Tak Perlu Ragu, Romo pun Bisa Jualan Bakso

Bakso jualanPARA mitra KBKK terkasih, Saya mau sedikit berbagi cerita mendampingi anak-anak di Panti Asuhan Bhakti Luhur ALMA cabang  Pulau Nias, Provinsi Sumatra Utara. Setiap kali saya mampir ke ALMA, entah untuk sekedar minum kopi pahit atau bermalam selalu saja mendapati anak-anak berlarian kesana kemari. Bocah-bocah lucu berteriak-teriak memanggil namaku. Tak ada kesedihan apalagi galau ala […]

Bakso jualan

PARA mitra KBKK terkasih,

Saya mau sedikit berbagi cerita mendampingi anak-anak di Panti Asuhan Bhakti Luhur ALMA cabang  Pulau Nias, Provinsi Sumatra Utara.

Setiap kali saya mampir ke ALMA, entah untuk sekedar minum kopi pahit atau bermalam selalu saja mendapati anak-anak berlarian kesana kemari. Bocah-bocah lucu berteriak-teriak memanggil namaku.

Tak ada kesedihan apalagi galau ala ABG masa kini.

40 an bocah-bocah ini senantiasa membuatku tersenyum tentunya dengan tatapan ceria dan celotehan ala balita. Tak pernah sepi hatiku jika bertandang ke ALMA yang ada ikut gembira dan tertawa terpingkal-pingkal dengan tingkah polah bocah centil yang tidak dapat duduk diam.

Para Suster ALMA seperti tak kenal lelah merawat, mendidik dan membesarkan anak-anak ini. Mereka layaknya Ibu kandung bagi sebagian balita yang nasibnya kurang beruntung ini.

Tangan lembut yang senantiasa membelai rambut halus, terkadang diiringi teriakan kemarahan karena anak-anak saling berguling-guling direrumputan yang menyebabkan baju mereka kotor. Tapi semua tak mengurangi rasa kasih sayang untuk anak-anak mungil ini.

Yuk jualan bakso

Sebulan lalu, kami memikirkan sebuah usaha yang kalau dipikir-pikir gila juga.

Saya katakan, Sr. Eros, bagaimana kalau kita jualan bakso?

Sr. Eros terkejut.

Apa, Romo, jualan bakso?

Iya… Bakso buatan Suster khan enak,. Kenapa kita tidak jualan saja. Pasti laku! Kataku. Nanti untungnya bisa buat biaya hidup anak-anak. Kan lumayan.

Akhirnya ide gila itu kami coba. Suster membuat bakso persis seperti bakso yang dijual di Lapangan Tembak Senayan Jakarta tempo dulu. Rasanya, jangan tanya! Pasti akan nambah dua mangkok.

Ada konter Bakso ALMA di Caritas Market. Pada pukul 9 malam, baksonya sdh habis.

Tak disangka, setiap hari bakso ALMA laris manis. Ludes! Tandas! Untungnya lumayan.

Saya sampai terheran-heran, koq untungnya besar sekali. Wah, lumayan bisa ditabung untuk beli pampers, susu, biaya sekolah, gaji gadis-gadis penjual bakso, macem-macem deh.

Kami juga terima pesanan lho.

Sudah banyak yang memesan bakso ALMA . Bahkan Pak Bupati pun ikut memesannya..
Puji Tuhan.

Para mitra KBKK, itu sepenggal kisah dari Pulau Nias tentang karya para Suster ALMA di Panti Asuhan Bhakti Luhur. Kami menyadari, Tuhan berkarya dengan cara yang luar biasa untuk menghidupi anak-anaknya.

Sekarang anak-anak semakin ceria, sehat, bisa sekolah. Semoga masa depan mereka pun cemerlang.

Salam hangat dari Nias.

Purwo OSC

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply