Tak Kenal Maka Tak Sayang

Ayat bacaan: Mazmur 9:11
====================
“Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.”

tak kenal maka tak sayang

Kita selalu dianjurkan untuk berhati-hati jika berkenalan dengan teman-teman baru di dunia maya. Himbauan ini tentu ada benarnya, mengingat ada begitu banyak orang jahat yang memanfaatkan dunia ini untuk menipu, menjebak atau memperdaya orang lain. Tapi jika kita mengatakan bahwa dunia cyber ini 100% berisi orang jahat, itupun tidaklah benar. Saya memiliki banyak teman dekat yang kemudian menjadi seperti saudara sendiri yang tadinya saya kenal lewat dunia maya ini. Hampir semuanya melalui proses yang tidak singkat, dimana kita saling mengenal lebih jauh terlebih dahulu untuk bisa sampai kepada sebuah tahapan persahabatan yang erat pada akhirnya. Persahabatan itu kemudian menjadi lebih erat lagi setelah bertemu muka secara langsung. Ketika itulah saya bisa mengenal mereka secara lebih dekat lagi, demikian pula sebaliknya. Ada sebuah pepatah yang mengatakan “To know is to love” atau dalam bahasa Indonesianya dikatakan “tak kenal maka tak sayang.” Semakin dalam kita mengenal seseorang secara pribadi, maka kita bisa semakin percaya kepada mereka, begitu juga sebaliknya. Apakah di dunia nyata ataupun di dunia maya, proses persahabatan yang bermula dari perkenalan awal membutuhkan sebuah proses. Ada yang cepat, ada yang lambat, tetapi biar bagaimanapun kita tetap harus melewati proses itu. Tanpa mengenal dengan baik, pasti sulit bagi kita untuk percaya.

Hubungan antara kita dengan Sang Pencipta pun seperti itu. Bagaimana kita bisa mengaku mencintai Tuhan apabila kita tidak mengenalNya secara dekat? Lalu bagaimana kita bisa mengaku kenal Tuhan jika kita tidak mengetahui firmanNya?  Sejauh mana kita mengenal Tuhan akan akan sangat menentukan seberapa besar tingkat kepercayaan kita kepadaNya. Mengaku percaya mungkin mudah. Lewat lagu-lagu pujian, lewat ucapan di depan orang lain, mungkin mudah bagi kita untuk berkata percaya jika hanya lewat bibir saja. Namun ketika dihadapkan pada realita, mungkin hanya sedikit yang benar-benar percaya lewat iman yang teguh bahwa Tuhan itu ada memelihara kehidupan mereka sehari-hari. Ketika masalah menerpa, ketika badai menghadang, disanalah tingkat kepercayaan kita akan diuji. Begitu banyak orang yang saat ini didera kekhawatiran/ketakutan terhadap apa yang akan terjadi di masa depan. Mereka dikuasai ketakutan yang timbul dari pikiran mereka sendiri karena melihat situasi hanya lewat mata saja. Pada tingkat tertentu itu bisa membuat orang menjadi paranoid. Bukannya percaya pada Tuhan, tapi malah lebih mudah untuk menyerah kepada ketakutan dan kekhawatiran yang menghantui pikiran. Masalah menjadi terlihat jauh lebih besar dibandingkan kuasa yang dimiliki Tuhan. Segala-galanya hanya dipandang dari segi jumlah harta, popularitas atau gengsi saja. Saya bertemu dengan banyak orang yang bersikap seperti ini, bahkan beberapa diantaranya merupakan orang-orang yang melayani Tuhan. Inilah yang mungkin terjadi apabila kita belum mengenal Tuhan secara benar.

Untuk bisa percaya kepada Tuhan, tentu terlebih dahulu kita harus mengenalNya.Daud mengatakan sebagai berikut: Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.” (Mazmur 9:11). Kunci penting itu disebutkan disini:  Agar kita bisa percaya maka kita harus mengenalNya terlebih dahulu. Bagaimana caranya?

Yang pertama kita bisa mengenal Dia lewat firman Tuhan. Alkitab mencatat begitu banyak keterangan mengenai Tuhan. Mari kita lihat beberapa ayat berikut ini. “Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.” (Mazmur 33:9). Tuhan adalah pribadi yang menciptakan segala sesuatu lewat firman. Kisah penciptaan alam semesta beserta isinya di awal Alkitab menjadi sebuah catatan penting mengenai hal ini. Salomo menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang jauh lebih tinggi dari segala kepintaran dan kecerdasan bahkan kebijaksanaan manusia. “Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.” (Amsal 21:30). Dalam Yesaya dikatakan: “Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yesaya 3-4) Tuhan adalah Bapa yang setia yang akan tetap mau menggendong, menanggung, memikul dan menyelamatkan kita sampai akhir hayat.”Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku”(ay 9). Atau lihatlah Mazmur 23, disana Daud menunjukkan seperti apa ia mengenal Tuhan. Dan tentunya banyak lagi firman Tuhan yang mampu mengenalkan kita secara mendalam kepada siapa Tuhan sebenarnya.

Kemudian selanjutnya, mengenal pribadi Allah bisa kita peroleh lewat pengalaman kita berjalan bersama-sama denganNya. Mengalami langsung kuasa Tuhan dengan penyertaanNya dalam hidup kita. Saya masih bisa menulis renungan saat ini, dan anda bisa membacanya, itu adalah atas karunia Tuhan. Saya percaya semakin taat kita menjalani hidup, maka kuasaNya akan semkakin nyata pula kita rasakan. “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:10). Orang yang percaya akan dibenarkan, yang mengaku akan diselamatkan. Ini sejalan dengan ayat bacaan hari ini, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan orang yang terus berusaha untuk mengenalNya lebih jauh. Orang yang setia mencari dan merindukan Tuhan adalah gambaran dari orang yang percaya kepadaNya, punya pengharapan tanpa henti, tidak menyerah pada ketakutan dan kekhawatiran. Dan ini akan dimiliki apabila kita mengenal siapa Tuhan itu sebenarnya, seperti apa sebenarnya besar kasihNya kepada kita, seberapa besar Tuhan ingin kita selamat dan mendapatkan bagian di KerajaanNya. Janganlah berhenti dengan percaya sebatas bibir saja, mulailah hari ini untuk mengenal pribadi Allah lebih jauh lagi sehingga dengan iman teguh yang bertumbuh semakin besar kita bisa percaya sepenuhnya dan menerima penyertaan Tuhan secara nyata dalam hidup kita.

To know Him is to love Him

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: