Renungan Harian

Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Renungan Harian - Kumpulan Renungan Iman Kristiani

Tegar Tengkuk

Ayat bacaan: Ulangan 9:6
================
“Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!”

Suka bersitegang leher merupakan salah satu perilaku yang tidak diinginkan Tuhan untuk terjadi dalam diri kita. Sepintas mungkin terlihat sebagai hal yang lumrah, bahkan ada yang melakukannya karena ingin terlihat hebat, punya power dan tegas. Tapi Firman Tuhan dalam Amsal 29:1 sudah mengingatkan akan bahayanya, bahwa kelak apabila tingkah itu terus dipelihara, maka ada saatnya kita diremukkan tanpa bisa dipulihkan lagi. Dalam renungan kemarin saya sudah membahas mengenai masalah ini. Untuk hari ini mari kita lihat contoh dari sebuah bangsa yang seperti tidak tahu berterima kasih dan terus mengeraskan tengkuknya, yaitu bangsa Israel.

Bangsa Israel memang luar biasa bandelnya. Berkali-kali Tuhan menunjukkan penyertaanNya secara nyata, berkali-kali pula mereka menunjukkan sikap tidak tahu berterimakasih dan terus saja mengecewakan Tuhan. Sudah dibebaskan dari perbudakan malah sinis karena merasa sulit untuk melalui padang gurun di alam kemerdekaan. Diberikan tanah terjanji yang begitu subur dan melimpah susu dan madunya bukannya senang tapi malah pesimis. Setelah menerima, mereka malah merasa karena mereka luar biasa hebatnya maka mereka bisa mendapatkan itu. Mereka bahkan berani berpaling dari Tuhan dan mengikuti yang lain. Ini menunjukkan bentuk sikap yang sangat keterlaluan. Seperti inilah bentuk kekerasan tengkuk orang Israel di masa itu. Tidak salah jika Tuhan kemudian marah kepada mereka. Maka Tuhan pun menghardik mereka yang tidak kunjung berubah. “Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!” (Ulangan 9:6).

Beragam alasan akan mudah kita jadikan pembelaan atau pembenaran diri untuk tidak mematuhi Tuhan. Betapa pintarnya kita dalam merancang alasan. Masih muda, belum waktunya, sedang enak-enaknya menikmati tawaran dunia, ingin balas dendam kepada seseorang, dan sebagainya, itu kerap dipergunakan untuk menjustifikasi keengganan untuk patuh kepada Tuhan. Kita bisa saja melakukan itu, tapi ingatlah bahwa sepintar-pintarnya kita mencari alasan untuk tidak mematuhi Tuhan, ketidaktaatan tetaplah sebuah ketidaktaatan, yang akan merugikan kita sendiri.

Sangat baik jika kita mau menjadikan sikap bangsa Israel dan konsekuensi yang harus mereka tanggung sebagai pembelajaran. Kata pepatah, jangan bermain api, nanti bisa terbakar. Jangan main-main dengan dosa, karena sesal kemudian tidaklah berguna. Begitu hati kita lumpuh, kita pun akan habis sia-sia dalam penyesalan tanpa akhir. Jika hari ini anda masih mendengar teguran dan peringatan Tuhan, jangan tunda lagi untuk segera berbalik, melakukan pertobatan sebelum semuanya terlambat. Jangan tegar tengkuk, jangan biarkan hati terus mengeras karena itu akan membangkitkan kemarahan Tuhan seperti halnya yang terjadi pada bangsa Israel di jaman Musa. “di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,” (ay 9-10). Berbaliklah segera, mulailah untuk hidup benar dan saling menasihatilah satu sama lain. “Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.” (ay 13). Selagi masih ada “hari ini”, selagi masih ada kesempatan, segeralah berubah.

Tegar tengkuk hanya akan merugikan diri sendiri

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

0saves
If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*