Takutilah Allah, Hari Orang-Orang Kudus-Nya

11 Juli - RmA 2Sabtu, 11 Juli 2015 Ams 2:1-9; Mzm 34:2-11; Mat 10:24-33 Yesus bersabda, “Janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” APA makna sabda Yesus ini bagi kita? Yesus Kristus menghendaki kita memiliki rasa takut pada Allah. Bagaimana itu bisa terjadi? Mari kita belajar dari pemazmur yang berdoa, “Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu! Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!” (Mzm 34:10,12,14-15) Takut akan Allah sama dengan sikap takwa dan taat kepada-Nya. Kita takut akan Allah dengan sikap takwa dan taat kepada-Nya karena Allah membentuk kita dalam kasih-Nya dan menjaga kita dalam belas kasih dan kebaikan-Nya pula. Takut akan Allah membawa kita pada kedewasaan rohani dan kebijaksanaan. Sikap takwa kepada-Nya membebaskan kita dari belenggu dosa keangkuhan dalam menatap kejahatan dan kepalsuan. Takut akan Allah adalah sikap mengandalkan rahmat dan belas kasih-Nya dan juga ketaatan kepada sabda-Nya. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar takut akan Allah dan menderita demi iman dengan turut ambil bagian dalam karya Yesus Kristus. Sebagaimana Yesus Kristus telah mengandalkan Allah dan taat kepada-Nya dengan memanggul salib-Nya, demikianlah kita harus memanggul salib kita pula dan tidak menghindarinya. Tuhan Yesus Kristus, anugerahilah kami Roh Kudus-Mu yang memberi kami daya kuasa ilahi, kebebasan dan rahmat untuk menghayati citra kami sebagai murid-Mu. Berilah kami kekuatan dan daya tahan yang kami perlukan untuk mengikuti kehendak-Mu dan memanggul salib-Mu setiap hari demi keselamatan kami. Semoga kami menjadi saksi sukacita Injil, damai dan kebenaran kini dan selamanya. Amin. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

11 Juli - RmA 2

Sabtu, 11 Juli 2015
Ams 2:1-9; Mzm 34:2-11; Mat 10:24-33

Yesus bersabda, “Janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

APA makna sabda Yesus ini bagi kita? Yesus Kristus menghendaki kita memiliki rasa takut pada Allah. Bagaimana itu bisa terjadi? Mari kita belajar dari pemazmur yang berdoa, “Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan Tuhan akan kuajarkan kepadamu! Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!” (Mzm 34:10,12,14-15)

Takut akan Allah sama dengan sikap takwa dan taat kepada-Nya. Kita takut akan Allah dengan sikap takwa dan taat kepada-Nya karena Allah membentuk kita dalam kasih-Nya dan menjaga kita dalam belas kasih dan kebaikan-Nya pula.

Takut akan Allah membawa kita pada kedewasaan rohani dan kebijaksanaan. Sikap takwa kepada-Nya membebaskan kita dari belenggu dosa keangkuhan dalam menatap kejahatan dan kepalsuan. Takut akan Allah adalah sikap mengandalkan rahmat dan belas kasih-Nya dan juga ketaatan kepada sabda-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar takut akan Allah dan menderita demi iman dengan turut ambil bagian dalam karya Yesus Kristus. Sebagaimana Yesus Kristus telah mengandalkan Allah dan taat kepada-Nya dengan memanggul salib-Nya, demikianlah kita harus memanggul salib kita pula dan tidak menghindarinya.

Tuhan Yesus Kristus, anugerahilah kami Roh Kudus-Mu yang memberi kami daya kuasa ilahi, kebebasan dan rahmat untuk menghayati citra kami sebagai murid-Mu. Berilah kami kekuatan dan daya tahan yang kami perlukan untuk mengikuti kehendak-Mu dan memanggul salib-Mu setiap hari demi keselamatan kami. Semoga kami menjadi saksi sukacita Injil, damai dan kebenaran kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply