Tanggalkan Diri, tak Usah Iri, Andalkan Tuhan Murah Hati

Santo Bernardus ClairvauxRabu, 20 Agustus 2014.  PW St Bernardus, Abas & Pujangga Gereja Yehezkiel 34:1-11; Mzm 23:1-6; Matius 20:1-16 “Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” (Matius 20:16) Bagaimana kita bisa memaknai Injil hari ini dengan bingkai kutipan ayat tersebut? Yang terakhir akan menjadi terdahulu, yang terdahulu akan menjadi […]

Santo Bernardus Clairvaux

Rabu, 20 Agustus 2014.  PW St Bernardus, Abas & Pujangga Gereja
Yehezkiel 34:1-11; Mzm 23:1-6; Matius 20:1-16

“Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.” (Matius 20:16)

Bagaimana kita bisa memaknai Injil hari ini dengan bingkai kutipan ayat tersebut? Yang terakhir akan menjadi terdahulu, yang terdahulu akan menjadi terakhir.

Perumpamaan yang disampaikan Yesus memberikan jawaban yang jelas. Kita diundang untuk selalu mengandalkan kemurahanhati-Nya. Itu yang utama!

Betapa mudah kita mengandalkan diri kita sendiri. Kita telah merasa berjasa atas banyak hal. Kita seakan telah bekerja keras. Kita merasa telah berjerih payah. Lalu kita meminta penghargaan, balas jasa yang setimpal!

Ah, tidak! Itulah yang disebut sikap egois yang biasanya melahirkan iri hati bahkan amarah dan dendam. Itulah sikap merasa “terdahulu” dan kalau demikian kita akan menjadi yang “terakhir”! Artinya, bila kita mengandalkan diri sendiri dan bukan daya kemurahan hati Tuhan, kita akan kecewa, cemburu, iri, marah dan dendam, bahkan ujung-ujungnya menyalahkan orang lain, bahkan Tuhan!

Mari menjadi orang “terakhir” atas diri kita di hadapan Tuhan. Hanya mengandalkan Dia saja dan Tuhan pasti bermurah hati kepada kita, sebab Tuhan akan mengangkat kita yang rendah, hina dan papa.

Lagi-lagi, saya jadi ingat pepatah “Let go and let God!” Tanggalkan dirimu dan andalkan Tuhan! Maka Tuhan akan mencurahkan rahmat berlimpah dalam hidup kita sebab Tuhan Allah itu murah hati kepada siapa saja yang mengandalkan-Nya.

Tuhan Allah selalu bermurah hati membuka pintu belas kasih-Nya kepada siapa saja. Kalau kita boleh masuk ke dalamnya, tak ada kata lain kecuali bersyukur! Di hadapan Allah, kita laksana pengangguran-pengangguran yang membutuhkan rahmat-Nya. Rahmatnya bukan gaji tetapi berkah. Mari menerimanya bukan dengan iri tetapi dengan sukacita meriah lalu rela menjadi berkah!

Adorasi Ekaristi Abadi terbuka bagi siapa saja yang mau mengalami rahmat belas kasih dan kemurahan hati. Siapa pun diundang untuk datang kepada-nya, entah tengah malam, dini hari, pagi, siang, sore atau menjelang malam dan di malam hari. Kapan saja kita datang kepada-Nya bersembah sujud di hadirat-Nya, kemurahan hati dan belas kasih-Nya akan dilimpahkan kepada kita dan seluruh anggota keluarga serta sanak kerabat kita. Yang penting kita melakukannya dengan hati tulus dan ikhlas.

Tuhan Yesus Kristus, anugerahilah aku hati yang tulus dan ikhlas untuk datang kepada-Mu. Semoga karenanya, aku pun boleh melayani Engkau dan sesama dengan sukacita dan murah hati, kini dan selamanya. Amin.

SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman.

Kredit foto: Santo Bernardus (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply