Teguran Allah (2) : Berbahagialah Jika Ditegur

Ayat bacaan: Ayub 5:17
=====================
“Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.”

berbahagia ditegur Tuhan, teguran Allah

Kemarin kita sudah melihat apa yang terjadi ketika Bileam ditegur Tuhan lewat keledainya. Hari ini mari kita lihat lebih jauh ayat yang sudah saya kutip sebelumnya, yaitu dari kitab Ayub. “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.” (Ayub 5:17). Mengapa kita harus berbahagia ketika ditegur Allah? Ayat-ayat berikutnya mulai dari ayat 18-26 menjelaskan alasannya dengan serangkaian daftar yang sungguh luar biasa kepada orang yang ditegur Allah.
– Kita luput dari malapetaka,
– Tuhan akan menyelamatkan kita dari bencana kelaparan,
– janji akan perlindungan,
– ada berkat atas pekerjaan,
– kemurahan hidup,
– keamanan,
– panjang umur
– diberkati dengan keturunan yang banyak
Semuanya menjadi janji yang ditetapkan Allah bagi orang yang Dia tegur. Dan lihatlah penutup dari perikop ini: “Sesungguhnya, semuanya itu telah kami selidiki, memang demikianlah adanya; dengarkanlah dan camkanlah itu!” (ay 27).

Semua berkat luar biasa diatas bisa tercurah ketika kita mendengar teguran Allah dan berbalik menuruti kehendakNya dengan sepenuh hati. Artinya, teguran Allah akan menempatkan kita pada posisi yang benar, sehingga dosa dan kesalahan-kesalahan kita tidak lagi merintangi datangnya berkat yang Dia curahkan pada kita. Itulah mengapa ketika kita ditegur, kita seharusnya merasa berbahagia. Teguran itu adalah bentuk didikan atas kasih Allah yang sangat besar pada kita. Dia tidak ingin satupun dari kita tersesat dan akhirnya tidak mendapat bagian dari kerajaanNya kelak. Pada kesempatan lain, Salomo juga melihat hal yang sama. “Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan.” (Amsal 6:23). Atau lihatlah ayat lain: “Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.” (12:1). Salomo kemudian melanjutkan “Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.”(15:32) dan akhirnya menyimpulkan: “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi” (29:15). Semua teguran Allah pada kita bukanlah bermaksud untuk menyiksa dan menyakiti kita, namun semuanya adalah untuk mendidik kita agar lebih baik dan selamat hingga akhir. Ketika Dia memberi teguran, itu bukanlah berarti Allah menjatuhkan batu besar di atas kepala kita agar binasa, tapi sesungguhnya yang Dia lakukan adalah menyelamatkan anda agar jangan sampai tertimpa batu besar seperti gambar di atas. Maka ketika mendapat teguran dari Allah, bersyukurlah. Itu tandanya Tuhan sayang pada kita, Dia memperhatikan kita dan sangat peduli, Dia begitu mengasihi kita. Yang penting adalah bagaimana sikap kita menyikapi datangnya teguran Tuhan tersebut.

Kita manusia yang setiap hari tidak luput dari kesalahan, tapi Tuhan telah berulang kali menunjukkan bahwa Dia sanggup mengubah orang secara ajaib. Dia tetap peduli dan selalu mengingatkan kita, dan pada saat-saat tertentu, Dia merasa perlu untuk memberi teguran, semua untuk kebaikan kita sendiri. Janganlah kita mengeraskan hati, lalu bersungut-sungut dan malah menyalahkan Tuhan dalam menyikapi teguran, karena hal tersebut bisa membinasakan kita. “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” (Ibrani 3:7-11).Jika kita mendengarkan tegurannya dan memperbaiki diri, Tuhan sendirilah yang akan menuntun kita menuju jalan yang benar sesuai dengan rencana dan kehendakNya dalam hidup kita. Mari kita semua peka dan jeli dalam menangkap teguran Tuhan dan segera menjadikannya sebagai peringatan atau didikan yang berasal dari kasih Tuhan yang begitu besar untuk terus menyempurnakan diri kita.

Teguran mendatangkan kebaikan pada kita. Berbahagialah mereka yang ditegur Allah!

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply