atau melanggar batas waktu, tapi pada akhirnya itu akan menambah masalah pada diri kita sendiri. Daripada mengeluh, saya memilih untuk bersyukur. Sementara menghilangkan jenuh di kepala, saya pun kemudian menulis renungan ini.

Apakah kita saja yang punya tenggat waktu ini? Ternyata tidak. Yesus sendiri pun harus memikul tugasNya dengan tenggat waktu yang ditetapkan Tuhan. Bukan cuma kita, tapi Yesus pun punya tenggat waktu. Yesus tahu sejak semula bahwa waktunya tidak banyak. Sementara yang harus dikerjakan sangatlah banyak. Dan kita bisa meneladani Yesus yang tidak membuang waktu sedikitpun secara sia-sia. Dia memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengajar, menegur, menasihati, menyampaikan pesan Bapa, menyembuhkan, melakukan berbagai mukjizat dan tentu saja menyelamatkan orang-orang berdosa. So many things to do, so little time. Kita sering merasa seperti itu, kecepatan waktu yang sama pun dialami oleh Yesus. Malah tugas Yesus rasanya jauh lebih banyak dari kita, dan semua itu harus Dia selesaikan dalam rentang waktu yang sangat singkat. Mengeluhkah Yesus? Tidak. Dia terus melayani dengan total, habis-habisan. Dengan mengambil rupa atau fisik secara manusia, tentu Yesus pun merasakan tenaganya terkuras. Seperti kita, Yesus pun merasakan kelelahan. Kita bahkan melihat ada saat dimana Yesus merasa lelah, seperti yang bisa kita baca dalam Alkitab ketika Yesus duduk di tepi sumur Yakub. “Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.” (Yohanes 4:6). Tapi hebatnya, meski Yesus sedang kelelahan, Dia tidak berhenti sama sekali untuk melakukan tugasNya. Disana Yesus masih sempat-sempatnya menjamah hati seorang wanita Samaria. Keselamatan bukan saja terjadi untuk wanita Samaria ini, tetapi juga kepada bangsanya. “Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” (ay 39)

Yesus tahu waktu untuk menunaikan tugas dari Bapa itu sangatlah sempit. Tapi Dia tahu apa yang menjadi garis tugasNya sesuai dengan kehendak Bapa di Surga.  Lihatlah apa kata Yesus berikut: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (ay 34). Tugas Yesus adalah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan semuanya hingga tuntas tepat pada waktunya, sesuai tenggat waktu atau deadline. Untuk itu Yesus tidak memikirkan DiriNya sendiri. Dia terus fokus kepada tugasNya sepenuhnya meski untuk itu Dia harus menjalani siksaan dan penderitaan yang sangat tidak beradab sebagai konsekuensinya. Dan lihatlah apa yang Yesus katakan di atas kayu salib: “..Sudah selesai…” (Yohanes 19:30). Yesus berhasil menyelesaikan semua tugas beratNya dengan gemilang. Coba pikirkan bagaimana jadinya kita seandainya Yesus gagal untuk memenuhi tugas dari Bapa? Semua yang kita nikmati hari ini, kelayakan untuk keselamatan kekal dan pemulihan hubungan antara kita dengan Sang Pencipta, semua itu adalah hasil dari totalitas Yesus dalam mengemban tugasNya.

“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkotbah 3:1). Dalam ayat ini jelas tertulis bahwa segala sesuatu di muka bumi ini ada tenggat/batas waktunya atau deadlinenya. Tidak ada tugas yang tak berakhir, tapi bagaimana akhirnya, baik atau tidak, semua itu tergantung dari kita sendiri. Jika demikian, pertanyaannya, apakah kita sudah melakukan tugas-tugas kita dengan sebaik-baiknya? Yesus berkata “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” (Yoahnes 9:4). Selama masih ada waktu, lakukanlah tugas kita dengan sebaik-baiknya. Memberi yang terbaik dalam pekerjaan merupakan sesuatu yang mutlak untuk kita lakukan. Begitu pentingnya sehingga dikatakan “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Semua pekerjaan menuntut tanggungjawab dan keseriusan, dan kita diminta untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaan maupun pelayanan kita. Apakah itu mengenai tugas kita sebagai orang tua, tugas sebagai anak, tugas sebagai pemimpin atau karyawan, tugas sebagai pasangan, tugas sesuai pekerjaan kita dan sebagainya, semua itu haruslah kita lakukan dengan sebaik-baiknya sebelum semuanya berakhir. Pada suatu hari nanti, tugas, tanggung jawab atau peran kita pun akan selesai. Dan ketika saat itu tiba, sangatlah penting bagi kita untuk membuktikan: sudahkah kita menyelesaikannya dengan baik dan benar? Yesus sudah menunjukkan bagaimana totalitas dalam menyelesaikan pekerjaan, hendaklah kita meneladani benar hal ini dan mengaplikasikannya dalam segala bentuk pekerjaan yang kita hadapi hari demi hari. Apa yang menjadi daftar tugas anda saat ini? Sudahkah anda memberi yang terbaik dalam menyelesaikannya?

Kita tidak bisa menghentikan waktu, tapi kita bisa memaksimalkan waktu untuk melakukan yang terbaik atas pekerjaan-pekerjaan kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: