Tamu Agung dari Jerman dan Polandia Kunjungi Balai Budaya Rejosari (BBR) di Kudus

balai budaya 2

PASTOR Norbert Meyer MSF –Prokura Misi Jerman—bersama dua rekannya dari Polandia yakni Thomas dan Olla akhir Juli 2014 datang mengunjungi padepokan budaya di jalur kawasan Pantura Wilayah Timur: Balai Budaya Rejosari (BRR) di perbatasan Kudus, Pati.

Baca juga:  Balai Budaya Rejosari di Balik Filosofi “Tinuntun Jumbuh” (2) dan Balai Budaya Rejosari: Gereja dari Altar ke Pasar di KAS Wilayah Pantura Timur (3)

Tentunya, selain ingin melihat dari dekat kiprah BBR dalam mengemban misi pengembangan kultural dan semangat beriman di kawasan Pantura Wilayah Timur, Pastor Norbert Meyer MSF juga ingin merasakan ‘sentuhan’ langsung khasanah budaya tradisi Jawa: gamelan dan kerawitan.

Oleh kelompok kerawitan yang secara teratur melakukan latihan di joglo BBR, aneka langgam Jawa disuguhkan kepada tetamu agung dari Jerman dan Polandia ini.

Tak ayal, ketiga tetamu agung Eropa ini pun tak kuasa menahan diri untuk tidak tergoda terhadap alunan gendhing-gendhing Jawa. Maka, dalam sekejap Pastor Norbert Meyer MSF pun tanpa sungkan segera bergabung dalam permainan orkestrasi Jawa itu dengan mempelajari beberapa jenis gamelan beserta notasi gamelan Jawa.

balai budaya 4

Melakukan sabetan wayang: Pastor Norbert Meyer MSF dari Prokura MSF Provinsi Jerman melakukan teknik ‘sabetan’ wayang kulit di pendopo joglo Balai Budaya Rejosari (BBR) dalam kunjungannya ke Kudus, Juli 2014 lalu. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

balai budaya 5

Belajar mendalang: Pastor Norbert Meyer MSF dari Jerman belajar spontan bagaimana susahnya mendalang dan memainkan ‘sabetan’ wayang kulit di joglo Balai Budaya Rejosari. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

Pak Aryanto, Ketua Bidang Pengembangan Kebudayaan BBR, ikut mendampingi ketiga tetamu agung ini seraya menjelaskan apa itu gamelan, cara memainkan, dan filosofinya. Dalam kesempatan itu juga diperkenalkan beberapa tokoh wayang.

Baca juga:  “Tinuntun Jumbuh”, Filsafat Jawa tentang Penyelenggaraan Ilahi (1) dan Pantura: after decades of “apathy”, Catholics revive missionary spirit.

Ternyata, Pastor Norbert tergiur untuk juga melakukan berbagai sabetan memainkan wayang itu di layar yang senantiasa terpasang di joglo BBR.

Setelah mengenal gamelan dan wayang, Pastor Norbert dan pengelola BBR mengadakan pembicaran mengenai dialog kebudayaan yang terjadi di kawasan Pantura Wilayah Timur. Pembicaraan ini menjadi kian hangat, berkat iringan suguhan musik gamelan dan makanan khas desa.

Baca juga: “Gladen Wungon” Peringati Kemerdekaan RI di Balai Budaya Rejosari

balai budaya 3

Antara silouette dan gambar nyata: Thomas dari Polandia pun tak kuasa menyimpan kekagumannya terhadap teknik permainan wayang kulit melalui layar ‘geber’ saat melakukan kunjungan ke Balai Budaya Rejosari di perbatasan Kudus-Pati, Jawa Tengah. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

balai budaya 1 ok

Notasi gamelan: Berbeda dari notasi balok atau musik ‘Barat’, notasi gamelan punya irama dan gaya permainan sendiri. Pak Aryanto dari Balai Budaya Rejosari menerangkan seluk-beluk notasi gamelan kepada Pastor Norbert Meyer MSF. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

balai budaya 8

Kekayaan tradisi Timur: Barat punya warisan budayanya sendiri, begitu pula Timur punya khasanah warisan budaya adiluhung. Thomas dari Polandia begitu semangat mendokumentasikan para niyaga Balai Budaya Rejosari memainkan notasi gamelan. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

balai budaya 7

Makan ala kampung: Meski datang dari belahan bumi Barat, namun ketiga tetamu agung dari Eropa berkenan menikmati gaya makan ala dusun di Balai Budaya Rejosari. (Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari)

Terbatasnya waktu tak menghalangi dialog budaya Timur-Barat. Setidaknya, kami dan ketiga tetamu agung dari kawasan Eropa itu menjadi lebih tahu dinamika budaya Asia –khususnya Jawa kawasan Pantura Wilayah Timur—yang merupakan khasana budaya sosial yang berarti untuk membangun masyarakat yang inklusif, sejahtera dan beradab.

Kredit foto: Dok. Romo YB Haryono MSF/Balai Budaya Rejosari, Kudus, Jawa Tengah.

Kunjungi situs resmi Balai Budaya Rejosari di www.balaibudaya.com

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. balai budaya rejosari
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: