Tak Jemu Mencari Yesus


MARIA Magdalena diliputi rasa duka yang mendalam ketika mendapati makam yang kosong. Perhatiannya hanya tertuju pada hilangnya tubuh Yesus sehingga ia gagal mengenali Yesus yang datang menyapanya. Namun ketika Yesus memanggil namanya, ia pun berpaling dan mengenali Sang Guru. Dengan hati penuh sukacita, Maria Magdalena mewartakan pengalaman perjumpaannya dengan Yesus yang bangkit, kepada para murid.


Ada kalanya kita merasa tak berdaya ketika berbagai persoalan dan penderitaan silih berganti datang mendera kehidupan kita, atau ketika kita tersesat begitu jauh meninggalkan Tuhan. Harapan perlahan-lahan mulai memudar, hanya kegelapan pekat yang menyelimuti seluruh hidup kita; kita tidak lagi mampu merasakan kehadiran Tuhan.


Di saat seperti ini, ingatlah janji Yesus bahwa Ia akan menyertai kita sampai akhir zaman. PenyertaanNya tak berkesudahan meskipun kita sering tidak setia kepadaNya. Bertobatlah dan kembali membina relasi yang akrab denganNya. Jangan pernah jemu mencari Dia, senantiasa arahkan hati kita kepadaNya. Maka mata hati kita yang buta akan dipulihkan sehingga kita dimampukan melihat kehadiranNya dan telinga hati kita yang tuli akan dibukakan sehingga kita dimampukan mendengar suaraNya.


Mari gemakan selalu kebangkitanNya di dalam hati, agar kita selalu terdorong untuk berupaya bangkit dengan penuh semangat, untuk meneruskan penziarahan hidup ini. Bagikan pengalaman akan kasih dan penyertaanNya kepada setiap orang agar mereka pun memperoleh peneguhan dalam menghadapi ujian kehidupan.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: