Tanda Mujizat Yesus dalam Ekaristi dan Adorasi Abadi

26 Juli - RmA 2Minggu, 26 Juli 2015 Minggu Biasa XVII 2Raj 4:42-44; Ef 4:1-6; Yoh 6:1-15 “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.” (Yoh 6:11) TAK satu pun di dunia ini yang dapat memuaskan kerinduan dan kelaparan terdalam kita untuk mengalami kehadiran Allah. Namun syukur kepada Allah sebab memberi kita Yesus Kristus yang memberikan kepada kita pula roti setiap hari. Roti itu bukan roti duniawi melainkan roti surgawi. Kita mengalaminya dalam Ekaristi dan Adorasi. Injil hari ini berkisah tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan mujizat penggandaan lima roti dan dua ikan. Tindakan Yesus mengambil lima roti dan dua ikan lalu mengucap syukur kepada Bapa di surga, membagikannya kepada semua hingga mereka semua kenyang adalah antisipasi istimewa bagi Sakramen Ekaristi. Apa maknanya bagi kita? Mujizat pemberian makan kepada banyak orang itu menunjuk pada makna berbagi sebagaimana kita alam dalam penyelenggaraan Ekaristi yang ditawarkan kepada kita. Itu mengantisipasi roti surgawi sejati yang ditawarkan-Nya kepada kita setiap hari. Yesus Kristus adalah Roti Surgawi yang sejati yang dapat memuaskan lapar kita akan Allah. Ketika Tuhan mengambil roti, mengucap syukur, memecah-memecahkan dan membagikanya melalui para murid-Nya, tindakan itu sangat jelas menunjuk pada Roti Ekaristi yang secara berlimpah kita alami. Saat kita menerima Ekaristi dari meja perjamuan Tuhan kita dipersatukan dengan Yesus Kristus. Kita pun bersatu dengan tubuh dan darah-Nya. Dalam Sakramen Ekaristi dan Adorasi Ekaristi Abadi kita menerima dan menyembah Yesus Kristus, Roti Surgawi yang sejati bagi kita. Ekaristi dan Adorasi Abadi menyembuhkan kita baik tubuh maupun jiwa kita serta menguatkan kita dalam perjalanan menuju surga. Buah utama menerima Ekaristi dan menyembah Yesus dalam dalam Adorasi Abadi adalah kita kian dipersatukan secara mesra dengan Kristus. Itu juga menguatkan kita dalam kepedulian kasih kepada sesama dan memampukan kita mengembangkan semangat berbagi kepada sesama. Tuhan Yesus Kristus, dalam Ekaristi dan Adorasi Ekaristi Abadi Engkau menunjukkan kepada kami kemurahan hati Allah dan kebaikan-Nya. Engkau memberi kami secara berlimpah. Engkau memberi kami lebih dari yang kami butuhkan hingga kami boleh mengembangkan semangat berbagi kepada sesama, terutama mereka yang kekurangan. Engkau menggunakan sedikit yang kami miliki dan menggandakannya demi kebaikan sesama. Dari keterbatasan dan kekurangan kami, Engkau berkarya secara luar biasa berlimpah. Semoga kami dengan bebas memberikan apa yang kami miliki kepada sesama kini dan selamanya. Amin. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

26 Juli - RmA 2

Minggu, 26 Juli 2015
Minggu Biasa XVII
2Raj 4:42-44; Ef 4:1-6; Yoh 6:1-15

“Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.” (Yoh 6:11)

TAK satu pun di dunia ini yang dapat memuaskan kerinduan dan kelaparan terdalam kita untuk mengalami kehadiran Allah. Namun syukur kepada Allah sebab memberi kita Yesus Kristus yang memberikan kepada kita pula roti setiap hari. Roti itu bukan roti duniawi melainkan roti surgawi. Kita mengalaminya dalam Ekaristi dan Adorasi.

Injil hari ini berkisah tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan mujizat penggandaan lima roti dan dua ikan. Tindakan Yesus mengambil lima roti dan dua ikan lalu mengucap syukur kepada Bapa di surga, membagikannya kepada semua hingga mereka semua kenyang adalah antisipasi istimewa bagi Sakramen Ekaristi.

Apa maknanya bagi kita? Mujizat pemberian makan kepada banyak orang itu menunjuk pada makna berbagi sebagaimana kita alam dalam penyelenggaraan Ekaristi yang ditawarkan kepada kita. Itu mengantisipasi roti surgawi sejati yang ditawarkan-Nya kepada kita setiap hari.

Yesus Kristus adalah Roti Surgawi yang sejati yang dapat memuaskan lapar kita akan Allah. Ketika Tuhan mengambil roti, mengucap syukur, memecah-memecahkan dan membagikanya melalui para murid-Nya, tindakan itu sangat jelas menunjuk pada Roti Ekaristi yang secara berlimpah kita alami. Saat kita menerima Ekaristi dari meja perjamuan Tuhan kita dipersatukan dengan Yesus Kristus. Kita pun bersatu dengan tubuh dan darah-Nya.

Dalam Sakramen Ekaristi dan Adorasi Ekaristi Abadi kita menerima dan menyembah Yesus Kristus, Roti Surgawi yang sejati bagi kita. Ekaristi dan Adorasi Abadi menyembuhkan kita baik tubuh maupun jiwa kita serta menguatkan kita dalam perjalanan menuju surga. Buah utama menerima Ekaristi dan menyembah Yesus dalam dalam Adorasi Abadi adalah kita kian dipersatukan secara mesra dengan Kristus. Itu juga menguatkan kita dalam kepedulian kasih kepada sesama dan memampukan kita mengembangkan semangat berbagi kepada sesama.

Tuhan Yesus Kristus, dalam Ekaristi dan Adorasi Ekaristi Abadi Engkau menunjukkan kepada kami kemurahan hati Allah dan kebaikan-Nya. Engkau memberi kami secara berlimpah. Engkau memberi kami lebih dari yang kami butuhkan hingga kami boleh mengembangkan semangat berbagi kepada sesama, terutama mereka yang kekurangan. Engkau menggunakan sedikit yang kami miliki dan menggandakannya demi kebaikan sesama. Dari keterbatasan dan kekurangan kami, Engkau berkarya secara luar biasa berlimpah. Semoga kami dengan bebas memberikan apa yang kami miliki kepada sesama kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply