Teliti sebelum Beli, Luntur tidak Ditanggung

Pasar malam di Saigon by Mathias Hariyadi“Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.” (Fil 1, 9-10) DALAM media sosial pernah beredar berita tentang seorang gadis yang menangis terharu, saat dirinya menghadiri pesta pernikahan mantan pacarnya. Mantan […]

Pasar malam di Saigon by Mathias Hariyadi

“Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.” (Fil 1, 9-10)

DALAM media sosial pernah beredar berita tentang seorang gadis yang menangis terharu, saat dirinya menghadiri pesta pernikahan mantan pacarnya. Mantan pacarnya telah mendapatkan gadis yang lain dan telah melangsungkan pernikahan. Gadis itu pisah dari mantan pacarnya, karena orangtua tidak setuju dengan hubungan mereka. Tidak disebutkan dengan jelas, apa alasan keberatan dari orang tua mereka.

Bagaimana pun juga, para orangtua biasanya ingin agar anaknya mendapat pasangan hidup yang terbaik. Keinginan untuk memilih ‘yang terbaik’, kiranya tidak hanya terbatas pada pemilihan jodoh, tetapi juga terjadi dalam kesempatan dan peristiwa lain.

Setiap orang akan memilih yang baik: saat membeli buah, pakaian atau belanja barang lain; saat memilih sekolah untuk anak; saat memilih tempat berobat atau cek kesehatan; saat memilih lapangan kerja; saat mendapatkan berbagai macam tawaran. Jarang terjadi bahwa seseorang memilih sesuatu atau seseorang yang tidak baik, buruk atau jahat.

Memilih sesuatu atau seseorang yang baik memerlukan tersedianya data atau informasi tentang hal-hal yang akan dipilihnya. Data atau informasi tersebut harus dimengerti, dipahami dan dipertimbangkan dengan matang, sebelum seseorang mengambil keputusan untuk memilih yang baik. Orang harus mengetahui dengan benar hal-hal yang akan dipilihnya.

Sering terjadi bahwa seseorang salah dalam memilih sesuatu atau seseorang, karena terjebak dalam penampilan lahiriah atau penampilan sesaat. Orang sering terkecoh dengan kemasan yang nampak indah, baik dan menarik, tetapi isinya mengecewakan.

Memilih apa yang baik memerlukan ketelitian, kesabaran, kebijaksanaan dan pertimbangan matang, agar orang tidak menyesal di kemudian hari. Memilih sesuatu atau seseorang yang baik juga memerlukan pembelajaran terus menerus.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Belanja tas di pasar malam di jantung kota Saigon, Vietnam (Mathias Hariyadi)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply