7 Juni RI

Minggu, 7 Juni 2015
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Kel 24:3-8; Mzm 116:12-13,15,16bc,17-18; Ibr 9:11-15: Mrk 14:12-16, 22-26

Yesus mengambil roti, mengucap berkat, membagi-bagi roti itu lalu memberikannya kepada para murid seraya berkata, “Ambillah, inilah tubuh-Ku”
Hari ini adalah Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Ia menawarkan diri-Nya sebagai makanan dan minuman kepada kita semua. Mengapa Ia menawarkan diri-Nya sebagai makanan dan minuman kita?

Dalam Perjamuan Malam terakhir seperti diwartakan dalam Injil hari ini, Yesus merayakan Ekaristi Perdana bagi kita. Dalam Perjamuan Malam terakhir itu untuk pertama kalinya, Yesus Kristus mengidentifikasi roti sebagai Tubuh-Nya, dan anggur dalam piala sebagai Darah-Nya. Ia memerintahkan kepada para murid-Nya untuk makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Ia juga mengundang kita semua untuk ambil bagian dalam kehidupan-Nya yang menjadi pusat seluruh keberadaan kita.

Yesus Kristus menawarkan diri-Nya sebagai makanan dan minuman kepada kita. Ia menawarkan kehidupan-Nya sendiri dan kehidupan Alah. Ia memberi perintah kepada kita untuk melakukan itu sebagai kenangan akan Dia.

Merayakan Ekaristi tak sekadar undangan melainkan perintah yang mestinya kita laksanakan dengan taat dan setia. Perayaan kita pada Perjamuan Tuhan mengantisipasi akhir zaman saat Tuhan Yesus Kristus akan menjamu kita para murid-Nya dalam Perjamuan Nikah Surgawi Sang Anak Domba dan Sang Mempelai. Ketika kita menerima dari meja perjamuan Tuhan kita mempersatukan diri kita dengan Yesus Kristus yang membuat kita bersatu dan berbagi pula dalam Tubuh dan Darah-Nya.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita bersyukur kepada Yesus Kristus karena buah-buah menerima Ekaristi yang membuat kita dipersatukan secara intim dengan Kristus. Itu menguatkan kita dalam perbuatan kasih dan memampukan kita lebih berakar pada kasih Kristus.

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Roti Kehidupan dan Piala Keselamatan kami. Teguhkanlah kami dengan kehadiran dan hidup-Mu ini. Semoga kami selalu lapar akan Dikau dan dipuaskan oleh Dikau semata kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.